Keutamaan Shalat Ashar

Keutamaan Shalat Ashar Wajib
  • Advertisements

  • Setiap Muslim pastilah tahu bahwa Shalat merupakan rukun Islam paling utama setelah Iman. Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa Shalat sebagai tolak ukur kesuksesan Iman seseorang.

    Oleh karenanya, syariah Islam menekankan bahwa Shalat harus dilakukan dengan benar dan pada waktunya. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an:

    حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

    “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah [2]: 238].

    Keterangan: Shalat Wusthaa di ayat ini merupakan Shalat Ashar. [Lihat HR. Bukhari no. 2931 dan Muslim no. 627]

    Memelihara Shalat artinya melaksanakan pada waktunya, berjamaah dan khusyu’. Ketika ayat ini diturunkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengingatkan para sahabat (Radhiyallahu Anhu) agar tidak jauh dari Masjid, bahkan mengancam akan membakar rumah mereka yang shalat dirumah (Lihat HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651).

    Menurut tafsir Ibnu Katsir ayat diatas menekankan pentingnya shalat Ashar karena waktunya di saat manusia disibukan oleh urusan-urusan dunia.

    Keutamaan Shalat Ashar

    Dan di artikel ini akan saya ungkap keutamaan shalat Ashar bagi setiap mereka yang mengaku beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan rasul-Nya Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam.

    Balasan bagi mereka yang melaksanakan Shalat Ashar

    Pahala dua kali lipat

    Setiap ibadah ada kebaikan dan pahala, begitupun shalat Ashar dimana pahala yang akan kita dapatkan dilipat-gandakan ini menurut pemberitaan langsung dari Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam.

    «إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا، فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ، وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ» ، وَالشَّاهِدُ: النَّجْمُ

    ‘Sesungguhnya shalat ini (shalat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya. Barangsiapa yang menjaga shalat ini, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (yaitu bintang).’” [HR. Muslim no. 830].

    Tidak akan masuk neraka

    Salah satu keinginan kita ialah mendapat ampun, rahmat dan kasih sayang Allah serta dijauhkan sejauh mungkin dari api neraka. Dan Shalat Ashar akan menjauhkan kita darinya, dimana kita dijanjikan tidak akan dimasukan kedalam neraka.

    «لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَقَبْلَ غُرُوبِهَا»

    Tidak akan masuk neraka seorang pun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (yakni Shalat subuhpent.) dan sebelum matahari terbenam (yakni shalat ashar, pent.).” [HR. Muslim no. 634].

    Bahkan mengerjakan Shalat Sunnah 4 raka’at sebelum Ashar mendapatkan pahala khusus. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Alaa Alihi Wa Sallam berkata:

    رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

    “Semoga Allah merahmati seseorang yang melaksanakan 4 rakaat (Sunnah) sebelum Ashar.” [HR. Ahmad 5980, Abu Daud 1271, Turmudzi 430].

    Selain itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga mengatakan bahwa mereka yang rutin melaksanakan Shalat Sunnah 4 rakaat sebelum Ashar, maka Allah akan mengharamkan tubuhnya dari Api Neraka [At-Tabroni].

    Kenapa waktu Ashar begitu istimewa?

    Tentu kita bertanya apa keistimewaan waktu Ashar, dimana Shalat Sunnah pada waktu Ashar saja dijanjikan begitu besar manfaat dan pahala.

    Berdasarkan hikmat yang kita bisa petik ialah ini dikarenakan waktu Shalat Ashar bertepatan disaat waktu sibuk dan kerja—Bisa jadi ini merupakan semacam ujian terhadap iman kita.

    Akan sangat luar biasa jika seorang pengusaha Muslim menunda urusan bisnisnya dan meninggalkan urusan dunia untuk menjawab panggilan Allah meskipun di puncak jam sibuknya menemui rekan bisnis dan urusan lainnya.

    Seperti halnya seorang sahabat Nabi, Abdullah Bin Umar (Radiyallahu Anhu) disaat pusat perbelanjaan, ketika masuk waktu Shalat dan orang-orang disana berdiri dan menutup toko mereka lalu berangkat ke Masjid.

