Advertisements

Bukti Kebenaran Islam

Tidak mengejutkan jika setiap dari kita memiliki keraguan. Hal itu normal, layaknya menghirup nafas. Karena mungkin didasari informasi yang sampai kepada kita bahwa iman itu tanpa dasar.

Belum lagi argumen untuk menghancurkan agama yang mengatakan bahwa siapapun bisa saja lahir memeluk agama lain, seorang Muslim, jika lahir di Eropa bisa jadi Kristen.

Begitupun orang Kristen jika lahir di Timur Tengah bisa jadi memeluk Islam.

Dan agama Islam tidak mengacuhkan semua pertanyaan dan keluhan ini begitu saja. Bahkan Islam mendukung penelitian dan argumen ketika membahas iman.

Maka bukan hal buruk jikalau mempertanyakan atau paling tidak memiliki pertanyaan ini yang mungkin muncul begitu saja di kepala anda.

Keimanan tinggi dan solid terbangun dari pondasi ilmu yang benar.

Allah Berfirman dalam Al Qur’an sebagai berikut:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Qs. 35:28].

Disini telah kami rangkum tujuh buah cara untuk mengetahui bahwa Islam merupakan kebenaran lengkap dan sempurna bagi seluruh umat manusia.

1 — Islam membawa wahyu yang secara esensi sama dengan seluruh Nabi yang pernah Allah utus

Dari nabi pertama Nabi Alaihisalam, hingga datangnya nabi terakhir, Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wasallam, wahyu yang dibawa tidaklah pernah berubah. Sembahlah Allah, Tiada Tuhan Selain DiriNya, dan ikuti para Nabi dan RasulNya.”

Setiap kali Allah Azza Wa Jalla mengutus para Nabi diamanati setiap pesan utama yakni Tuhan hanya satu.

Pesan yang Islam bawa kepada manusia tetaplah sama, sembahlah Allah jangan mempersekutukannya, dan ikuti para rasulNya, dan ini sudah final.

2 — Al Qur’an merupakn satu-satunya Kitab Suci dan tidak pernah berubah atau dirubah oleh manusia

Allah Azza Wa Jalla menjanjikan kepada kita melalui Al Qur’an:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [Al Quran 15:9].

Al Qur’an ditulis selama masa hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dan terjamin kemurniannya hingga setelah wafatnya Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sllam, selain itu Al Qur’an dihafal oleh ratusan bahkan ribuan orang dan kemudian disebarkan kata-per-kata keseluruh dunia.

Kita bisa melihat sejarah Islam yang hilang, “barangsiapa yang tengah mendengar ayat-ayat dari Nabi akan meyebarkannya kepada suku-suku nun-jauh disana, yang menghafal mereka. Dengan cara begini, Al Qur’an meraih status kesusasteraan di antara orang Arab secara mutawatir.

Oh iya Mutawatir berarti disebarkan secara luas kepada banyak kelompok manusia, yang isi pesannya serupa per-teks.

Setiap kata, kalimat dan bahkan setiap helaan Al Qur’an diajarkan dan tetap serupa hingga sampai ke tangan kita, dan proses ini terjadi lebih dari 14 abad setelah diwahyukan.

3 — Islam menyerukan penggunaan akal, argumen dan ilmu

Setiap manusia diberi hadiah berupa akal dan intelektual untuk berargumen. Alhamdulillah kita tidak dilarang menggunakan akal untuk memahami iman kepadaNya.

Jika kita tidak menggunakan intelektualitas kita, besar kemungkinan iman kita lemah.

Allah memahami bahwa setiap manusia membutuhkan bukti agar imannya semakin besar. Bahkan seorang nabi sekelas Ibrahim Alaihisalam pun meminta tanda sebagai bukti kepada Allah.

Permintaan Ibrahim dikabulkan, Allah menyuruh Ibrahim memanggil burung telah mati, dan kemudian burung tersebut hidup.

