Advertisements

Jagalah Allah, Agar Engkau Dijaga Oleh-Nya

Sahabat Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhu meriwayatkan:

Suatu hari aku berkendara di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Hai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.” [Hr.Tirmidzi].

Hadits ini adalah sebagian dari hadits kesembilan-belas dari silsilah kitab Arbain Nawawiyah. Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhu yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang tokoh sahabat sekaligus sepupu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau lahir tiga tahun sebelum peristiwa Hijrah. Sesaat setelah melahirkan, ibunya membawa bayi Abdullah kepada baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk didoakan.

Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam pun mengadzani telinga kanannya, mengumandangkan Iqomah di telinga kiri, kemudian berkata kepada sang ibu.

“Pergilah dengan membawa datuk dari para Khalifah.” [Hr. Ibnu Asakir].

Di kemudian hari, para keturunan Abdullah Bin Abbas ini membuat suatu dinasti Islam yang menjadi pusat peradaban dunia, Dinasti Abbasiyah.

Karena keluasan wawasan Al Qur’annya, Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu dijuluki Tarjammul Quran (Penerjemah Al Qur’an). Beliau juga dijuluki Al-Bahr (Samudra) sebab keilmuannya yang bagaikan samudra tak terbatas.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah mendoakannya secara khusus.

“Ya Allah, fahamkan ia akan agama dan ajarkanlah ia ilmu Takwil (Tafsir).” [Hr. Ahmad].

Karena keberkahan doa ini, Sahabat Ibnu Abbas menjadi ulama tanpa tandingan di kalangan para sahabat. Rumah sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu senantiasa dikunjungi orang, sehingga setiap hari beliau harus membagi orang-orang itu.

Pertama, kelompok yang ingin bertanya mengenai ilmu Al-Qur’an dipersilahkan masuk. Setelah selesai, beliau mempersilahkan kelompok yang ingin bertanya mengenai ilmu Fiqih. Setelah mereka semua selesai, beliau mempersilahkan kelompok yang ingin bertanya mengenai ilmu Waris untuk masuk. Setelah mereka selesai, beliau mempersilahkan kelompok yang ingin bertanya mengenai ilmu Bahasa Arab.

Semua pertanyaan yang diajukan kepada beliau dijawab, bahkan beliau menambahkan faidah ilmu yang tidak mereka tanyakan.

Sahabat Ibnu Abbas wafat pada tahun 68 H di usia 70 tahun. Beliau meriwayatkan sekitar 1.660 hadits. Yang menshalatkan beliau adalah Muhammad bin Al-Hanafiyah. Saat itu beliau berkata: “Demi Allah, saat ini orang terbaik di masanya telah berpulang.”