Apakah Boleh Muslim Memelihara Anjing?

Bolehkan memelihara anjing dalam Islam? Sebagai seorang Muslim bolehkah saya memelihara anjing untuk menjaga rumah, dikarenakan rumah saya berada di area pedalaman yang sepi, di rumah hanya ada ibu dan istri saya. Saya sering kali bertugas keluar kota dan meninggalkan mereka dirumah selama beberapa hari.

Karena hal itu saya sering khawatir kalau-kalau ada maling masuk kerumah dan menyebabkan bahaya bagi ibu dan isteri saya. Akhirnya saya berpikir untuk membeli seekor anjing dan memeliharanya guna menjaga rumah saya dari maling dan orang jahat.

Pertanyaan saya ulangi kembali, bolehkah untuk keperluan keamanan saya memelihara anjing? Terima kasih untuk jawabannya.

Jawaban.

Segala puji hanya bagi Allah Azza Wa Jalla

Bagaimana hukum memelihara anjing dalam Islam

Bolehkan seorang Muslim memelihara anjing?

Dibolehkan untuk memelihara seekor anjing sebagai anjing penjaga, selama anda menjauhkan si anjing dari memasuki rumah dan juga harus berhati-hati jangan sampai pakaian dan wadah minum terjilat oleh lidah dan kena air liurnya.

Perlu diketahui bahwa Islam membolehkan kita memelihara anjing, namun dengan tujuan yang digariskan dengan tegas dan nyata, seperti dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma berikut ini.

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memelihara anjing, maka amalnya akan dikurangi satu qirath setiap harinya, kecuali anjing untuk menjaga pertanian atau memelihara ternak”. [HR. Bukhari, no. 5163, Muslim, no. 1574]

Juga pada versi riwayat lainnya namun dengan matan yang sama.

“Barangsiapa yang memelihara seekor anjing, kecuali anjing untuk berburu atau memelihara ternak, maka amalnya akan diturunkan dua qirath setiap hari”. [Hr.Muslim 1574].

Anjing yang digunakan untuk berburu, pertanian dan memelihara ternak a3dalah disimpulkan sebagai anjing penjaga.

Hadits ini mengindikasikan bahwa memang diizinkan untuk memelihara seekor anjing untuk memelihara harta benda pemiliknya.

Al-Iraaqi dalam Tarh Al-Tathreeb 6:28 menceritakan: Para sahabat kami dan yang lain berkata: dibolehkan memelihara seeokor anjing untuk tiga tujuan ini, yakni untuk berburu dan melindungi ternak dan tanah pertanian. Mereka berbeda pendapat untuk tujuan keempat, yaitu untuk menjaga rumah atau jalanan. Sebagian dari kami mengharamkannya karena hadits, yang dengan jelas mengatakan haram kecuali demi satu dari tiga tujuan ini. Namun sebagian besar dari kami menyatakan; yang merupakan pandangan yang lebih benar, dibolehkan dengan qiyas, bahwa menjaga rumah diqiyaskan menjaga ternak dan tanah pertanian yang merupakan harta benda pemiliknya. Hal ini berdasarkan dalil yang dipahami dari hadits Rasulullah itu.

Imam Nawawi juga setuju dengan pendapat dibolehkan memelihara anjing sebagai penjaga.

Imam Nawawi berkata, “Diperselisihkan dalam hal memelihara anjing selain untuk tujuan yang tiga di atas, seperti untuk menjaga rumah, jalanan. Pendapat yang lebih kuat adalah dibolehkan, sebagai qiyas dari ketiga hal tersebut, karena adanya illat (alasan) yang dapat disimpulkan adalah hadits, yaitu: Kebutuhan.” selesai.  [Syarh Muslim, 10/236].

Syarat dibolehkan memelihara anjing penjaga

Adapun mengenai syarat dibolehkan memelihara anjing sebagai penjaga apabila memang letak rumah berada diwilayah yang kemungkinan besar berpotensi terjadi kejahatan, seperti wilayah sepi jauh dari keramaian, wilayah rawan kejahatan. Hal ini secara garis besar dipaparkan oleh Syekh Ibn Utsaimin rahimahullah berkata.

“Dengan demikian, rumah yang terletak di tengah kota, tidak ada alasan untuk memelihara anjing untuk keamanan, maka memelihara anjing untuk tujuan tersebut dalam kondisi seperti itu diharamkan, tidak boleh, dan akan mengurangi pahala pemiliknya satu qirath atau dua qirath setiap harinya. Mereka harus mengusir anjing tersebut dan tidak boleh memeliharanya. Adapun kalau rumahnya terletak di pedalaman, sekitarnya sepi tidak ada orang bersamanya, maka ketika itu dibolehkan memelihara anjing untuk keamanan rumah dan orang yang ada di dalamnya. Menjaga penghuni rumah jelas lebih utama dibanding menjaga hewan ternak atau tanaman.” Selesai. [‘Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, 4/246].

Apakah anjing itu najis?

Perlu dipahami bahwa anjing tidak najis, hanya air liurnya saja. Jadi jika anda menyentuh atau disentuh, membelai anjing maka tidak wajib menyucikan diri dengan apapun. Karena anjing bukan esensi yang najis secara keseluruhan.  Hanya liurnya saja yang menajiskan. Maka jika anda melihat seekor anjing minum dari sebuah wadah, maka air dalam wadah harus dibuang dan wadahnya dicuci sebanyak tujuh kali dan yang kedelapan dengan debu.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

 ( طُهُورُ إِنَاءِ أحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الكَلْبُ أنْيَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ ) رواه مسلم ( 279 (

“Sucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali, basuhan pertama dengan debu”. [HR. Muslim, no. 279].

Dalam riwayat lain oleh Muslim dikatakan bahwa.

(Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda), “Jika anjing menjilati wadah, maka basuhlah sebanyak tujuh kali, dan yang kedelapan taburkan dengan tanah”. [HR. Muslim, no. 280].

Jika wadah tersebut ingin digunakan lagi. Jika wadah tersebut memang diperuntukan khusus untuk minum anjing, maka tidak perlu disucikan.

Adapun mengenai larangan anjing masuk kedalam rumah, itu dikarenakan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam yang mengatakan: “Para malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya ada seekor anjing dan gambar”. [Diriwayatkan oleh-Bukhari, 3322 dan Muslim, 2106].

Oleh sebab itulah jika ingin memelihara anjing penjaga untuk menjaga harta benda, maka pastikan si anjing tidak memasuki rumah dan tidak najis jika menyentuh dan membelainya, atau tersentuh olehnya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar