10 Cara Agar Anak Cinta Sholat

Shalat adalah tiang agama yang membuat bangunan iman kita tetap kokoh berdiri tegak, oleh karenanya wajib kita terus menjaga tiang ini. Karena akan membawa kita menjauhi segala hal yang mungkar.

Dan setiap Muslim pastilah menyadari akan pentingnya dan keutamaan Sholat. Karena ibadah ini masuk dalam rukun Islam setelah bersyahadat. Sehingga tidak ada alasan apapun untuk berkilah bahwa ibadah ini tidak wajib.

Namun mendirikan Shalat dibutuhkan konsistensi dimana didalamnya adalah disiplin memerangi malas. Benar sekali, malas adalah musuh utama setiap Muslim untuk terus melaksanakan Shalat 5 waktu dalam sehari.

Akan tetapi segalanya akan jauh lebih ringan jikalau dari kecil sudah terdidik untuk mendirikan Shalat secara rutin. Tentu bukan untuk kita, namun untuk anak-anak kita. Kita harus mengarahkan anak-anak kita agar memiliki kebiasaan shalat, dan membangun rasa cinta melaksanakan Shalat.

Hadirkan rasa berhasrat dan butuh untuk shalat didalam diri mereka dan berkomunikasi kepada Tuhan, tanpa rasa terpaksa karena diperintah orang tua. Meskipun begitu, mereka tetap harus menyadari bahwa Shalat adalah perkara wajib bukan pilihan.

Oleh karenanya jangan sampai anak-anak kita berada dalam kondisi seperti kita yang berjuang keras namun mereka tumbuh menjadi Muslim dan Muslimah yang merasa butuh untuk terus berhubungan dengan Tuhannya melalui shalat, tanpa terpaksa dan mampu menaklukan malas dengan mudah. Jadikan shalat kebiasaan layaknya makan dan minum.

Untuk mendapatkan rasa seperti itu bagi anak-anak kita maka silahkan ikuti 10 cara membuat anak-anak kita cinta shalat

10 cara agar anak cinta shalat

Terapkan ke-10 cara ini agar nantinya anak-anak kita terbiasa dan lebih baik lagi menjadi butuh untuk melaksanakan Sholat.

Ajari dengan contoh

Anak-anak suka sekali meniru kelakuan orang tuanya. Biarkanlah mereka melihat anda berwudhu, mengambil sajadah, dan segera shalat tepat setelah Adzan terdengar.

Penjelasan: Sebagai orang tua, kita adalah contoh utama bagi anak-anak mengenai seorang Muslim yang ideal. Jikalau kita mengutamakan Shalat setiap harinya, tidak menundanya apalagi meninggalkannya, maka anak-anak akan menyadari pentingnya Sholat.

Katakan kepada mereka: “Ayah atau ibu, ada janji dengan Allah, maka ayah / ibu tidak mau terlambat”.

Mulai sedini mungkin

Ada sebuah hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam mengatakan pentingnya Sholat sejak dini.

“Ajarkan anak-anak anda untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jikalau mereka tidak Sholat ketika sudah beranjak usia 10 tahun, dan pisahkan mereka dari tempat tidur mereka.” [Abu Dawud (459) dan Ahmad (6650)]

Catatan: Meskipun usia yang terbaik dimulai sejak tujuh tahun, namun amat dianjurkan untuk menciptakan atmosfir di rumah demi menyemangati mereka untuk Shalat di usia dini.

Buat Mushola di rumah

Apabila ada ruang lebih di rumah, maka jadikan ruangan itu sebagai tempat Shalat. Jikalau tidak ada ruang, maka coba jadikan area sekecil apapun atau di pojok ruang yang khusus untuk Sholat.

Penjelasan. Dengan begini anak-anak anda akan menyadari betapa pentingnya Shalat dikarenakan ditetapkan ruang khusus di rumah mereka. Tekankan pada mereka bahwa ruangan ini hanya untuk Sholat dan harus dalam keadaan bersih dan rapi.

Hadirkan gambar-gambar

Anak-anak akan lebih mudah merespon pada gambar. Oleh karenanya pasang kalender Islam untuk menyemangati anak-anak agar Sholat pada waktunya. Gantungkan kalender di rumah dan akan berperan sebagai gambar pengingat bagi anak-anak anda setiap waktu Sholat.

