Doa Turun Hujan Menurut Hadits Shahih

Doa Turun Hujan Hadits Shahih
  • Advertisements

  • Hujan adalah keberkahan yang Allah turunkan dari langit untuk menumbuhkan pepohonan (QS: Qaaf (50) : 9) dan memberikan kehidupan pada bumi yang mati (QS: Az-Zukhruf : 11) lalu doa apakah yang dibaca oleh nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam saat turunnya hujan? Maka silahkan amalkan doa turun hujan menurut sunnah dari riwayat yang Shahih.

    Tidak hanya mengenai doa turun hujan yang akan dibahas pada artikel ini namun juga doa saat mendengar petir dan juga hadits Shahih yang menyatakan bahwa saat turun hujan merupakan saat doa kita tidak ditolak oleh Allah Ta’ala. Silahkan simak.

    1. Doa apakah yang dibaca Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ketika turun hujan, dan melihat kilat dan petir?
    2. Apakah ada hadits yang menjelaskan bahwa dua saat turunnya hujan akan di ijabah?

    Jawaban:

    Segala puja-puji hanya bagi Allah Azza Wa Jalla

    Doa hujan turun menurut hadits Shahih

    Pertama-tama:

    Hadits tentang hujan yang kita sudah kenal secara luas diriwayatkan oleh siti ‘Aisyah (Radhiyallahu Anha) di saat Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam) melihat hujan turun, ia akan berkata (berdoa):

    Doa turun hujan riwayat Al Bukhari Arab

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Doa turun hujan riwayat Al Bukhari latin

    “Allahumma Shayyiban Naafi’a”.

    Arti doa turun hujan riwayat Al Bukhari

    Ya Allah, jadikan hujan ini, hujan yang membawa kebaikan. [al-Bukhaari 1032].

    Doa turun hujan riwayat Abu Dawud

    Namun riwayat yang diberitakan oleh Abu Dawud no.599, Rasulullah berdoa:

    Doa turun hujan riwayat Abu Dawud bahasa Arab

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا

    Doa turun hujan riwayat Abu Dawud latin

    Allahumma Sayyiban Hani’an

    Arti doa turun turun hujan riwayat Abu Dawud

    Ya Allah jadikanlah hujan lebat ini berfaedah.

    Kata Sayib dalam hadits ini di artikan sebagai hujan lebat, yang merujuk kepada curah. Kata ini terdapat pula pada Surat Al Baqarah (2):19, yakni.

    أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ

    Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit

    Adalah Mustahab untuk menyingkap bagian tubuh saat hujan turun agar airnya membasahi / mengalir bagian tubuh kita, karena hal ini didukung oleh hadits riwayat Anas (Radiyallahu Anhu) yang mengatakan:

    هِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى

    Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi Wa Sallam,  maka Rasululullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi Wa Sallam membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,

    لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

    “Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.” (HR. Muslim no. 898).

    Doa ketika turun hujan lebat

    Di saat hujan semakin lebat, nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) berdoa:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Doa hujan lebat latin

    “Allahuma Hawalayna Wa la ‘Alayna: Allahumma ‘Ala Al-aakaami Wa’thirabi, we butunil awdiyah wa manabitis syajari.

    Artinya:

    Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami. Jangan turunkan hujan ini kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ini di dataran tinggi, di anak bukit, di perut lembah, atau di tanah yang menumbuhkan pepohonan. [al-Bukhaari No. 1014].

    Doa ketika mendengar petir

    Doa ketika dengar suara petir diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Az-Zubayr (Radiyallahu Anhu) ketika ia mendengar petir ia akan berhenti berbicara dan berdoa:

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Doa ketika mendengar petir latin

    Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi.

    Artinya:

    “Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya” [ar-Ra‘d 13:13].

    Kemudian dia akan mengatakan: “Ini adalah sebuah peringatan keras bagi penduduk bumi.[Diriwayatkan oleh al-Bukhaari dalam kitab al-Adab al-Mufrad No. 723, Maalik dalam kitab al-Muwatta’ (3641). Isnadnya di daulat sebagai Shahih oleh an-Nawawi dalam kitab al-Adhkaar (235) dan juga Albani dalam kitab Sahih al-Adab al-Mufrad (556).

    Sejauh ini kami tidak mendapati hadits marfu (Sanadnya sampai kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam) dimana Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam mengenai doa ini.

    Dan juga tidak pula ada doa dan dzikir dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam saat melihat kilat, lagi-lagi sejauh yang kami tahu. Allahu a’lam Bishawab.

    Kedua

    Saat turunnya hujan adalah waktunya hadiah dan rahmat dari Allah Azza Wa Jalla kepada seluruh hamba-Nya, dimana didalamnya penuh keberkahan, dan saat inilah dimana doa akan dikabulkan.

    Dan dalam sebuah hadits marfu dari Sahl Ibnu Sa’d dimana Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) berkata:

    ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

    Artinya:

    “Dua (doa) yang tidak akan ditolak, yakni doa saat Adzan dan doa saat turunnya hujan.” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak (2534); at-Thabrani dalam kitab al-Mu‘jam al-Kabir (5756); dikategorikan sebagai Sahih oleh al-Albani in Sahih al-Jaami‘ (3078).

    Allahu a’lam Bishawab.

    Tinggalkan komentar