Keutamaan Dan Keberkahan Sahur

  • Advertisements

  • Sadarlah bahwa Sahur penuh keutamaan dan keberkahan, oleh karenanya bersahurlah karena melakukan hal ini amat dianjurkan karena memang begitu banyak manfaat yang akan diperoleh orang yang melakukan Sahur.

    Silahkan baca artikel berikut untuk memahami apakah keutamaan dan keberkahan Sahur bagi orang yang berpuasa dan apakah orang yang tidak berpuasa juga akan mendapatkan keberkahannya jika mereka Sahur meskipun tidak puasa?

    Silahkan baca tanya jawab berikut ini dan Insya Allah bermanfaat bagi kita semua. Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

    Pertanyaan:

    Assalamualaikum saya ingin tahu apakah keutamaan dan keberkahan Sahur seperti yang disabdakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa ala alihi wa sallam berikut ini: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala dan para Malaikat mendoakan kepada orang yang sahur’.

    Dari hadits ini disebutkan bahwa makan sahur menjadikan orang tersebut didoakan Allah dan para malaikatNya, lalu apakah keutamaan dan keberkahan sahur hanya untuk orang yang ingin melaksanakan puasa atau setiap hari dianjurkan bersahur meskipun tidak puasa?

    Jawaban:

    Segala puji hanya kepada Allah

    Sahur adalah aktivitas makan dan minum yang dilakukan seseorang di akhir malam. Penyebab dinamakan sebagai Sahur dikarenakan dikonsumsi pada waktu sahur yakni di waktu akhir malam. (Lisaan al-‘Arab 4/351).

    Keutamaan dan keberkahan Sahur

    Terdapat sejumlah keutamaan dan kebaikan dalam Sahur, seperti yang diungkapkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Sallam yakni:

    Makan Sahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.”(HR. Bukhari No.1924 dan Muslim 1095).

    Nabi Muhammad juga bersabda:

    Yang membedakan antara puasa kita dan puasa para ahli kitab adalah makan sebelum fajar (Sahur).” (Hr. Muslim 1096).

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam juga menjelaskan:

    Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung beserta malaikatNya mendoakan mereka yang makan Sahur.” (Hr. Ahmad 11086, diklasifikasikan sebagai hadits Shahih oleh al-Musnad).

    Maksud Sahur dari sejumlah hadits ini merupakan mengkonsumsi makanan sebelum waktu fajar bagi orang yang ingin berpuasa dihari yang sama, karena makanan yang dikonsumsinya memberikan kekuatan untuk beribadah selama berpuasa, dan meringankan dirinya.

    Dan Sahur merupakan pembeda jelas antara puasa kita sebagai umat Muslim dengan puasanya ahli kitab. Dan kesimpulan inilah yang difahami oleh para ulama mengenai kenapa Sahur begitu penuh berkah dan keutamaan.

    Baca juga Doa buka Puasa Ramadhan sesuai Sunnah Nabi.

    Pendapat para ulama mengenai keutamaan dan keberkahan Sahur

    Ini adalah pendapat para ulama mengenai alasan kenapa Sahur begitu utama seperti yang disebut dalam Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

    1. An-Nawawi (Semoga Rahmat Allah selalu bersamanya) menjelaskan:

    “Para ulama sepakat bahwa Sahur merupakan Mustahab namun bukan wajib.  Berkenaan barokah yang ada didalamnya, dikarenakan memberikan kekuatan juga energi untuk melaksanakan puasa, dan dikarenakan Sahur seseorang akan kuat untuk terus berpuasa, karena Sahur meringankan kesusahan dan beban. Dan ini merupakan pandangan benar mengenai esensi dari Sahur”. (Syarh an-Nawawi ‘ala Muslim (7/206)

    2. Al-Mannaawi (Semoga Rahmat Allah selalu menyertainya)

    Al-Mannawai menjelaskan mengenai perkataan dari Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alaa Alihi Wa Sallam) yakni:

