Keutamaan Bulan Ramadhan

Paket Umroh Akhir Tahun

Ramadhan adalah salah satu dari nama dua bulan dalam penanggalan Hijriah. Ini adalah bulan yang amat dimuliakan dalam agama Islam, dan ini adalah bulan yang dibedakan dari semua bulan lain dikarenakan sejumlah hal yang membuat bulan Ramadhan begitu utama.

Adapun keutamaan dari bulan Ramadhan adalah bisa kita temui dalam Al Qur’an dan juga Al Hadits, silahkan disimak agar kita semua begitu pentingnya bulan Ramadhan bagi kita.

Keutamaan bulan Ramadhan

1—Puasa dibulan Ramadhan dijadikan sebagai salah satu rukun Islam yakni rukun ke-empat

Sebagaimana firman Allah Ta’ala sabdakan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. [al-Baqarah 2:185].

Diriwayatkan dalam al-Saheehayn (Lihat al-Muslim, 16 dan al-Bukhari, 8) dari Hadits Ibnu Umar menjelaskan bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Islam dibangun diatas lima rukun: (1) Bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah; (2) Mendirikan Shalat; (3) Membayar Zakat; (4) Puasa Ramadhan; (5) Haji ke tanah suci (Ka’bah).”

Silahkan baca juga keutamaan Sahur.

2—Allah menurunkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan ini

Seperti yang difirmankan Allah pada ayat Al Baqarah 185 yang telah bersama kita baca diatas.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”[al-Baqarah 2:185].

Dan Allah juga bersabda pada ayat lainnya sebagai berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” [al-Qadr 97:1].

3-–-Allah menetapkan Lailatul Qadar pada bulan ini

Yakni malam kemuliaan yang lebih dari pada seribu bulan, seperti yang tertulis pada ayat:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” [al-Qadr 97:1].

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” [al-Dukhan 44:3].

Allah telah memberkahi Ramadhan dengan Lailatul Qadar. Untuk menjelaskan kemuliaan dari malam ini maka Surat Al Qadar diwahyukan, dan ada banyak hadits lainnya yang juga menjelaskan hal yang sama, salah satunnya adalah Hadits dari Abu Hurairah (Radhiyallahu Anhu) yang bersabda:

“Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam) bersabda: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, sebuah bulan penuh berkah dimana Allah memerintahkan untuk berpuasa, dan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan para iblis pemberontak dibelenggu. Dan di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan.” (Diriwayatkan oleh Al-Nasaa’i no.2106, Ahmad no.8769).

Dan Abu Hurairah (Radiyallahu Anhu) bersabda: Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901 & Muslim no.760).

4—Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai ajang menghapus dosa

Seperti yang telah disebutkan dalam al-Sahihain (al-Bukhaari, 2014; Muslim, 760) dari Hadits Abu Hurairah dimana Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”.

Dan al-Bukhari (2008) dan Muslim (174) diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi (Shallallahu Alihi Wa Sallam) bersabda:

“Barangsiapa yang menghabiskan malam Ramadhan dengan shalat karena iman dan berharap pahala, maka dosa-dosa telah lalu akan diampuni.”

Umat Muslim sepakat bahwa adalah Sunnah untuk shalat Qiyam pada malam dibulan Ramadhan. Al-Nawawi menjelaskan bahwa  yang dimaksud dengan shalat Qiyam pada Ramadhan adalah Shalat Tarawih (Lihat tata cara Shalat Tarawih).

5 – Pada Bulan Ramadhan, Allah membuka pintu Surga dan menutup pintu Neraka, membelenggu Setan

Berita ini disampaikan dalam al-Bukhari, 1898; dan Muslim, 1079, dari Hadits Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu Surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup, dan para setan di rantai.”

6—Allah membebaskan orang dari neraka dan mengabulkan doa

Imam Ahmad (5/256) meriwayatkan dari Hadits Abu Umamah bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda:

“Setiap waktu berbuka puasa, maka Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka.”

Silahkan baca juga doa buka puasa Ramadhan dan niat puasa Ramadhan.