    Ibnu Umar (Radiyallahu Anhu) bahagia menyaksikan hal itu dan berkata: “Inilah orang-orang yang dimaksud ayat ini (Dalam Surat An-Nuur: 37): “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan Shalat….”.

    Konsekuensi bagi mereka yang meninggalkan shalat Ashar

    Kehilangan istri, anak dan seluruh hartanya

    Sedangkan bagi mereka yang meninggalkan Shalat Ashar secara keseluruhan maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkata:

    “Barangsiapa yang meninggalkan shalat Ashar (Setelah waktunya) seolah-olah ia telah kehilangan istrinya, anak-anaknya dan seluruh harta kekayaannya.” [Shahih Muslim].

    Dengan kata lain, Shalat merupakan ibadah yang amat berharga. Meninggalkannya akan memberikan kehilangan besar dan ratap yang menyakitkan seperti seorang pria yang kehilangan istri, anak-anak dan semua miliknya. Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi dan menjaga kita agar tidak melalaikan Shalat karena akan mendapat balasan dahsyat di akhirat kelak.

    Terhapus amalnya

    Shalat Ashar merupakan perkara amat penting, bagi yang melalaikannya maka akan terhapus amal baik yang telah ia kerjakan sebelumnya.

    Dan mengenai hal ini tertulis dalam sebuah Hadits dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjelaskan:

    مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

    “Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar, maka terhapuslah amalannya.” [HR. Bukhari no. 553, An-Nasa’i 1/83 dan Ahmad 5/349].

    Konsekuensi bagi yang menunda mengerjakan Shalat Ashar

    Seperti orang munafik

    Ada juga manusia yang dengan sengaja menunda melaksanakan Shalat Ashar, padahal hal ini tidaklah dibenarkan dan termasuk perbuatan yang dibenci oleh Rasulullah bahkan disamakan seperti perbuatan dan ciri-ciri orang munafik.

    «تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ، يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ، قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا، لَا يَذْكُرُ اللهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا»

    Itulah shalatnya orang munafik, (yaitu) duduk mengamati matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan (yaitu ketika hampir tenggelam, pent.), dia pun berdiri (untuk mengerjakan shalat ashar) empat raka’at (secara cepat) seperti patukan ayam. Dia tidak berdzikir untuk mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja.” [HR. Muslim no. 622].

    Meninggalkan shalat Ashar merupakan dosa besar yang sudah sepantasnya kita menjauhinya dan mulai sekarang mengerjakannya karena Allah Ta’ala.

    Kesimpulan

    Penjelasan diatas sudah teramat lengkap betapa besar keutamaan Shalat Ashar dan betapa istimewa ibadah yang dilakukan di waktu Ashar—baik itu melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib dan Shalat Fardhu Ashar—oleh karenanya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak lagi mengutamakan untuk melaksanakan Shalat wajib ini, apalagi tidak mengerjakannya sama sekali.

    Karena mendirikan Shalat merupakan salah satu dari Rukun Islam dan termasuk dalam Shalat 5 waktu itu artinya wajib untuk dilaksanakan tanpa alasan apapun meskipun tergeletak diatas tempat tidur sejauh pikiran dan juga akal kita masih berfungsi.

    Dan Insya Allah setelah mengetahui keutamaan dari Shalat Ashar, beserta balasan bagi yang mengerjakan dan pula konsekuensi bagi yang meninggalkan dan melalaikannya akan membangun kesadaran bagi kita untuk hijrah dari kebiasaan tidak mengerjakan/melalaikannya menjadi penggiat melaksanakan Shalat Ashar di Masjid…..Aamiin Allahumma Aamiin.

    Insya Allah artikel keutamaan Shalat Ashar ini bermanfaat dan silahkan beritahukan keluarga, kerabat dan sanak famili mengenai artikel ini karena membagi dan memberitahu kebaikan merupakan perkara yang disunnahkan oleh junjungan kita nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam.

    Tinggalkan komentar