Hukum Berpuasa Di Bulan Rajab

Pertanyaan:

Apakah hukum puasa di bulan Rajab?

Jawaban:

Segala puji hanya untuk Allah

Pertama-tama

Perlu kita fahami bahwa Bulan Rajab merupakan salah satu bulan utama dimana Allah Ta’ala menjelaskan:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (At Taubah 9:36).

Bulan utama yang dimaksud adalah: Rajab, Dhu’l-Qai’dah, Dhu’l-Hijjah dan Muharram.

Al-Bukhaari (4662) dan Muslim (1679) melaporkan dari Abu Bakrah (R.A) bahwa Nabi (S.A.W) mengatakan: “Tahun terdiri dari dua belas bulan, empat diantaranya adalah bulan-bulan utama: tiga bulan berurutan; Dhu’l-Qa’dah, Dhu’l-Hijjah dan Muharram, dan Rajab Mudar datang di antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.

4 bulan ini disebut bulan haram karena dua alasan:

1-Dilarangnya berperang kecuali di serang terlebih dahulu oleh musuh.

2-tersebut larangan untuk melakukan perbuatan maksiat lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya dikarenakan mulianya bulan tersebut.

Oleh karenanya Allah Ta’ala melarang melakukan dosa saat di bulan-bulan ini, sebagaimana Allah Ta’ala katakan:

“janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”. [al-Tawbah 9:36]

Meskipun kita sebagai Muslim kita selalu dilarang untuk melakukan dosa, namun pada bulan-bulan ini, pelarangannya lebih besar lagi.

Al-Sa’di mengatakan (hal. 373):

Pada kalimat “janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”, penyebutannya dapat difahami sebagai empat bulan haram, dan pelarangan ini berlaku pada bulan-bulan itu, namun juga dilarang melakukan dosa pada bulan-bulan lainnya, namun pada bulan Haram lebih dilarang lagi, lebih buruk imbasnya dibandingkan di bulan lainnya.

Hukum puasa Rajab

Berkenaan dengan hukum berpuasa di bulan Rajab, tidak ada hadits Shahih yang mengindikasikan bahwa ada kekhususan berpuasa diseluruh atau di sebagian pada bulan ini.

Apa yang dilakukan sebagian orang yang mengkhususkan berpuasa di bulan Rajab, karena meyakini bahwa puasa dibulan ini lebih baik dibanding bulan lainnya, maka tidak punya dasar syariah.

Namun begitu memang ada sebuah hadits dari Nabi (Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam) yang mengindikasikan bahwa merupakan hal mustahab untuk berpuasa di saat bulan-bulan Haram (Dan Rajab merupakan salah satu bulan-bulan Haram). Nabi (Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam) mengatakan: “Berpuasalah di sejumlah hari pada bulan Haram jangan di bulan lainnya (Kecuali Ramadhan).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya. Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dinilai dhaif oleh ulama lainnya).

Meskipun hadits di atas Shahih, maka menunjukkan bahwa mustahab untuk berpuasa di semua bulan Haram. Maka jikalau seseorang ingin berpuasa di bulan Rajab berdasarkan hadits ini, maka ia harus pula berpuasa di bulan-bulan lainnya, tidak ada salah untuk itu. Tapi jika mengkhususkan hanya pada bulan Rajab maka itu tidaklah benar.

Syaykh al-Islam Ibn Taymiyah (R.A) mengatakan pada Majmu al-Fatawaa ((25/290):

Mengenai berpuasa khusus dibulan Rajab, haditsnya semuanya dhaif, bahkan ada yang maudhu’. Para ulama tidak bersandar padanya. Mereka bukan termasuk diantara Hadits berkenaan ibadah, sebagian besar dari mereka dipalsukan bahkan palsu. Dalam al-Musnad dan ditimpat lainnya terdapat sebuah Hadits yang mengatakan bahwa Nabi (Shallallahu ‘Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam) berpuasa dibulan-bulan Haram, yakni bulan Rajab, Dhu’l Qa’dah, Dhu’l-Hijjah dan Muharam, namun dirinya melakukan disemua bulan, bukan hanya Rajab.

Shaykh Sayyid Sabiq dalam Fiqh al-Sunnah (1/282):

Berpuasa di bulan Rajab tidak lebih baik dibandingkan dengan berpuasa di bulan lainnya, kecuali hanya pada bulan itu diantara bulan Haram lainnya. Tidak ada laporan dari shahih Sunnah yang menjelaskan keutamaan berpuasa di bulan ini.


Tinggalkan komentar