Bolehkah Shalat Tahajud Setelah Shalat Tarawih Yang Ditutup Dengan Witir?

Paket Umroh Akhir Tahun

Bagaimana hukumnya melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Tarawih yang ditutup dengan Shalat Witir, apakah diperbolehkan? Untuk menjawab pertanyaan itu maka artikel ini akan membahasnya dengan tuntas disertai dengan dalil dari sejumlah riwayat yang Shahih yang bermuara kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

Mengenai pertanyaan bolehkan mengerjakan Shalat Tahajud setelah Shalat Tarawih? Maka jawaban untuk pertanyaan itu adalah boleh.

Ini dikarenakan bahwa Shalat Tahajud termasuk kedalam Shalat Malam, yang artinya dikerjakan pada waktu malam setelah terbangun dari tidur. Maka siapapun yang mengerjakan Shalat Malam setelah terbangun dari tidurnya, maka akan terhitung sebagai Shalat Tahajud dan juga sebagai Shalat Malam.

Nah bagi yang ingin bertahajud setelah bertarawih yang ditutup dengan Shalat Witir maka ia diperbolehkan, dimana Tahajudnya sebagai tambahan sebagai Shalat Malam.

Hal ini berdasarkan sejumlah riwayat dimana terdapat seruan untuk ber-Shalat malam bersama imam hingga tuntas.

Hadits yang diberitakan oleh Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu, dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatakan.

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh)”. (HR. Tirmidzi no. 806. Hadits ini diShahihkan oleh Abu Isa Tirmidzi sebagai Hasan Shahih).

Dalam Musnad Imam Ahmad juga memberitakan riwayat lain dimana Abu Dzar menjelaskan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda.

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya”. (HR. Ahmad 5: 163. Hadits ini diShahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berdasarkan Syarat Muslim).

Maka apabila seorang keluar dari Tarawih dikarenakan berniat ingin melaksanakan Shalat Tahajud dan Witir di malam nanti, maka dirinya tidak mendapat pahala Shalat semalam penuh. Meskipun shalatnya sah.

Adalah boleh menambah Shalat malam setelah Tarawih

Kita diberi kebebasan untuk menambah Shalat Malam setelah usai menunaikan Shalat Tarawih, hal ini karena tidak ditemukan batasan jumlah rakaat untuk Shalat Malam. Seperti yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Abdil Barr berikut.

فَلاَ خِلاَفَ بَيْنَ المسْلِمِيْنَ أَنَّ صَلاَةَ اللَّيْلِ لَيْسَ فِيْهَا حَدٌّ مَحْدُوْدٌ وَأَنَّهَا نَافِلَةٌ وَفِعْلٌ خَيْرٌ وَعَمَلٌ بِرٌّ فَمَنْ شَاءَ اِسْتَقَلَّ وَمَنْ شَاءَ اِسْتَكْثَرَ

“Tidak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa shalat malam tidak ada batasan raka’atnya. Shalat malam adalah shalat nafilah (shalat sunnah) dan termasuk amalan kebaikan. Seseorang boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang sedikit atau pun banyak”.(At-Tamhid, Wizaroh Umum Al Awqof, Ibnu ‘Abdil Barr, 21: 69-70, 1387 dan Al-Istidzkar, Dar Al-Kutub Al ‘Ilmiyyah, 1421 H, Ibnu ‘Abdil Barr, 2: 98).

Dan pendapatnya didukung dengan dalil dari sebuah Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dimana beliau menjelaskan tidak ada batasan dalam rakaat Shalat malam.

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam itu dua raka’at salam, dua raka’at salam. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir”. (HR. Muslim no. 749 dan Bukhari no. 990, diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar).

Penjelasan. Hadits ini mengenai sebuah pertanyaan, dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa jika Shalat Malam ada batasannya, maka pastinya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam menjelaskan hal itu langsung.

Shalat Witir merupakan perintah, lalu apakah boleh Shalat Tahajud setelah Witir?

Maka jawabnya adalah boleh bertahajud setelah Witir, hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berikut ini.

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir”. (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).

Shalat Witir adalah hukumnya Sunnah, bukan wajib. Maka diperbolehkan melaksanakan Shalat Sunnah malam setelah melaksanakan Shalat Witir. Ini berdasarkan dalil Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dimana beliau (S.A.W) menambah Shalatnya sebanyak dua rakaat setelah melakukan Shalat Witir.

‘Aisyah Radhiyallahu Anha meriwayatkan dimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menambah Shalatnya setelah Witir.

كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka’at (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Jika ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua raka’at”. (HR. Muslim no. 738).

Dari riwayat Shahih ini Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa: “Dua rakaat setelah melakukan Witir berarti diperbolehkan dua rakaat setelah witir dan dari sini apabila seseorang telah Witir maka bukan berarti tidak boleh melaksanakan Shalat Sunnah setelahnya. Mengenai hadits diatas “Maka penutup shalat kalian pada waktu malam adalah Shalat Witir“, arti dari Shalat Witir sebagai penutup Shalat Malam hanyalah Sunnah (Hukumnya bukan Wajib). Itu artinya dua rakaat setelah melaksanakan Shalat Witir adalah boleh dikerjakan”. (Zaad Al-Ma’ad, 1: 322-323).

Baca juga apakah Shalat Tahajud harus tidur dulu?

Setelah melaksanakan Witir maka tidak boleh ber-Witir lagi

Bagi yang telah menunaikan Shalat Tarawih kemudian menutupnya dengan Witir, maka tidak perlu lagi melakukan Witir setelah melaksanakan Shalat Tahajud pada malam yang sama.

Hal ini berdasarkan penjelasan Thaliq bin ‘Ali, dimana beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam menjelaskan.

لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

“Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam”. (HR. Tirmidzi no. 470, Abu Daud no. 1439, An Nasa-i no. 1679).

Kesimpulan

Maka jawaban untuk pertanyaan bolehkan melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Tarawih yang ditutup Shalat Witir adalah boleh. Dan setelah ber-Tahajud maka tidak perlu lagi ditutup dengan Witir jika sudah melakukannya sebelumnya di malam yang sama.

Adapun mengenai jumlah rakaat Shalat Sunnah malam Tahajud maka jumlahnya bebas, tidak ada batasan untuk itu, jadi silahkan Shalat Tahajud dengan jumlah rakaat berapa saja. Untuk itu silahkan melihat tata cara Shalat Tahajud.

Itulah keseluruhan informasi mengenai diperbolehkan melaksanakan Shalat Tahajud setelah Shalat Witir dimalam yang sama semoga bermanfaat dan silahkan beritahukan kepada keluarga, teman, saudara dan kerabat siapa tahu mereka membutuhkan informasi ini.

Jika ada pertanyaan atau koreksi maka silahkan tulis di area komentar dari posting artikel ini. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam berikutnya di masa mendatang.

Tinggalkan komentar