Penjelasan. anda bisa pula membuat pohon Shalat. Yakni waktu Sholat yang harus dilaksanakan beserta dampaknya dalam bentuk warna di daun jika melaksanakannya.

Contohnya jika mereka tepat waktu maka akan muncul warna hijau di daun dan mereka akan tahu bahwa mereka sudah tepat waktu, jikalau mereka telat Sholat, maka daunnya akan berwarna kuning artinya mereka dalam peringatan, dan jika mereka tidak mengerjakannya sama sekali maka daunnya menjadi merah artinya mereka telah berbuat kesalahan besar oleh karenanya mereka harus bertaubat.

Adakan “pesta sholat”

Jikalau anak anda sudah berusia tujuh tahun, maka adakan “pesta sholat” dengan mengundang teman-temanya untuk Sholat berjamaah setelah itu bagikan hadiah kepada semuanya.

Penjelasan. Berikan sajadah, mukenah, tasbih, alarm Sholat. Mereka akan bahagia dan bangga karena hal itu.

Ajarkan mereka tentang Allah

Tanpa pemahaman tentang Allah, maka Sholat hanyalah ritual belaka, sebuah ritual tanpa koneksi emosi dan spiritual kepada Allah Azza Wa Jalla.

Catatan. Dari masa kanak-kanak, beritakan kepada mereka mengenai Allah telah menciptakan segalanya, dan Allah menyediakan untuk mereka dan akan melindungi mereka. Pemberitahuan ini akan menghadirkan sebuah cinta mendalam kepada Allah di hati mereka.

Jadikan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tokoh idola dan pahlawan

Ceritakan tentang Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam di rumah anda. Bacakan cerita dan beritakan sirahnya sebagai rutinitas biasa. Jikalau Nabi menjadi tokoh kesayangannya, maka mereka akan menjadikan Nabi sebagai suri tauladan dan ingin menirunya. Mereka akan Sholat seperti Sholatnya.

Ajak sholat ke Masjid

Sholat paling utama bagi laki-laki Muslim adalah berjamaah di Masjid, jikalau anda memiliki seorang putera maka ajaklah mereka sekali-sekali sholat di Masjid untuk selanjutnya dijadikan rutinitas dengan begini mereka akan lebih memahami bahwa Sholat adalah mempersatukan umat dan lebih baik dilaksanakan di Masjid.

Konsisten

Meskipun kita ingin anak-anak kita mencintai Sholat, maka ada waktunya mereka akan merasa malas dan tidak ingin mengerjakannya.

Penjelasan. Sebagai orang tua adalah kewajiban kita untuk membuat mereka Sholat, terutama saat mereka berusia sepuluh tahun. Jangan biarkan mereka meninggalkan Sholat. Oleh karenanya dibutuhkan konsistensi anda sebagai pengingat, jangan lupakan hal ini.

Berjamaah dengan keluarga

Salah satu cara positif untuk menyemangati anak agar Sholat inialah dengan Sholat berjamaah bersama keluarga.

Cobalah untuk Sholat berjamaah paling tidak sekali bersama keluarga, di mana sang ayah menjadi imam. Jikalau putera anda sudah mampu, beri ia tugas untuk mengumandangkan iqomah atau menjadi imam.

Kesimpulan

Agar anak-anak kita tidak tumbuh sebagai pribadi yang malas mengerjakan Shalat maka ajarkanlah dan didiklah mereka sejak dini, karena jika sudah besar akan menjadi hal yang sangat sulit bagi mereka beralih dari yang jarang atau bahkan tidak pernah Sholat menjadi sering Sholat. Oleh karenanya hindari kondisi itu.

Ajak juga anak-anak anda untuk menunaikan Sholat Jum’at dan Sholat Ied sesering mungkin. Karena kekuataan melihat banyaknya umat melaksanakan Sholat bersama merupakan hal penting mendorong semangat mereka dan merasa sebagai identitas sejati terlahir sebagai seorang Muslim dan sebagai cara agar masuk surga Allah Azza Wa Jalla.

Semoga artikel ini bermanfaat dan silahkan beritahukan kepada keluarga, teman, saudara dan kerabat mengenai artikel ini siapa tahu mereka membutuhkannya. Dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam dari AiTarus.com berikutnya di masa depan.

Tinggalkan komentar