Bolehkah Wanita Hamil Menyusui Dalam Islam?

Bahasan tentang pertanyaan apakah seorang wanita yang sedang hamil boleh menyusui bayi dalam Syariat Islam, jika diperbolehkan apa dalil Syar’i untuk itu, dibahas penuh berdasarkan dalil mengenai apakah Islam membolehkan wanita hamil menyusui bayinya, silahkan dibaca dan dipelajari semoga membawa manfaat.

Pertanyaan:

Saya memiliki seorang bayi lelaki berusia beberapa bulan. Dan kini saya sedang hamil. Apakah diperbolehkan menyusui disaat kondisi hamil menurut Islam? Apakah ada peraturan dalam Islam yang melarang wanita hamil menyusui? Sebagai tambahan, apakah seorang ibu harus menunggu hingga sang ibu sempurna menyusui hingga 2 tahun, baru kemudian hamil kembali?

Jawaban

Segala puji hanya kepada Allah Ta’ala

Jawaban untuk pertanyaan saudari adalah dibolehkan bagi seorang ibu hamil untuk menyusui, bahkan melakukan hubungan badan dengan suami, tidak ada larangan untuk ini.

Islam tidak melarang seorang ibu menyusui meski saat hamil, ini berdasarkan al Hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Muslim (1442) dari Judaamah Binti Wahab al-Asadiyyah (Radhiyallahu Anha), bahwa dirinya mendengar Rasulullah (S.A.W) berkata:

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنِ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلاَ يَضُرُّ أَوْلاَدَهُمْ

“Sungguh, aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan Ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia dimana mereka melakukan Ghiilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka[HR. Muslim no. 1442].

Arti Ghilah:

  • Ulama silang pendapat mengenai arti Gilah menjadi 2 pendapat, yakni:
  • Sebagian ulama mengartikan Ghilah sebagai hubungan badan antara suami istri disaat sang istri menyusui.

Sebagian ulama lainnya mengartikan Ghilah adalah ibu hamil yang sedang menyusui.

An-Nawawi mengatakan,

اختلف العلماء في المراد بالغيلة في هذا الحديث , فقال مالك في الموطأ والأصمعي وغيره من أهل اللغة : أن يجامع امرأته وهي مرضع ، وقال ابن السكيت : هو أن ترضع المرأة وهي حامل

Ulama berbeda pendapat mengenai makna ghilah dalam hadis ini. Imam Malik dalam al-Muwatha’ dan al-Ashma’I serta ahli bahasa lainnya mengatakan, ghilah adalah melakukan hubungan badan dengan istri yang sedang menyusui. Sementara Ibnu Sikkit mengatakan, ghilaha adalah wanita menyusui bayinya sementara dia sedang hamil.

Ghilah berarti menyusui, maka tidak ada larangan dalam Islam bagi ibu hamil untuk menyusui.

Mengenai pertanyaan, apakah harus menunggu menyusui hingga sempurna 2 tahun?

Untuk hal ini, sebaiknya sang ibu melakukan semacam pemeriksaan akan kemampuannya untuk melakukan hal ini, karena menyusui sembari hamil membutuhkan keseimbangan dan tugas lebih berat. Jikalau sang ibu merasa tidak dapat melakukannya, atau mungkin menganggap akan membahayakan dirinya, maka tidak ada alasan untuk melakukannya, artinya dia bisa menyempurnakan proses menyusui hingga 2 tahun, setelah itu hamil lagi.

Ibn Jibrin ketika ditanya perihal hal ini menjawab:

Saya seorang wanita dengan enam anak, seringkali saya hamil sebelum menunaikan waktu menyusui anak sebelumnya—artinya sebelum masa 2 tahun berakhir—-dan saya ingin menggunakan “coil” (Bentuk kontrasepsi yang dimasukan ke uterus) untuk mencegah kehamilan sebelum masa 2 tahun berakhir. Apakah ada larangan dalam Islam untuk kasus ini?

Jawaban:

Tiada alasan bagi anda untuk tidak melakukannya, apabila anda dan suami setuju untuk melakukannya, dan memastikan bahwa hal itu tidak membahayakan uterus anda dan dapat mencegah kehamilan di masa depan.

Fataawa al-Shaykh Ibn Jibrin, 96/2.

Allahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar