Doa Sebelum Tidur Dan Sunnah Sebelum Dan Sesudah Tidur

Doa sebelum tidur sesuai Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam—Tidur merupakan aktivitas untuk mengistirahatkan tubuh kita, saat tubuh kita tertidur maka disaat yang sama tubuh kita memperbaiki sel-sel yang rusak. Dan selain itu, kita juga akan memperoleh manfaat sehat lainnya seperti mencegah stress, mencegah penyakit, meningkatkan daya ingat dan juga meningkatkan energi. Dengan begitu banyak manfaat tidur bagi kita maka sudah wajar jika setiap manusia ingin tidur setelah melakukan aktivitas selama seharian hingga malam.

Namun sebagai seorang Muslim apakah kita melakukan apa yang Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lakukan saat beliau ingin berangkat tidur? Inilah pertanyaan besarnya. Sebagai umatnya sudah sewajarnya kita mengetahui tindakan-tindakan yang Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam atau yang disebut Sunnah saat ingin tidur.

Dan di artikel ini akan kami suguhkan Sunnah yang nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lakukan sebelum pergi tidur, yakni berupa doa sebelum tidur dan persiapan-persiapan sebelum tidur.

Insya Allah akan memberikan manfaat bagi kita dan kita pun akan terbiasa mengikuti Sunnahnya hingga dalam urusan persiapan untuk istirahat (Tidur).

Persiapan sebelum tidur

  1. Mengucap  بِسْمِ اللَّهِ Bismillah bsebelum menutup pintu-pintu rumah dan sebelum mematikan lampu / cahaya [Bukhari].
  2. Agar membersihkan tempat tidur atau mengibaskannya untuk membersihkan kotoran yang mungkin ada ditempat tidur, hal ini seperti yang di anjurkan Nabi berikut ini.

    إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ.

    “Apabila seorang di antara kalian ingin tidur, maka ambilah potongan kain lalu mengibaskan tempat tidurnya dengan kain itu sambil berucap, ‘Bismillah,’ dikarenakan ia tidak akan sadar apa yang telah (mungkin) terjadi sepeninggalnya tadi.” [HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050. Lafazh yang seperti ini berdasarkan riwayat Muslim].

  3. Bersiwak sebelum tidur meskipun telah melakukannya untuk Shalat Isya. [Kitabut Tahaarah and Sunnats].
  4. Berwudhu sebelum tidur, adalah amat dianjurkan bagi kita untuk berwudhu sebelum tidur, seperti yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam berikut ini.

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ.

    “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk melakukan shalat.” [HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710].

    Baca juga doa masuk Masjid.

  5. Memakai celak ketika ingin tidur, hal ini seperti yang diberitakan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu berikut ini.

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْتَحِلُ بِالإِثْمِدِ كُلَّ لَيْلَةٍ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ فِيْ كُلِّ عَيْنٍ ثَلاَثَةَ أَمْيَالٍ.

    “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai celak pada kedua matanya sebanyak tiga kali goresan.” [HR. Ibnu Majah no. 3497. Lihat Syamaa-il Muhammadiyyah hal. 44].

  6. Hendaknya posisi tidur menghadap kanan dimana rusuk kanan sebagai tumpuan dan tangan kanan kita sebagai bantal. Hal ini berdasarkan yang dianjurkan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

    اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ.

    “Berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu.” [HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710].

Membaca ayat-ayat Al Qur’an sebelum tidur

Adalah sangat dianjurkan untuk membaca sejumlah ayat-ayat suci Al Qur’an sebelum kita tidur. Adapun ayat-ayat Al Qur’an yang disunnahkan untuk dibaca adalah sebagai berikut.

Membaca Ayat kursi

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia, Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” [Al-Baqarah/2: 255]. [Fat-hul Baari XI/267 no. 2311, 5010 (cet. Daar Abi Hayaan, 1416 H].

Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-Rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdo’a): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma-aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.’” [Al-Baqarah/2: 285-286][HR. Al-Bukhari no. 5051 dan Muslim no. 807-808].

Membaca Qul Huwallaahu Ahad, Qul a’uudzu bi Rabbil falaq dan Qul a’uudzu bi Rabbin naas

Hal ini berdasarkan pada riwayat-riwayat yang menganjurkan hal tersebut.[Muslim no. 2192, Abu Dawud no. 3902, At Tirmidzi no. 3402 dan Ibnu Majah no. 3539].

Doa sebelum tidur

Sangat dianjurkan setelah membaca ayat-ayat Al Qur’an tadi untuk membaca doa sebelum tidur berikut ini.

Doa sebelum tidur (I)

بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهاَ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.

Doa sebelum tidur latin

Bissmika robbiy wa dho’tu janbiiy wa bikaa ar fauhuu, in amsaktaa nafsiiy far hamhaa, wa in arsaltahaa. Faahfadhaa bimaa tahfadh bihi ibadakaa ‘shoolihiin.

Artinya.

“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.”[HR. Al-Bukhari no. 6320].

Doa sebelum tidur (II) Arab

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ, لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ.

Doa sebelum tidur (II) latin

Allahummaa aslamtu nafsiiy ilaykaa wafa’wad tu amriii ilaykaa wa wa ‘jahtu wajhiyy ilaykaa wa ‘alja’ tu dhohriiy ilaykaa, rogbataa waroh ba’ta ilaykaa, laa malja amaljaa aa wa laa manjaa minka ilaa ilayka astagfiruka wa atubuu ilaykaa, amantu bikitaabikaa ladziiy anzalta wa binabiyikaa ‘ladziiy arsalta.

Artinya.

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (ancaman)-Mu kecuali kepada-Mu, aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau utus.” [HR. Al-Bukhari no. 247, 6113, 6313, 7488, Muslim no. 2710, Abu Dawud no. 5046 dan at-Tirmidzi no. 3394].

Doa sebelum tidur (III) Arab

فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ.

Doa sebelum tidur (III) latin

Fagfirliiy Maa qodamtuu wa maa akhortu wa maa asror tu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihi mi’niiy antal muqodimu wa antal muu khiruu laa ilaha illa anta.

Artinya.

“Ampunilah dosa-dosaku di masa lalu dan masa yang akan datang, yang tersembunyi, serta yang nampak. Engkaulah Yang terdahulu dan Yang terakhir dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” [HR. Al-Bukhari no. 1120, 6317 dan Muslim no. 2717].

Doa sebelum tidur (IV) Arab

اَللّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ.

Doa sebelum tidur (IV) latin

Allahuma qiniiy adzabakaa yaumaa tab’a tsu ibaa dakaa.

Artinya.

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksa-Mu pada hari dimana Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” [HR. Abu Dawud no. 5045, at-Tirmidzi no. 3399, Ibnu Majah no. 3877 dan Ibnu Hibban no. 2350. Lihat Shahiih at-Tirmidzi no. III/143].

Silahkan dibaca pula doa setelah Shalat sesuai Sunnah Nabi.

Doa setelah bangun tidur

Sedangkan doa bangun tidur yang biasa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam baca sebelum berdiri dari tempat tidur adalah.

Doa bangun tidur bahasa Arab

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ.

Doa setelah bangun tidur latin

Alhamdulillahi ‘Ladziiy Ahyanaa ba’da maa amaa tanaa wa ilayhii nusyuuur.

Artinya.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.”[HR. Al-Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711].

Jika terbangun di malam hari, sebaiknya pula menjalankan Shalat malam, seperti Tahajud, silahkan ikuti tata cara Shalat Tahajud.

Sunnah setelah bangun tidur

Adapun sunnah-sunnah yang dilakukan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lakukan setelah terbangun dari tidurnya adalah sebagai berikut.

  1. Membaca doa bangun tidur (Lihat bagian atas).
  2. Mengusap bekas tidur yang terdapat pada tangan dan wajah, hal ini seperti yang tertulis dalam hadits berikut ini.

    فَاسْتَيْقَظَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ.

    “Maka bangunlah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangannya.” [HR. Muslim no. 763 (182)].

  3. Bersyiwak, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam selalu bersyiwak ketika terbangun dari tidurnya seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini.

    كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ يَصُوْشُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ.

    “Apabila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” [HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255].

  4. Melakukan beristintsaar , istintsaar adalah mengeluarkan atau menyemburkan dari hidung setelah kita terlebih dahulu menghirupnya.

    إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثاً فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلَى خَيْشُوْمِهِ.

    “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesungguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” [HR. Bukhari no. 3295 dan Muslim no. 238].

  5. Nabi juga mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali, seperti yang diberitakan dalam hadits berikut.

    إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِي اْلإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا.

    “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” [HR. Al-Bukhari no. 162 dan Muslim no. 278].

Akhirul kalam

Itulah keseluruhan informasi mengenai doa sebelum tidur, persiapan saat ingin tidur, sunnah sebelum dan setelah bangun tidur berikut doa setelah bangun tidur sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam seperti yang diberitakan oleh berbagai hadits Shahih yang sudah saya ungkap di bagian artikel ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan silahkan beritahukan kepada keluarga, teman, saudara dan kerabat mengenai informasi doa sebelum tidur dan setelah bangun tidur ini kepada mereka dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam dari AiTarus.Com berikutnya dimasa datang.

Tinggalkan komentar