Advertisements

Apakah Lama Meninggalkan Istri Termasuk Cerai?

Pertanyaan. Saya adalah istri kedua dari seorang pria berasal dari negara X. Saya baru saja menerima Islam dan juga ketiga anak saya. Pertanyaan yang menyelimuti saya adalah istri pertama suami saya yang tinggal di negara X sudah tidak pernah disambangi oleh suami saya selama 14 bulan.

Suami saya tidak memberi haknya dan si istri amat marah. Dan saya mendapati berita bahwa jikalau seorang suami meninggalkan istrinya lebih dari 4 bulan, maka secara otomatis telah bercerai dengannya.

Apakah berita yang saya dapati ini benar adanya? Suami saya ingin tetap menjadi suaminya demi puteri mereka, dan saya merasa dia telah melakukan kesalahan karena memperlakukan istrinya seperti itu. Tolong bimbing saya.

Jawaban.

Selama sang suami tidak menyatakan kata “cerai” kepada si isteri pertama, dan si isteri tidak pergi kehakim agama untuk meminta cerai, maka mereka masih sah sebagai suami isteri.

Si wanita tetap menjadi isterinya dan perceraian belum berlaku bagi keduanya. Shaykh Ibn Baaz, ditanya kapan seorang wanita dianggap telah bercerai oleh suaminya, dirinya menjawab.

“Seorang wanita dianggap telah bercerai ketika si suami mengucapkan kata “cerai / talak” kepadanya, dan dia tidak dalam paksaan untuk melakukan itu, dan tidak ada halangan untuk menceraikan karena ia gila atau karena mabuk, dan seterusnya. dan si wanita dalam keadaan suci (tidak dalam keadaan menstruasi atau pendarahan karena melahirkan) dan si suami tidak melakukan hubungan suami istri sejak istrinya suci, atau hamil atau pot-menopause.” [Fataawa al-Talaaq by Shaykh Ibn Baaz, 1/35].

Tinggalkan komentar