Balada Becak—Kendaraan Favorit Semua Kelas Sosial

Paket Umroh Akhir Tahun
Becak

Becak—kendaraan rakyat yang pernah berjaya di Jakarta pada era 30 hingga 90-an awal, sudah langka ditemui di ibukota.

Karena sejak tahun 1990, Pemda DKI memutuskan pelarangan becak di Jakarta melalui Perda No 11/1988. Dikarenakan masalah ketertiban.

Kenangan tentang becak

Saat masa kecil dulu, becak merupakan kendaraan favorit saya, seringkali mendiang bunda membujuk saya untuk ikut dengan iming-iming—yang sulit ku tolak yaitu; “nanti naik becak loh!”.

Spontan saya semangat untuk ikut, meski tadinya tidak berminat ikut ibu kerumah saudara (Dikarenakan tiada anak sebaya dirumah yang dituju).

Ketika diatas becak, entah kenapa selalu muncul perasaan nyaman, senang dan bebas.

Mungkin karena kendaraan satu ini memiliki AC disemua sisi—AC alam tentunya—jadi tentu saya tidak kepanasan sehingga membuat nyaman dan senang, berbeda dengan bis kota yang sering saya naiki yang sesak penumpang, panas dan tidak jarang harus berdiri dengan jangka waktu lama karena tiada kursi kosong

Namun tidak dengan becak saya bisa duduk leluasa memberikan rasa bebas, tidak berdesakan  karena penumpang lainnya hanyalah ibuku.

Sering malah saya berharap agar tidak cepat sampai ketujuan karena masih betah di kipasin sama AC alam :)).

Becak Bangkit Kembali

Dan saat awal menjabatnya gubernur kita, Anies Baswedan menetapkan program untuk kembali menghidupkan becak. Memory masa silam kembali menyembul, ingat saat berusia 8, 9, 10 dan 11 tahun saat dulu melihat becak ada dimana-mana.

Namun program pak gubernur tidak sepenuhnya mendapat angin segar, karena ada sebagian orang yang menolak keras program ramah rakyat kecil ini.

Sebagian dari ara penolak itu adalah mereka—para Ahokers—yang adalah pendukung gubernur sebelumnya dan sebagian lagi malah bukan warga Jakarta mencerca program ini. Bagi mereka ini adalah program bodoh yang tidak progresif.

Bahkan ada yang mengatakan merupakan akal-akalan Anies untuk terlihat sebagai pemimpin pro-rakyat untuk bekal pemilu 2019 nanti.

“Sudah terbaca trik ya anies
untuk menarik simpati untuk 2019 seolah olah prooo rakyat
walaupun harus mengorbankan jkarta kembali kemasah ali sadikin
selamat untuk 58% pemilih anis sandi yang terbuai janji janji manis ,
kemengan yang di rahi dengan jalan yang tidak baik hasil ya pun akan hancur
dan sekarang terbukti dan yata mulai terlihat
kepemimpinan anis sandi memimpin jkarta semau ya semua aturan di tabrak”.

Alasan mereka menolaknya karena mereka yakin keberadaan becak akan menambah keruwetan lalu lintas Jakarta karena pastinya akan ada ribuan bahkan ratusan ribu armada becak yang bakal menambah macet ibukota.

Namun Anies Baswedan menepis semua anggapan itu. Dia menjelaskan bahwa keberadaan becak hanya terbatas di lingkungan perumahan—tidak dijalan protokol.

Berikut penjelasan Anies.

“Nantinya (becak akan) menjadi angkutan lingkungan,”.

Lebih lanjut sang gubernur mengatakan keberadaan becak guna membantu para ibu berbelanja, karena mereka lebih cenderung gunakan becak karena dapat memuat banyak barang belanjaan dan tentunya lebih ekonomis.

Anies Baswedan juga menambahkan bahwa tujuan lainnya ialah memberikan kesempatan penarik becak mencicipi keberhasilan ekonomi di Jakarta.

Nampaknya gubernur kita yang satu ini orang yang sabar, ia membiarkan dulu para haternya membully habis-habisan, setelah sekian waktu membiarkan akhirnya ayah dua anak ini menjelaskan bahwa pengadaan becak merupakan janji politik gubernur sebelumnya—yakni Jokowi & Ahok—yang belum di tepati. Silahkan baca program CAP.

Tinggalkan komentar