Advertisements

Menjadikan Al-Quran Sebagai Gaya Hidup Kita

Aitarus.com — Mari kita tunjukkan takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan segala kesungguhan dan dengan keyakinan penuh kita. Patuhi semua perintah Allah dan hindari apa yang dilarang Allah atas kita dengan menghargai ajaran Al-Quran yang mulia.

Saya yakin bahwa setiap orang dari kita di sini memiliki setidaknya satu salinan Quran. Kita sering diingatkan bahwa Al-Quran adalah pedoman dan kompas bagi kita yang disediakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Isra ‘, ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Yang berarti: “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Al Qur’an dikirim sebagai pedoman bagi umat manusia. Jadi, kita harus selalu merefleksikan hubungan kita dengan Alquran. Apakah kita baru-baru ini merujuk pada Al-Quran untuk mencari bimbingan dan bantuan dari Allah untuk menjalani hidup kita? Sudahkah kita merenungkan kisah-kisah dalam Al-Quran dan mempelajari pelajaran yang ditemukan di dalamnya?

Tentu kita tidak ingin Al-Quran hanya menjadi barang pajangan di rumah; atau sebagai hadiah simbolis saat pernikahan. Kita juga tidak ingin ayat-ayat Alquran hanya dibaca ketika ada kematian dalam rumah tangga.

Kita perlu menyadari bahwa Al-Quran adalah yang pertama dan terutama, ditujukan untuk mereka yang masih hidup dan bukan untuk orang mati. Al-Quran bertujuan untuk membimbing umat manusia dalam kehidupan kita sehari-hari. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah memperingatkan kita dalam sebuah hadis:

Yang berarti: “Siapa pun yang menyimpannya (yaitu, Al-Quran) di depannya, maka Al-Quran akan membawanya ke surga. Dan siapapun yang menyimpannya di belakang mereka, itu akan menunjukkan padanya jalan menuju neraka.” [Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban].

Untuk memastikan bahwa kita menuai manfaat dari Quran, kita harus menjadikannya budaya kita. Ini membutuhkan dua langkah dasar:

Langkah pertama: Belajar membaca Quran

Al-Quran adalah Firman Allah atau Kalamullah, dan itu menjadi bentuk ibadah atau ibadah bagi mereka yang membacanya dan menghidupkan ajaran Al-Quran. Hanya dengan membaca Quran kita dijanjikan pahala dan manfaat! Jadi bayangkan hadiah apa yang menunggu kita jika kita menghargainya, dan menerapkan apa yang diajarkan dalam Al-Quran. Allahu Akbar!

Kapan terakhir kali kita melihat ayat-ayat mulia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Apakah Quran penangkal yang membantu meredakan kegelisahan kita atau apakah musik di telinga kita?

Dengan kemajuan teknologi saat ini, tidak ada di antara kita yang bisa mengatakan bahwa kita tidak memiliki akses ke Quran. Di masa lalu mungkin sulit untuk membawa mushaf bersama kita setiap saat, dan untuk memastikan bahwa kita berada dalam keadaan wudhu sepanjang waktu, tetapi hari ini banyak dari kita memiliki smartphone yang memiliki berbagai aplikasi Al Quran.

Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik untuk belajar dan menuai manfaat dari Al Quran seperti halnya tangan kita hampir tidak bisa jauh dari menggunakan ponsel kita. Kita perlu menjadikan Quran bagian dari gaya hidup kita.

Habiskan waktu dengan Al Quran setiap hari. Jika kita bukan pembaca Quran yang fasih, maka kita harus berusaha untuk mendengarkan pelafalan Al-Quran yang indah, yang sekarang dengan mudah tersedia di YouTube dan berbagai aplikasi dan situs web lainnya.

Mulailah hari kita dengan pembacaan ayat-ayat Alquran yang merdu. Terapkan hal yang sama untuk keluarga kita. Sebagai contoh, selama liburan sekolah, kita dapat mengadakan acara Quran untuk anak-anak kita, agar mereka membaca Quran setiap hari, sesuai kecepatan mereka dan memastikan bahwa mereka tidak bosan.

Tinggalkan komentar