Advertisements

Cara Sholat Gerhana Beserta Niatnya

Gerhana merupakan kondisi astronomi yang terjadi menurut waktu tertentu dimana adanya benda angkasa bergerak masuk ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lainnya.

Fenomena alam ini pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam, dimana saat itu Rasulullah sedang diberi cobaan meninggalnya puteranya, Ibrahim.

Dan sebagian orang menghubungkan terjadinya gerhana matahari dikarenakan meninggalnya putra beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam, oleh karenanya beliau menjawab bahwa gerhana matahari tidak ada hubungannya dengan kematian seseorang.

Lebih lanjut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam menyerukan agar seluruh umatnya melakukan Shalat dan berdoa, daripada menduga-duga hal yang tanpa dasar. Seperti himbauan Rasulullah berikut ini.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ، فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ »

”Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’” [HR. Bukhari no. 1043].

Alhasil Shalat Gerhana menjadi hal Sunnah, bahkan sebagian ulama seperti Imam Abu Hanafi mewajibkannya, selain itu Imam Malik menyamakannya dengan Sholat Jum’at. Sedangkan pendapat lain menetapkannya sebagai Sunnah Muakkadah yakni yang amat ditekankan untuk dilaksanakan.

Berlandas dari sejumlah hadits dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang menyerukan melakukan Shalat saat terjadi gerhana, maka pendapat Imam Abu Hanifah yang mewajibkan Shalat ini tampak paling kuat.

Apa itu gerhana?

Ada dua macam gerhana yakni gerhana bulan dan gerhana matahari, dimana penjelasan dari masing-masing fenomena luar angkasa itu adalah sebagai berikut.

  • Gerhana bulan.
    Gerhana bulan adalah tertutupnya sebagian atau seluruh penampakan bulan oleh bayangan bumi. Hal ini terjadi dikarenakan bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, hasilnya sinar matahari tidak menjangkau bulan karena terhalang bumi.
  • Gerhana matahari.
    Gerhana matahari merupakan fenomena astronomi dimana bulan berada diantara matahari dan bumi, dengan begitu cahaya matahari tertutup sebagian atau seluruhnya oleh bulan sehingga tidak mencapai bumi, hasilnya waktu siang hari tampak gelap di daerah tertentu.

Dalil mengerjakan Shalat Gerhana

Dan berikut adalah hadits lainnya yang bisa dijadikan dalil untuk mewajibkan Shalat Gerhana,  atau paling tidak melaksanakannya guna memenuhi Sunnah.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, berakhirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” [HR. Bukhari no. 1044].

Bahkan dalam hadits lainnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menekankan agar bersegera melaksanakan Shalat Gerhana, yakni pada hadits berikut.

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

”Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” [HR. Bukhari no. 1047].

Dan juga dalam riwayat lain diberitakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memerintahkan untuk melakukan Shalat jika melihat gerhana.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا

”Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka sholatlah.”[HR. Bukhari no. 1043].

Kapan waktu melaksanakan Shalat Gerhana?

Lalu pertanyaannya adalah kapan waktu melaksanakan Shalat sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam? Untuk menjawab ini kita bisa langsung merujuk kepada sebuah hadits

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

”Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.” [HR. Bukhari no. 1047].

Maka ketika terjadi gerhana maka bersegeralah menunaikan Shalat ini.

Lalu bagaimana cara melaksanakan Shalat Gerhana?

Shalat Gerhana bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah, adapun caranya sama seperti melaksanakan Shalat seperti biasa, dan bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

UrutanRakaat PertamaRakaat Kedua
1Membaca niat Sholat GerhanaMembaca al-Fatihah
2Takbiratul Ihram, kemudian membaca doa iftitahMembaca surah al-Qur'an
3Membaca al-FatihahRuku' (Membaca Subhana rabbiyal 'adzhimi wa bihamdihi )
4Membaca surah al-Qur'anI'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)
5Ruku' (Membaca Subhana Rabbiyal 'Adzhimi Wa Bihamdihi )Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
6I'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)
7Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
8Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)Tahiyat akhir
9Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Salam
10Berdiri berlanjut ke rakaat kedua

Membaca niat Shalat Gerhana

Mengenai baca niat masih ada perbedaan, namun dibolehkan sebatas meneguhkan hati agar melaksanakan Shalat yang akan dikerjakan.

Niat shalat gerhana bulan

Mengenai niat Shalat Gerhana untuk Imam.

أُصَلِّي سُنَّةَ الكسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal kusûfi rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.

Artinya::Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana dua rakaat karena Allah ta’ala imaman.”

Dan niat Shalat Gerhana untuk Makmum.

أُصَلِّي سُنَّةَ الكسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal kusûfi rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ.

Artinya::Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana dua rakaat karena Allah ta’ala makmuman.”

Membaca niat Shalat Matahari

Adapun untuk membaca niat shalat gerhana matahari bagi imam dan makmum adalah sebagai berikut:

Tinggalkan komentar