Advertisements

Apakah Shalat Dua Rakaat Sebelum Shalat Maghrib Sunnah Nabi?

Apakah ada Shalat Qabliyah Maghrib atau Shalat Sunnah sebelum Shalat Maghrib merupakan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam? Untuk jawaban mengenai hal ini akan seluruhnya dibahas tuntas dalam artikel ini.

Sering kita dengar bahwa ada Shalat Sunnah dua rakaat Qabliyah Maghrib dan sebagian dari kita bertanya apakah memang Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjadikannya sebagai Sunnah yang dikerjakannya selalu?

Apakah melaksanakan shalat dua rakaat sebelum shalat Fardhu Maghrib merupakan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam?

Agar kita mencapai pada kesimpulan apakah hal ini merupakan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam atau bukan maka kita dapat melihat dari tradisi otentik mengenai masalah ini secara keseluruhan. Untuk memulainya, bahwa shalat dua rakaat sebelum dan setelah Shalat Fardhu Maghrib merupakan hal yang dilakukan sebagian Sahabat dengan cepat sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tiba untuk mengimami Shalat.

Baca juga jadwal Shalat seluruh Indonesia.

Kami juga mendapati tradisi otentik yang sama bahwa jeda waktu antara Adzan Maghrib dan Iqamah adalah singkat.

حدثنا محمد بن بشار قال حدثنا غندر قال حدثنا شعبة قال سمعت عمرو بن عامر الأنصاري عن أنس بن مالك قال كان المؤذن إذا أذن قام ناس من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يبتدرون السواري حتى يخرج النبي صلى الله عليه وسلم وهم كذلك يصلون الركعتين قبل المغرب ولم يكن بين الأذان والإقامة شيء قال عثمان بن جبلة وأبو داود عن شعبة لم يكن بينهما إلا قليل

Artinya: Sayyidina Anas bin Malik (RA) meriwayatkan ketika Muadzin selesai mengumandangkan Adzan, maka sebagian Sahabat Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) akan berlomba mencari tiang-tiang Masjid untuk Shalat hingga Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) tiba dan saat itu mereka biasa Shalat dua Rakaat sebelum Shalat Maghrib. Hanya ada sedikit waktu antara Adzan dan Iqamah. Shu’ba berkata, “Hanya ada waktu jeda amat singkat diantara keduanya (Adzan dan Iqamah).” [HR. Bukhari No. 503].

Kami juga mendapati fakta bahwa para Sahabat tetap melanjutkan melaksanakan Shalat dua rakaat sebagai “opsional” bahkan hingga setelah wafatnya Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam).

حدثنا عبد الله بن يزيد هو المقرئ قال حدثنا سعيد بن أبي أيوب قال حدثني يزيد بن أبي حبيب قال سمعت مرثد بن عبد الله اليزني قال أتيت عقبة بن عامر الجهني فقلت ألا أعجبك من أبي تميم يركع ركعتين قبل صلاة المغرب فقال عقبة إنا كنا نفعله على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم قلت فما يمنعك الآن قال الشغل

Artinya: Sayyidina Mahmud bin Ar-rabi’ Al-Ansari (RA) meriwayatkan bahwa saya menghampiri Sayyidina ‘Uqba bin ‘Amir Al-Juhani (RA) dan mengatakan, “Apakah hal ini tidak mengejutkan bahwa Sayyidina Abi Tamim (RA) melaksanakan dua rakaat sebelum Shalat Maghrib?” Sayyidina ‘Uqba (RA) menjawab, “Kami biasa melakukannya di zaman Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam).” Saya (kemudian) bertanya kepada, “(Maka) apa yang menghalangimu untuk melaksanakannya (Shalat dua rakaat ini) sekarang?” Dia menjawab, “Bisnis.” [Bukhari].

Hadits diatas menjelaskan dengan terang kepada kita bahwa melaksanakan Shalat dua rakaat sebelum Shalat Maghrib diperbolehkan bagi siapapun yang ingin melakukannya atau opsional, namun begitu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam melarangnya untuk dijadikan sebagai Sunnah.

حدثنا أبو معمر حدثنا عبد الوارث عن الحسين عن عبد الله بن بريدة قال حدثني عبد الله المزني عن النبي صلى الله عليه وسلم قال صلوا قبل صلاة المغرب قال في الثالثة لمن شاء كراهية أن يتخذها الناس سنة

Sayyidina ‘Abdullah Al-Muzni (RA) meriwayatkan bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda, “Shalat sebelum Shalat Maghrib (Shalat Wajib).” Dia (Mengatakannya sebanyak tiga kali) dan saat ketiga kalinya, ia berkata, “Siapa yang ingin melaksanakannya, maka silahkan.” Dia (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda karena ia tidak menyukai manusia menjadikannya sebagai kebiasaan. [HR. Bukhari No.1183].

Kami tidak menemukan bukti bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) sendiri melakukan Shalat dua rakaat ini, sebaliknya kami menemukan bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) biasa mempercepat Shalat Maghrib.

حدثنا ‏ ‏عمرو بن علي ‏ ‏عن ‏ ‏صفوان بن عيسى ‏ ‏عن ‏ ‏يزيد بن أبي عبيد ‏ ‏عن ‏ ‏سلمة بن الأكوع ‏ ‏قال ‏ ‏كان النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يصلي المغرب ساعة تغرب الشمس إذا غاب ‏ ‏حاجبها ‏

Artinya: Sayyidina Salamah Ibn Akwah (RA) berkata, “Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) biasa menyegerakan Shalat Maghrib setelah Matahari terbenam dimana bagian atasnya sudah hilang. [Abu Dawud].