Advertisements

Doa Rezeki Lancar Dan Berlimpah Yang Halal Diajarkan Nabi

Aitarus.com — Dengan mengamalkan doa rezeki lancar dan doa rezeki berlimpah ini Insya Allah hajat kita untuk memperoleh rezeki sesuai yang diharapkan akan terkabul sembari kita juga sekuat tenaga untuk menghindari 6 hal penghambat rezeki dan tidak boros dengan cara berhenti membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu.

Manusia terlahir ke bumi dibarengi dengan memiliki kebutuhan jasmani dan rohani, karena itulah manusia disebut makhluk yang memiliki hawa nafsu.

Setiap manusia harus memiliki nafsu, berbahaya sekali jika tidak, karena tidak ubahnya seperti mayat. Namun juga berbahaya jikalau tidak dapat mengendalikannya, untuk bahasan tentang hawa nafsu silahkan baca artikel ini.

Karena memiliki nafsu makanya manusia membutuhkan hal lain untuk mendukung hidupnya, yakni untuk menafkahi dirinya dengan makan, minum, rumah dan sebagainya.

Hal-hal itu adalah rezeki, yakni sesuatu yang menyertai manusia selama kesempatan hidupnya di dunia ini. Dan karena itulah manusia mencarinya guna menopang kebutuhan jasmaninya.

Seringkali kita memandang rezeki dengan sempit yakni hanya harta dan tahta saja, padahal rezeki tidaklah sebatas itu saja. Nafas yang kita hirup setiap detiknya juga rezeki, mata, telinga dan semuanya merupakan limpahan rezeki yang diberikan begitu saja kepada kita tanpa perlu usaha.

Bahkan istri dan anak-anak kita juga adalah rezeki yang Allah Azza Wa Jalla berikan. Namun seringkali kita tidak menyadarinya hasilnya kita tidak bersyukur.

Lalu apa sebenarnya rezeki itu?

هُوَ كُلُّ مَا تَنْتَفِعُ بِهِ مِمَّا اَبَاحَهُ اللهُ لَكَ سَوَاءٌ كَانَ مَلْبُوْسٌ اَوْ مَطْعُوْمٌ … حَتَّى الزَّوْجَة رِزْق، الاَوْلاَدُ وَ البَنَاتُ رِزْقٌ وَ الصِّحَةُ وَ السَّمْعُ وَ العَقْلُ …الخ

“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak perempuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.” [Sumber: Rumaysho].

Penjelasan diatas memaknai bahwa rezeki adalah segala sesuatu yang memberi manfaat dan Allah telah halalkan untuk kita, dan hal itu bisa apapun.

Lalu apakah tidak diperkenankan memohon rezeki harta?

Tentu saja kita diperkenankan untuk memperkaya diri kita dengan harta, uang, pakaian yang mahal juga rumah megah dan peralatan lainnya. Allah tidak melarang umat Islam menjadi kaya raya. Perlu diketahui bahwa menjadi kaya banyak keutamaannya.

Dengan menjadi kaya atau paling tidak memiliki banyak uang, maka kita dapat membantu sesama, bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjamin surga untuk mereka yang dapat menjaminnya.

مَنْ يَكْفُلُ لِي أَنْ لَا يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا وَأَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang bisa menjaminku untuk tidak meminta-minta suatu kebutuhan apapun kepada seseorang maka aku akan menjamin dengan surga.” [HR. Abu Daud. Sanadnya dishahihkan Imam Nawawi].

Adalah mustahil bagi seseorang untuk dapat menjamin saudaranya apabila dirinya sendiri dalam keadaan kekurangan. Karena itu menjadi kaya merupakan hal yang sewajarnya menjadi tujuan bagi setiap umat Islam.

“Dahulu saya pernah mendengar sebuah kisah mengandung pelajaran yakni dikisahkan seorang yang mati syahid di jalan Allah ketika ingin dimasukan ke dalam Surga dirinya ditanya siapa yang mengajarimu untuk berjihad, si mujahid menjawab guruku, maka malaikat berkata kalau begitu gurumu yang lebih berhak masuk surga terlebih dahulu, kemudian sang guru dipanggil lalu dirinya ditanya kamu belajar agama dari siapa saya mempelajari dari guru dan mendapatkan kitab-kitab agama, lalu malaikat bertanya siapa yang memberimu kitab-kitab itu? Si guru menjawab, orang kaya, maka si malaikat berkata jika begitu maka si orang kaya yang lebih berhak masuk surga terlebih dahulu.” [Ini hanya sebuah kisah bukan fakta, namun kita dapat mengambil pelajaran darinya].

Dengan kelapangan rezeki yang Allah Ta’ala berikan maka kita bisa menafkahkan sebagian kepada mereka yang membutuhkan.

وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Dan menafkahkan (mengeluarkan) sebagian rezeki yang dinafkahkan untuk mereka.” [QS. Al-Baqarah: 3].

Karena itulah apabila sekarang ini Allah memberikan begitu banyak rezeki kepada kita, jangan lupakan untuk berbagi kepada yang lain, yakinlah hal itu tidak akan merugikanmu sama sekali.

Kita hadir disaat orang kesusahan kita bayarkan hutang mereka, kita beri mereka modal untuk memulai usaha dan sebagainya, dengan begitu kita telah menjaga amanat rezeki yang Allah Ta’ala berikan.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan hutangnya atau menghilangkan rasa laparnya.” [HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176].

Tinggalkan komentar