Bolehkan Melakukan Shalat Untuk Orang Lain?

  • Advertisements

  • Sebuah soalan mengenai bolehkah seseorang melaksanakan Shalat bagi orang yang tidak mengerjakan, sehingga kewajiban Shalat orang tersebut tunai dilaksanakan.

    Silahkan baca penjelasannya dari sebuah pertanyaan yang saya kutip dari berbagai sumber di internet dan Insya’ Allah bermanfaat Aaamiiin Allahumma Aaamiiin.

    Pertanyaan

    Saya mau bertanya, misalkan saya memiliki seorang dari keluarga dekat saya yang tidak melaksanakan Shalat dan saya sudah menasehati mereka untuk melakukan Shalat namun mereka tidak mau mendengar.

    Lalu apakah saya bisa melakukan Shalat untuk mereka, maksud saya pahala atau kewajiban Shalat dirinya saya yang melakukannya, apakah dalam Islam boleh seperti ini?

    Jawaban

    Segala puji hanya kepada Allah

    Shalat merupakan salah satu dari rukun Islam dan hanya berlaku jika dilakukan atau ditunaikan oleh orang yang mendapat kewajiban untuk shalat. Tidak melaksanakan Shalat bisa tergolong Kufur yang menempatkan iman seseorang pada situasi berbahaya.

    Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan Shalat untuk orang lain jika mereka tidak shalat. Aturan ini sudah disepakati oleh ulama dan diantara para ulama tidak ada perbedaan pendapat mengenai dilarangnya melakukan shalat untuk orang lain.

    Ibnu Qudamah menjelaskan: “Ibadah yang tampak seperti Shalat, Puasa (Puasa Ramadhan), melakukan Wudhu tidak dapat didelegasikan kepada orang lain, karena mereka harus melakukannya sendiri, karena itu adalah kewajiban mereka untuk melaksanakannya, maka tidak ada yang dapat menggantikan perannya, kecuali puasa nadzar, dimana seseorang dapat menunaikan nadzar puasa orang yang sudah mati, namun jika yang bernadzar masih hidup maka dia yang harus melaksanakannya.” (Al-Mughni, 5/207).

    Yang anda harus lakukan adalah terus menasihati orang ini untuk mendirikan Shalat, dan menyemangatinya dan juga memperingatinya.

    Semoga Allah Azza Wa Jalla membukakan hatinya agar mendapat petunjuk begitupun pada hati kita.

    Tambahan

    Shalat merupakan tiang agama yang wajib didirikan oleh setiap individu yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kewajiban Shalat masuk ke dalam Fardhu Ain’.

    Jika tidak mengerjakan maka kita tidak menjaga salah satu rukun Islam yang amat penting ini dan bisa berimbas kepada rusaknya iman kita. Naudzubillah Min Zalik.

    Dan Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan tentang ini teredaksi dalam surat Al ‘Ankabut ayat 45 yang berbunyi:

    إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

    Artinya:

    “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

    Jika kita ingin selalu dijauhi dari melakukan perbuatan-perbuatan keji dan mungkar yang amat dibenci oleh Allah maka lakukan Shalat sebagai upaya untuk menyelamatkan kita dari melakukan hal-hal itu. (Lihat jadwal Shalat).

    Seperti kita ketahui hanya pada perintah Shalat saja Allah Ta’ala langsung yang mendiktekannya tidak melalui perantaraan Jibril Alihi Sallam.

    Dari situ kita harus sadar betapa pentingnya melaksanakan atau mendirikan Shalat 5 waktu. Oleh karenanya mulai sekarang dan seterusnya agar kita terus menjaga Shalat kita agar tidak terputus.

    Allahu a’lam Bishawab.


    Tinggalkan komentar