Allah menyediakan seluruh bukti dalam Islam. Al Qur’an menghadirkan logika dan menyemangati manusia untuk memikirkan seluruh tanda-tanda penciptaannya dan seluruh tanda yang hadir dari Al Qur’an.

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Quran 38:29].

Jika kita terus mempelajari agama kita, maka akan semakin banyak tanda terus akan terungkap dalam bentuk keajaiban ilmiah.

4 — Bukti ilmiah

Dengan berjalannya waktu manusia terus mengungkap rahasia alam dengan penemuan ilmiah. Sebagian bukti ilmiah tersebut adalah sebagai berikut.

The Seas Don’t Mingle with One Another
He released the two seas, meeting [side by side]. Between them is a barrier [so] neither of them transgresses. (Quran 55:19-20)

Air laut tidak saling bercampur

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” [Surat Ar-Rahman Ayat (55) 19-20].

Berita yang dibawa Al Qur’an ini disebut fenomena Halocline dan baru ditemukan saat abad ke-19, itu artinya setelah 13 abad ayat ini diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, sebelumnya manusia menganggap bahwa air laut adalah homogenous, ibarat mengalir dalam tubuh.

Fenomena menakjubkan ini terjadi karena tenaga fisik disebut “tekanan dipermukaan”, sehingga air dari laut lainnya tidak tercampur.

Tidak bercampurnya air dikarenakan perbedaan kepadatan air, tekanan dipermukaan mencegah mereka saling bercampur.

Seolah-olah seperti ada dinding tipis di antara kedua arus air tersebut.

Pemekaran Alam Semesta

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.” [Al Quran 51:47].

Pada awal abad 20, bahwa ukuran alam semesta sudah final, dan ini merupakan pandangan satu-satunya. Dan riset moderen mengungkap bahwa alam semesta memiliki awal dan terus “berkembang”.

Fakta ini telah diungkap bahkan dijelaskan di dalam Al Qur’an, disaat teleskop atau teknologi maju serupa belum ditemukan.

Fungsi dari pegunungan

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” [Al Quran 21:31].

Ayat ini menyatakan bahwa pegunungan melakukan tugasnya untuk mencegah getaran / goncangan bumi. Fakta ini tidak pernah diketahui manusia di jaman Al Qur’an saat diwahyukan.

Temuan ini baru dicapai oleh pengetahuan moderen setelah berkembangnya ilmu riset geologi.

Berikut adalah penjelasan Andre Cailleux:

“Pegunungan berperan penting sebagai paku atau pasak kuat guna menopang sebuah tenda. Contohnya, gunung Everest, puncak dari gunung tersebut sekitar 9 km diatas permukaan bumi, memiliki sebuah akar lebih dalam dari 125 km.” Andre Cailleux dan J.Moody Stuart, Anatomy of the Earth (McGraw-Hill Companies: 1968), 220).

Hal serupa, pegunungan berkembang kepada lapisan permukaan menggabungkan baris-baris dan dibawah permukaan, dan gunung memaku bersamaan.

Dengan memperbaiki kerak bumi, mereka mencegahnya meluncur ke atas lapisan magma atau diantara lapisan-lapisan. Fakta-fakta ilmiah ditemukan baru-baru namun sudah sejak lama dipaparkan dalam Al Qur’an pada abad ke-7.

Jika seseorang menyatakan bahwa para malaikat adalah tuhan-tuhan, orang lainnya menegaskan bahwa para malaikat adalah para iblis, sedangkan yang lainnya menyatakan bahwa para malaikat adalah ciptaan Tuhan.

Tentu ketiganya tidak mungkin benar di saat bersamaan karena satu sama lain saling bertentangan.

Ini adalah logika sederhana. Kebenaran pastilah satu.

Kita diberikan kebebasan untuk percaya kepada apapun sesuai keinginan kita, namun belum tentu kepercayaan kita benar.

Kebenaran pastilah tunggal. Tidak akan saling berseberangan. Tuhan adalah Esa. Kebenaran adalah tunggal. Para nabi-nya hadir dengan pesan tunggal.

Tinggalkan komentar