Dan pada Hadits lainnya dikatakan pula bahwa Allah membebaskan orang dari api neraka dan mengabulkan doa yang berdoa.

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka pada setiap hari dan malam. Setiap hamba dari mereka memiliki doa yang mustajabah (pasti dikabulkan).” (Al-Bazzaar (Kashf 962).

 

7 – Puasa Ramadhan merupakan penghapus dosa yang dilakukan pada Ramadhan sebelumnya, sejauh bukan dosa besar

Disebutkan dalam Shahih Muslim no. 233 bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Shalat 5 waktu, dari satu Jum’at ke Jum’at berikutnya dan dari satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan pengampunan bagi (dosa yang dilakukan) di antara keduanya, sejauh bukan dosa-dosa besar.”

8 – Berpuasa di bulan Ramadhan setara dengan puasa selama 10 bulan

Hal ini diutarakan dalam Shahih Muslim (1164) yang telah diriwayatkan oleh Abu Ayub Al-Ansari: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari puasa dibulan Syawal, maka itu adalah setara dengan puasa seumur hidup.”

Ahmad no.21906 meriwayatkan bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan, satu bulan setara dengan sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari setelah Idul Fitri maka menyempurnakan setahun.”

9 – Barangsiapa yang shalat dengan Imam hingga selesai dibulan Ramadhan, maka akan dicatat baginya seolah beribadah di seluruh malam

Menurut riwayat Abu Dawud (1370) dan perawi lainnya berjalur hadits Abu Dhar (Radiyallahu Anhu) menyatakan bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Barangsiapa yang shalat dibelakang imam hingga selesai, maka akan dicatat sebagai ibadah seluruh malam.” (Dinyatakan Shahih oleh Al-Bani pada Shalat al-Tarawih hal.15).

Jangan lupa untuk membayar Zakat Fitrah.

10 – Umroh dibulan Ramadhan setara dengan Haji

Al-Bukhari (1782) dan Muslim (1256) meriwayatkan bahwa Ibn ‘Abbas bersabda:

“Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menahanmu untuk melakukan Haji bersama kami?” Dia menjawab, “Kami hanya memiliki dua ekor unta yang kami gunakan untuk membawa air.” Maka suami dan puteranya telah pergi haji menggunakan seekor untar, dan dia meninggalkan seekor lagi untuk digunakan membawa air.” Maka Rasulullah bersabda: “Ketika datang Ramadhan, maka Umrah-lah, karena Umrah pada bulan Ramadhan setara dengan Haji.” Sedangkan menurut yang diriwayatkan oleh Muslim….”Setara dengan berhaji bersamaku.”

Silahkan baca Umroh akhir tahun.

11 – Ada I’tikaf yang merupakan Sunnah untuk dilakukan selama Ramadhan

“Karena Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) selalu melakukannya, sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam Hadits Aisyah (Radiyallahu Anha)  bahwa Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) biasa menghabiskan sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan untuk itikaf hingga wafat, dan para istrinya juga melakukan hal sama setelahnya.” (HR. al-Bukhari, 1922; Muslim, 1172).

12 – Mempelajari Qur’an di bulan ini mustahab dan membacanya berpahala besar

Kita dapat mempelajari Al Qur’an bersama dengan melantunkannya kepada orang lain dan juga meminta orang lain membacakannya untuk kita.

Mengenai Mustahabnya mempelajari Al Qur’an adalah fakta bahwa Jibril (Alaihi Salaam) biasa mengunjungi Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) setiap malam dibulan Ramadhan untuk mempelajari Al Qur’an. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, 6 dan Muslim, 2308.

13 – Dianjurkan untuk memberikan iftar kepada mereka yang berpuasa

Terdapat sebuah hadits dari Zaid Ibn Khalid Al-Juhani (Radhiyallahu Anhu) yang mengatakan bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) bersabda: “Barangsiapa yang memberikan iftar kepada mereka yang berpuasa akan mendapat pahala orang tersebut, tanpa mengurangi sedikitpun puasa orang itu.” (HR. al-Tirmidhi, 807; Ibn Maajah, 1746)

Allahu A’lam Bishawab.

Tinggalkan komentar