Advertisements

Dalil Dan Hukum Melaksanakan Shalat Dhuha

Aitarus.com — Dalam ibadah wajib kita mengetahui dalil yang memerintahkannya atau yang membolehkannya. Sia-sia ibadah jikalau tanpa ada perintah dan anjuran. Begitupula Shalat Dhuha, tentu nama Shalat Sunnah yang satu ini sudah tidak asing lagi ditelinga.

Namun begitu, apakah dalil dan hukum untuk melaksanakannya juga tidak asing ditelinga kita? Bisa jadi belum, karena itulah di artikel ini saya mengundang anda untuk mempelajarinya sebelum akhirnya melaksanakan ibadah Shalat Sunnah Muakkadah yang mulia ini.

Hukum Sholat Dhuha

Shalat Dhuha termasuk kedalam Sunnah Muakkad, dalam bahasa Fiqih merupakan jenis ibadah Sunnah amat dianjurkan untuk dikerjakan.

Nabi Shallahu Alaihi Wa Ali Wa Sallam amat menganjurkannya:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, ” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih, Al-Bukhari No. 1981, Muslim No. 721).

Tinggalkan komentar