Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi

Sebelum melaksanakan Shalat baik itu Shalat Wajib maupun juga Shalat Sunnah maka kita harus terlebih dahulu mempersiapkan diri kita. Persiapan ini termasuk didalamnya adalah memastikan bahwa diri kita bersih dari kotoran berwujud dan kemudian melakukan Wudhu.

Wudhu (Mensucikan anggota tubuh kita) merupakan perkara wajib sebelum melakukan Wudhu. Dan kita tidak dapat melaksanakan Shalat tanpa terlebih dahulu berwudhu.

Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara wudhu sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam, beserta arti Wudhu, Sunnah Wudhu dan hal yang membatalkan Wudhu.

Silahkan langsung dimulai untuk membacanya semoga bermanfaat Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

Cara wudhu sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Arti wudhu

Menurut bahasa arti Wudhu adalah husnu (keindahan) dan juga nadhofah (kebersihan), dalam Sholat disebut sebagai Wudhu dikarenakan aktivitas ini membersihkan anggota tubuh orang yang akan Shalat dan sekaligus membuatnya indah.

Adapun definisi menurut Syar’i Wudhu merupakan ibadah kepada Allah Ta’ala yaitu dengan mencuci empat anggota badan.

Dalil Syar’i yang memerintahkan berwudhu

Kita mendapati banyak sekali perintah untuk berwudhu sebelum melakukan Shalat bahkan menentukan sah tidaknya shalat. Dan berikut kami hadirkan dalil Al Qur’an dan Hadits yang menyerukan kita untuk wudhu sebelum Shalat.

Dalil Al Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. [Al Maidah (5):6].

Dalil Hadits

Adapun dalil berwudhu sebelum Shalat menentukan sah tidaknya Shalat, seperti yang disabdakan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berikut.

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ، وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ.

“Tidak sah shalat seseorang tanpa wudhu. Dan tidak ada wudhu untuk seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” [Shahih Sunan Ibni Majah (no. 320)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (I/174 no. 101), dan Sunan Ibnu Majah (I/140 no. 399)].

Syarat-syarat Wudhu

Adapun syarat sah Wudhu seperti yang kami kutip dari kitab Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah terdapat 7 syarat Wudhu [Al Mulakhoshul Fiqhiy hal. 24], yakni.

  • Islam,
  • Berakal,
  • Tamyiz,
  • Berniat,
  • Air untuk berwudhu harus air bersih bukan air yang didapat dengan cara haram,
  • Sudah istinja’[Bersuci dari hadas] dan juga ber-istijmar [Sudah membersihkan Qubul dan Dubur dari najis menggunakan air] terlebih dahulu, apabila belum sebaiknya melakukan istinja’ dan istijmar dari hadats,
  • Kulit dapat dicapai oleh air, artinya tidak ada penghalang apapun untuk air mencapai ke kulit.

Sunnah Wudhu

1. Bersiwak, nabi selalu bersiwak seperti yang ia jelaskan dalam sebuah kesempatan.

« لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ »

Artinya:

“Seandainya jika tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap hendak berwudhu”[HR. Tirmidzi no. 22, Abu Dawud no. 37].

2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali ketika akan wudhu, namun sunnah yang satu ini amat ditekankan bagi yang terbangun dari tidur, dengan begitu menjadi perkara yang wajib dilakukan. Adapun keterangannya adalah sebagai berikut:

«وَإِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهَا فِى وَضُوئِهِ ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ »

Artinya:

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah ia mencuci tangannya sebelum ia memasukkan tangannya ke air wudhu, karena ia tidak tahu di mana tangannya bermalam”.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa mencuci tangan sebelum berwudhu adalah bagi mereka yang terbangun dari tidur dikarenakan orang tersebut tidak tahu di mana tangannya berada saat dirinya tidur. Dan Imam Syafi’i Rahimahullah memegang pendapat ini juga ulama lainnya.

3. Sungguh-sungguh saat Istinsyaq dan berkumur kecuali saat sedang puasa. Adapun dalilnya adalah sebagai berikut.

« بَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا »

Artinya:

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali jika kalian sedang berpuasa”[50].

4. Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan saat wudhu. Dalilnya adalah pemberitahuan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini.

« كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيُحِبُّ التَّيَمُّنَ فِى طُهُورِهِ إِذَا تَطَهَّرَ »

Artinya:

“Adalah kebiasaan Nabi Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam sangat menyukai mendahulukan kanan dalam thoharoh (berwudhu)”[HR. Bukhori 168 dan HR. Muslim no. 268].

5. Membasuh anggota wudhu sebanyak 2 kali ataupun 3 kali. Untuk dalil membasuh 2 kali adalah sebagai berikut seperti yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

Artinya:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi Wa Sallam berwudhu (membasuh anggota wudhunya sebanyakpent.) dua kali-dua kali”.[HR. Bukhori 158].

Sedangkan dalil dimana Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam membasuh sebanyak tiga kali menurut pernyataan Usman Bin Affan Radhiyallahu Anhu adalah sebagai berikut.

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ ، فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ…. ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا…

Artinya:

Dari Humroon budaknya Utsman bin Affan, (ketika ia menjadi budaknya Utsman.) suatu ketika beliau memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadah.), kemudian aku tuangkan air dari wadah tersebut ke tangan beliau. Maka ia membasuh tangannya sebanyak 3 kali…kemudian dia membasuh wajahnya sebanyak 3 kali….[HR. Bukhori 164, Muslim no. 226].