    “Sesungguhnya Allah, Yang Maha Agung dan para malaikatNya mendoakan mereka yang makan Sahur.” Adalah mereka yang makan sahur dengan tujuan memperkuat dirinya untuk menjalankan puasa, karena hal itu menjauhkan keinginan perut dan organ pribadi, yang akan membawa kepada pemurnian hati dan menguatkan dominasi sisi spiritual atas fisikal, yang hasilnya membawa pelakunya lebih dekat kepada Tuhannya, Yang Maha Agung. Oleh karena itulah maka Sahur amat direkomendasikan”. (Fayd al-Qadeer 2/270)

    3. Sedangkan pada al-Mawsoo‘ah al-Fiqhiyyah (24/270):

    “Sahur merupakan Sunnah bagi siapapun yang ingin berpuasa. Ibn al-Mundhir meriwayatkan bahwa para ulama sepakat makan sahur itu dianjurkan”.

    4. Al-Haafiz Ibn Hajar (Semoga Rahmat Allah selalu menyertainya) mengatakan:

    “Barokah dalam Sahur dapat diraih dalam beberapa cara, dikarenakan: Mengikuti Sunnah, menjadi pembeda dari para Ahli Kitab, memberikan kekuatan bagi yang ingin ibadah, meningkatkan energi seseorang, menjauhkan dari kondisi buruk yang menjadi penyebab lapar, merupakan cara memberi sedekah kepada orang yang memintanya atau untuk bergabung sahur, membuka jalan untuk mengingat Allah dan memohon padanya pada saat mustjabah, dan membantu orang untuk menetapkan niat puasa jika ia lupa ketika sebelum tidur”. (Fath al-Baari 4/140).

    Penjelasan dari al-Hafizh Ibn Hajar (Semoga Rahmat Allah selalu menyertainya) tidak hanya sebatas kepada makan Sahur, namun mencakup pada hal yang berhubungan dengan niat (Baca pula Niat Puasa Ramadhan), niat berpuasa merupakan dasar, yang bersamaan dengan keutamaan dari memakan Sahur.

    Baca juga jadwal Shalat Fardhu dan Sunnah Dhuha.

    Keutamaan dan keberkahan Sahur hanya untuk yang berpuasa

    Para ulama telah sepakat bahwa makan Sahur merupakan perkara mustahab bagi yang berpuasa, namun saya pribadi tidak pernah menemukan perkataan ulama yang menjelaskan bahwa Sahur adalah mustahab bagi yang tidak berpuasa.

    Jika Sahur merupakan sunnah bagi orang yang berpuasa dan tidak berpuasa, maka pastinya Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam) akan selalu makan Sahur setiap saat (Meskipun di saat tidak berpuasa), namun nyatanya Nabi tidak melakukan hal itu, itu artinya Sahur hanya untuk mereka yang berpuasa.

    Semoga memberikan manfaat kepada kita semua.

    Allah ‘a’lam Bishawab.

    Baca juga tata cara puasa Ramadhan dan keutamaan Ramadhan.

    Akhirul Kalam

    Sesungguhnya dalam Sahur terdapat keberkahan. Dimanakah keberkahan yang dimaksud dalam Hadits? Semua keberkahan itu, sebagai ibadah, mengikuti sunnah Nabi, membedakan puasa kita dari puasa para ahli kitab, membantu orang yang berpuasa agar kuat menjalani puasa, dan mengakomodasi nafsu dengan hak.

    Dengan makan Sahur kita mengisi tubuh kita dengan makan dan minum untuk meraih kekuatan demi menjalani ibadah puasa, menetapkan hati untuk niat jika lupa melakukannya sebelum pergi tidur pada malam harinya dan bisa dijadikan tanda untuk memulai puasa. Sampai jumpa di artikel Dakwah Islam kami berikutnya di masa datang.


    Tinggalkan komentar