Advertisements

Apakah Jika Tidak Infiltrasi Tetap Terkena Hukum Rajam?

Aitarus.com — Jika melakukan hubungan intim dengan lawan zina diluar nikah, namun tidak terjadi infiltrasi kelamin pria kedalam kelamin wanita, apakah terkena hukuman rajam? Untuk itu silahkan baca masalah tanya-jawab berikut ini.

Pertanyaan:

Assalamualaikum.

Saya punya teman. Dia sudah menikah. Dia mengatakan kepada saya, suatu hari dia melakukan ‘Zina’ dengan wanita lain. Sekarang, dia ingin Taubat An-Nasuha. Pertanyaannya adalah:

  1. Bagaimana dia bisa melakukan Taubat An-Nasuha? Apakah Allah ‘azza wa jalla akan menerima Taubatnya?
  2. Dia mengatakan kepada saya, (Maaf jika terdengar kasar), penisnya tidak masuk ke vagina wanita itu, tetapi kondisinya sudah telanjang. Posisi penisnya di antara tungkai atas. Bisakah kita mengatakan bahwa itu adalah zina yang harus dihukum dengan ‘rajm’?

Sekedar informasi, di negara kami, zinna tidak bisa menghukum dengan ‘rajm’. Saya perlu jawaban Anda sesegera mungkin.

Jazakumullahu khairan katsiran.

Menjawab:

Semua Pujian adalah Karena Allah

Tindakan yang dilakukan teman Anda adalah dosa besar dan kejahatan. Dia harus bertobat kepada Allah. Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Kedua mata itu (bisa) melakukan zina, Kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, Kedua kaki itu (bisa) melakukan zina, Dan Kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh kemaluan. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Abu hurairah).” [Dilaporkan oleh Ahmad dan ada di sahih Al Jahni 4150].