Advertisements

Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur Dan Doa Saat Buka Puasa

Aitarus.com — Bagaimana bacaan dan lafadz niat puasa Ramadhan, doa yang dibaca saat Sahur dan juga doa disaat berbuka puasa? Ini adalah ulasan lengkap untuk umat Islam yang sebentar lagi akan melaksanakan ibada puasa Ramadhan.

Alhamdulillah segala puja dan puji hanya kita panjatkan kepada Allah Ta’ala dimana sebentar lagi kita akan menjumpai bulan puasa Ramadhan, dan menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh yang merupakan bagian dari rukun Islam.

Insya Allah kita semua dapat menunaikan ibada puasa Ramadhan dengan sebaik mungkin, tidak ada kendala, tidak ada bencana, tidak ada musibah atau aral apapun.

Saat menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan, banyak persiapan yang sepatutnya kita penuhi seperti kesiapan fisik, keteguhan hati, pengharapan yang tulus agar dimudahkan saat menunaikannya dan juga mengetahui niat puasa Ramadhan, doa Sahur dan doa berbuka puasa.

Dan Alhamdulillah di artikel ini kami berinisiatif menyediakan sebagian hal yang bisa saudara/saudari ambil untuk menyambut kedatangan bulan puasa yakni:

Niat puasa Ramadhan, doa sahur dan doa saat berbuka puasa

Berikut adalah pembahasan secara berurut di awali dengan niat puasa Ramadhan, kapan waktu berniat kemudian membaca doa Sahur kemudian doa buka puasa sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam. Silahkan dipelajari.

Pembukaan mengenai niat puasa Ramadhan

Setiap Muslim dan Muslimah yang melaksanakan ibadah apapun pastilah diawali dengan niat. Mustahil langsung mengerjakan tanpa niat apapun. Bahkan sebagian ulama mengatakan apabila Allah membebani kita suatu ibadah dan amalan tanpa niat, tentulah itu adalah pembebanan yang sulit ditunaikan.

Niat harus didalam hati, karena disitulah tempatnya, sebab agama menilai hati seseorang bukanlah yang keluar dari lisannya. Allah mengetahui niat kita.

Akan tetapi tidaklah mengapa jika mengucapkan pula niat dengan lisan, seperti melafadz Ushalli atau Nawaitu, hal ini disepakati oleh para pengikut Madzhab Syafi’i dan juga Ahmad bin Hambal (Hanabilah) dan menganggap mengucapkan niat dengan lisan adalah Sunnah, dikarenakan membaca niat dapat menguatkan dan mengingatkan hati agar orang yang melaksanakannya lebih khusyu’ dalam ibadahnya. (Sumber situs NU).

Dan menurut Imam Ramli dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj, juz I: 437:

وَيُنْدَبُ النُّطْقُ بِالمَنْوِيْ قُبَيْلَ التَّكْبِيْرِ لِيُسَاعِدَ اللِّسَانُ القَلْبَ وَلِأَنَّهُ أَبْعَدُ عَنِ الوِسْوَاسِ وَلِلْخُرُوْجِ مِنْ خِلاَفِ مَنْ أَوْجَبَهُ

“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar mulut dapat membantu (kekhusyu’an) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”.

Pendapat ini berdasarkan Qiyas dari sebuah Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam, dimana Nabi melafadzkan niat saat ingin menunaikan Ibadah, adapun matan Haditsnya adalah sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلّّمَ يَقُوْلُ لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّاً

“Dari Anas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw mengucapkan, “Labbaika, aku sengaja mengerjakan umrah dan haji”.” (HR. Muslim).

Maka manfaat membaca niat merupakan penguat dan pengingat hati agar lebih siap ketika ingin melaksanakan ibadah Fardhu agar berharap khusyu’ dalam melaksanakannya.

Kapan niat puasa Ramadhan dilaksanakan?

Waktu menetapkan niat untuk menunaikan puasa Ramadhan menurut penjelasan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam adalah sebelum datangnya waktu fajar, berdasarkan hadits berikut:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

Barangsiapa yang tidak membulatkan niatnya untuk berpuasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya” (HR. Ahmad, An Nasa’i, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Jadi waktu menetapkan Niat adalah sebelum datangnya fajar, atau bisa juga dilakukan saat waktu malam setelah melaksanakan ibadah Shalat Fardhu Isya’.

Bacaan niat Puasa Ramadhan

Adapun lafadz niat Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bahasa latin:

Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”.

Saya tegaskan kembali bahwa niat tidak harus diucapkan dengan lisan cukup meneguhkan hati untuk melaksanakan ibadah Fardhu, termasuk puasa Ramadhan dan ibadah lainnya sudah terhitung sebagai niat. Bahkan menurut Madzhab Hanbali barangsiapa yang di hatinya terbersit ingin berpuasa esok hari, maka sudah terhitung sebagai niat.

Doa Sahur

Adapun Sahur merupakan menyantap makanan dan minum yang dilakukan sebelum berakhirnya malam. Penamaan Sahur sendiri berarti menyantap makanan di waktu akhir malam atau waktu Sahur.  (Lisanul Arab, 4/351).

Dan menyantap Sahur merupakan Sunnah yang dipraktekan oleh Nabi kita berdasarkan Hadits berikut:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً) رواه البخاري ، ومسلم

Sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhori, 1923 dan Muslim, 1095).

Sejatinya tidak ada doa buka puasa Ramadhan khusus yang dibaca saat ingin memulai atau setelah Sahur, namun kita dapat menggantinya dengan doa ingin makan, karena Sahur merupakan aktivitas menyantap hidangan.

Adapun doa makan Sahur adalah cukup dengan mengucapkan

بِسْمِ اللّهِ

Bahasa latin:

Bismillah“.

Satu pemikiran pada “Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur Dan Doa Saat Buka Puasa”

Tinggalkan komentar