6. Tertib, adapun yang dimaksud dengan tertib disini adalah membasuh anggota tubuh yang harus ibasuh sesuai tempat dan urutannya (Sesuai yang termaktub dalam nash kitab suci).

Sedangkan dalil dari urutannya bisa kita lihat dari Hadits Al Miqdam bin Ma’dikarib Al Kindiy rodhiyallahu ‘anhu, berikut ini.

أُتِىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلاَثًا ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ثَلاَثًا وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا ثُمَّ غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلاَثًا ثَلاَثًا ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا

Artinya:

“Rosulullah shallallahu ‘alaihi was sallam melakukan wudhu dengan membasuh tangannya tiga kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq tiga kali, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kakinya tiga kali, kemudian menyapu kepalanya dan telinga bagian luar maupun dalam”[HR. Abu Dawud no. 121].

7. Membaca dua kalimat Syahadat. Setelah selesai melaksanakan Wudhu maka Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam biasa mengucap Syahadat, dalilnya adalah sebagai berikut:

« مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ ».

Artinya:

“Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya kemudian membaca, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah” melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia bisa masuk dari pintu mana saja ia mau” [HR. Muslim no. 234].

Baca juga jadwal Shalat seluruh wilayah Indonesia.

Cara wudhu / cara berwudhu

Sebelum masuk ke langkah-langkah dan tindakan yang dilakukan saat Wudhu maka lakukan ini terlebih dahulu.

    1. Pertama-tama berniat yaitu dengan membaca niat Wudhu dalam hati sebagai penegasan bahwa tindakan Wudhu yang akan dilakukan untuk persiapan melaksanakan Shalat Fardhu atau juga Shalat Sunnah.
    2. Membaca Bismillah, karena tidak sah wudhu tanpa membaca Bismillah atau menyebut nama Allah. Dalilnya adalah:

وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ

Artinya:
Dan tidak ada wudhu untuk seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” [Shahih Sunan Ibni Majah (no. 320)].

Langkah-langkah berwudhu

Cara Wudhu Mencuci Tangan
1. Cara Wudhu Mencuci Tangan

1. Mencuci / membasuh kedua telapak tangan—di mulai dari tangan kanan—sebanyak tiga kali, pastikan air mengenai antara jari-jemari.

Cara Wudhu Kumur-Kumur
2. Cara Wudhu Kumur-Kumur

2. Ambil air dengan tangan kanan lalu masukan kedalam mulut dan kumur-kumur, kemudian semburkan, lakukan sebanyak tiga kali.

Cara Wudhu Memasukan Air Ke Hidung Dan Membuangnya
3. Cara Wudhu Memasukan Air Ke Hidung Dan Membuangnya

3. Ambil air lagi dengan tangan kanan, kemudian masukan kedalam lobang hidung, lalu tarik, dan gunakan tangan kiri untuk mengeluarkan air yang ada di dalam hidung, lakukan ini sebanyak tiga kali.

Cara Wudhu Usap Wajah
4. Cara Wudhu Usap Wajah

4. Usap seluruh wajah sebanyak tiga kali berurutan. Pastikan seluruh muka terkena air, seperti hidung, pipi, dagu, kening, jidat dan daerah dekat kedua kuping.

Cara Wudhu Membasuh Tangan
5. Cara Wudhu Membasuh Tangan

5. Basuh tangan kanan hingga siku sembari menyela-nyela jari-jari tangan kemudian pindah ke tangan kiri melakukan hal yang sama, lakukan ini sebanyak tiga kali.

Cara Wudhu Mengusap Kepala
6. Cara Wudhu Mengusap Kepala

6. Mengusap seluruh kepala dengan gerakan menyapu dari depan hingga ke bagian belakang, kemudian tarik kembali kebagian depan, sebanyak 1 kali [HR. Bukhori 186].

Cara Wudhu Membersihkan Kuping
7. Cara Wudhu Membersihkan Kuping

7. Kemudian dengan air yang sama, menyapu bagian luar dan bagian dalam telinga (Kanan dan Kiri) sebanyak 1 kali.

Cara Wudhu Membasuh Kaki
8. Cara Wudhu Membasuh Kaki

8. Langkah terakhir adalah membasuh kedua kaki hingga dengkul sebanyak tiga kali dimulai dari kaki kanan. Pastikan air mencapai jari-jemari kaki.

Setelah usai melakukan Wudhu, maka ucapkan: “Ashhadu alla ilaha illallahu, wa ash-hadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu.”

“أشهد أن لا إ له إلا الله وحده لا شريك له،

و أشهد أن محمدا عبده و رسوله”

Artinya:

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang pantas disembah kecuali hanya Allah saja, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Baca juga doa setelah Shalat sesuai Sunnah Nabi.

Hal-hal apa saja yang membatalkan Wudhu?

Wudhu akan batal jika anda melakukan hal-hal berikut ini.

  1. Keluar urine.
  2. Buang air besar.
  3. Kentut.
  4. Tertidur.
  5. Dan tindakan lainnya secara sadar maupun tidak sadar.

Baca juga tata cara Tayamum dan niat Tayamum.

Itulah keseluruhan panduan dan tuntunan mengenai cara Wudhu sesuai Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang bisa anda jadikan acuan untuk mengamalkannya. Silahkan beritahukan kepada keluarga, teman, saudara dan kerabat siapa tahu mereka juga membutuhkan informasi ini. Dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam AiTarus.Com di masa depan.

Satu pemikiran pada “Cara Wudhu Sesuai Sunnah Nabi”

Tinggalkan komentar