Bolehkan Berbicara Saat Wudhu Dan Apa Hukumnya?

Apakah Hukumnya Berbicara Saat Wudhu
  • Advertisements

  • Apakah boleh berbicara saat berwudhu? Dan bagaimana ketetapan hukum Islam bagi mereka yang berbicara saat wudhu? Silahkan pelajari masalah ini untuk mendapatkan jawaban dan Insya Allah bermanfaat.

    Pertanyaan:

    Saat ingin melaksanakan sholat Wajib dan sholat Sunnah kita harus terlebih dahulu ber-wudhu atau dalam keadaan punya wudhu. Lalu apakah hukumnya berbicara saat melakukan wudhu?

    Jawaban:

    Segala puji hanya kepada Allah Ta’ala.

    Berbicara saat Wudhu diperbolehkan bagi siapapun, karena tidak ada satupun dalil syar’i yang melarangnya, dan oleh karenanya berbicara ketika seseorang melaksanakan wudhu diperbolehkan.

    Diriwayatkan dari sejumlah Ulama (Semoga Allah me-Rahmati mereka), bahwa berbicara saat berwudhu adalah makruh. Namun bukan berarti pantas dianggap bahwa lebih baik tidak berbicara, dan pula makruh disini bukanlah makruh menurut syar’i. Dengan kata lain, maka: sebaiknya bagi siapapun ketika melaksanakan Wudhu tidak berbicara hal yang tidak penting.

    An-Nawawi (Semoga Allah me-Rahmatinya) mengatakan dalam Sunnah Wudhu dan tindakan yang mustahab selama melakukannya, ia berkata: Sebaiknya tidak berbicara hal tidak perlu saat melakukannya. Al-Qaadi ‘Iyaad meriwayatkan dalam komentarnya terhadap Shahih Muslim bahwa para Ulama tidak menyukai berbicara saat ber-wudhu dan ghusl. Kutipannya mengenai “tidak menyukai” agar dipahami bahwa tidak berbicara saat wudhu adalah lebih baik.

    Namun begitu, tiada dalil apapun yang bisa digunakan bahwa bicara saat wudhu tidak diperbolehkan, oleh karenanya tidak bisa disebut sebagai makruh kecuali dalam artinya sebaiknya tidak melakukannya.

    [Dari al-Majmoo‘, 1/490-491].

    Shaykh Ibn ‘Uthaymeen ditanya perihal berbicara saat melakukan Wudhu, apakah termasuk makruh?

    Dia menjawab: Berbicara saat berwudhu bukanlah perkara makruh, namun akan mengganggu seseorang, karena disaat seseorang melakukan wudhu mengusap wajahnya, ia harus mengingat bahwa ia sedang mematuhi perintah Allah, dan ketika ia membersihkan kedua tangan, mengusap kepala dan membersihkan kedua kakinya, maka ia harus teguhkan kekhusyuan dalam fikiran. Namun jikalau seseorang mengajaknya bicara, dan ia pun menjawabnya, fokus ini terganggu dan ia bisa jadi menjadi bingung terhadap wudhunya, sebagai hasilnya ia bisa jadi membersihkan wajahnya dengan waswas. Maka lebih baik baginya tidak berbicara hingga selesai ber-wudhu. Namun jikalau ia berbicara, tiada kesalahan apapun baginya.

    [Dari Fatwa Nur ‘ala ad-Darb oleh Ibn ‘Utsaimin].

    Kesimpulan:

    Jadi jawabnya adalah boleh berbicara saat berwudhu dan hukumnya tidak makruh, namun sebaiknya jangan dilakukan karena akan mengganggu kekhidmatan kita saat melaksanakannya seperti yang dijelaskan Syaikh Ibnu Utsaimin.

    Allahu a’lam Bishawab.


    Tinggalkan komentar