Advertisements

7 Dosa Besar Yang Membinasakan Berdasarkan Penjelasan Nabi

Aitarus.com — Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan bimbinganNya melalui para nabi dan kitab-kitab suci-Nya. Umat Islam diwajibkan mengikuti bimbingan dariNya sebaik mungkin agar memperoleh hidup yang berkah dunia dan akhirat. Melakukan perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Menjauhi dosa.

Agama Islam mendefinisikan dosa sebagai tindakan yang melawan larangan dari Allah Ta’ala.

Dosa terbagi menjadi dua bagian utama yakni dosa besar dan dosa kecil. Dalam bahasan ini kita hanya memfokuskan kepada dosa besar. Dosa besar amatlah berbahaya dan Allah Ta’ala melarang keras bagi kita untuk melakukannya, hal itu tertulis jelas dalam kitab suci Al Qur’an dan perkataan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Bagi mereka yang menjauhi dosa-dosa besar ini, maka Allah akan menghapus segala dosa-dosa kecilnya dan menjanjikan surga. Janji ini ditegaskan langsung dalam sebuah ayat di Al Qur’an berikut ini:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (Surah An-Nisa’ Ayat 31).

Diantara dosa-dosa besar yang kita dilarang untuk melakukannya, 7 diantaranya adalah dosa besar yang membinasakan, seperti yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam berikut ini:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Dosa syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129).

7 Dosa besar yang membinasakan berdasarkan penjelasan Nabi S.A.W

7 dosa besar yang membinasakan berikut ini sebagai pengetahuan agar kita semua menjauhinya sejauh mungkin:

1. Syirik

Syirik dalam akidah Islam artinya menyekutukan Allah dengan beribadah kepada selain Allah dan meyakini bahwa sekutu Allah ikut menciptakan dan mengatur alam semesta. Dan merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (berbuat syirik), maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surah An-Nisaa’: 48).

Silahkan baca tentang Syirik.

2. Sihir

Dosa besar kedua yang membinasakan adalah sihir, dosa ini sangat dilarang di dalam Islam. Sihir artinya: sesuatu yang samar atau tersembunyi sebabnya. Sedangkan menurut definisi ulama Sihir adalah ikatan tali dan mantra yang ditulis sebagai sarana permintaan tolong kepada setan untuk menyakiti seseorang (tubuh, hati, jiwa, atau akalnya) tanpa berhubungan langsung dengannya.

3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah

Membunuh orang merupakan sebuah dosa besar, yang mengakibatkan kekerasan dan masalah dalam masyarakat. Agama Islam menjaga manusia dan melindungi masyarakat dari kekerasan dan kekacauan disebabkan oleh pembunuhan. Islam melarang kita menumpahkan darah orang tidak bersalah. Dalam sebuah ayat Al-Qur’an Allah Ta’ala menjelaskan:

أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (Surah Al-Maaidah: 32).

Tinggalkan komentar