Niat Wudhu Dan Doa Wudhu

Niat Wudhu Dan Doa Wudhu
  • Advertisements

  • Niat Wudhu dan juga doanya merupakan urusan yang penting bagi kita untuk melakukannya karena segala tindakan berdasarkan niat dan peranan doa sebagai tanda bahwa kita adalah makhluk. Maka aktivitas penyucian untuk melakukan ibadah yakni Wudhu maka amat dianjurkan mengetahui niat dan doanya.

    Setiap melaksanakan ibadah baik Shalat, dan membaca Al Qur’an dengan memegang Mushaf maka diwajibkan untuk terlebih dahulu bebas dari hadats besar dan kecil, atau dengan kata lain keadaan kita harus suci dari segala kotoran-kotoran itu.

    Untuk membebaskan diri dari Hadats besar seperti keluar mani, bersetubuh dan karena menstruasi maka harus mandi besar.

    Sedangkan untuk hadats kecil maka cukup dengan ber-wudhu saja. Maka kita sudah siap untuk melaksanakan Shalat baik itu Fardhu dan juga Sunnah (Nafilah).

    Dan tidak sah shalat kita tanpa terlebih dahulu ber-wudhu, dikarenakan peringatannya jelas baik di Al Qur’an dan juga Al-Hadits yang mewajibkan kita untuk terlebih dahulu ber-wudhu sebelum Shalat dan juga memegang Mushaf Al Qur’an.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

    Artinya:

    Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. [Al Maidah (5):6].

    Dalil Al Hadits tentang ber-wudhu

    لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرًا

    “Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199).

    Niat Wudhu dan doa setelah Wudhu

    Dan Islam memberikan perhatian amat besar terhadap aktivitas mensucikan dari hadats kecil ini, dimana dalam melaksanakannya terdapat niat sebelum dan doa setelah Wudhu bahkan hingga ada Shalat Sunnah Wudhu yang disunnahkan untuk dikerjakan karena Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam mengerjakannya.

    Niat Wudhu

    Niat merupakan aspek amat penting dalam ibadah, dimana setiap ibadah tergantung dari niatnya. Dan kita sudah tahu mengenai niat Wudhu yang sudah sangat ma’ruf dalam masyarakat. Adapun lafadznya adalah sebagai berikut.

    Niat wudhu arab

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Niat wudhu bahasa latin

    “Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhon lillaahi ta’aalaa”

    Terjemahan / arti niat wudhu

    “Saya niat ber-wudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardhu (wajib) karena Allah ta’ala”.

    Bacaan sebelum Wudhu

    Adapun disunnahkan pula untuk menyebut nama Allah sebelum melaksanakan Wudhu karena hal itu menentukan sah / tidaknya Wudhu anda.

    لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ، وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ.

    “Tidak sah shalat seseorang tanpa wudhu. Dan tidak ada wudhu untuk seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” [Shahih Sunan Ibni Majah (no. 320)].

    Jadi ucapkan Bismillah sebelum membaca niat Wudhu diatas karena memang diperintahkan begitu.

    Doa setelah Wudhu

    Hingga setelah melaksanakan Wudhu sekalipun kita diberi arahan untuk membaca doa berupa pengucapan kalimat kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusannya, berdasarkan hadits berikut ini.

    “أشهد أن لا إ له إلا الله وحده لا شريك له،
    و أشهد أن محمدا عبده و رسوله”

    Bacaan doa setelah wudhu latin

    Ashhadu alla ilaha illallahu, wa ash-hadu anna muhammadan abduhu ,wa rasuluhu.”

    Arti bacaan doa setelah Wudhu

    “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang pantas disembah kecuali hanya Allah saja, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

    Syarat syah Wudhu

    Untuk syarat-syarat yang harus ditunaikan agar Wudhu kita syah dimata Allah Ta’ala adapun mengenai Syarat syah Wudhu adalah sebagai berikut menurut kitab Al Mulakhoshul Fiqhiy hal. 24.

    1. Beragama Islam.
    2. Berakal.
    3. Tamyiz.
    4. Berniat.
    5. Air yang digunakan untuk Wudhu merupakan air yang bersih bukan air yang didapat dengan cara yang bathil / haram.
    6. Sudah suci dari hadats besar dengan terlebih dahulu melakukan mandi besar wajib.

    Kulit kita dapat dicapai oleh air dengan kata lain tiada halangan apapun yang menghijab bagian kulit dari organ tubuh yang ingin disucikan dengan Wudhu.

    Sunnah Wudhu

    Adapun mengenai Sunnah Wudhu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam adalah sebagai berikut.

    1. Bersiwak, nabi selalu bersiwak seperti yang ia jelaskan dalam sebuah kesempatan.

      « لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ »

      Artinya:
      “Seandainya jika tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak pada setiap hendak berwudhu”[HR. Tirmidzi no. 22, Abu Dawud no. 37].

    2. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali ketika akan wudhu khusus bagi yang berwudhu setelah terjaga dari tidurnya.
    3. Bersungguh-sungguh saat Istinsyaq dan berkumur kecuali saat puasa.
    4. Mendahulukan anggota tubuh bagian kanan,
    5. Membasuh anggota tubuh sebanyak 2 atau 3 kali
    6. Tertib.
    7. Diakhiri dengan membaca dua kalimat Syahadat.

    Adapun syarat dan Sunnah Wudhu ini merupakan aspek yang terdapat dalam cara Wudhu sesuai Sunnah Nabi berdasarkan kumpulan hadits Shahih. Dan setelah berwudhu untuk beribadah didalam Masjid, kita juga dihadiahi doa masuk Masjid yang dibaca sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

    Baiklah itulah niat Wudhu beserta bacaan sebelum Wudhu dan doa setelah Wudhu yang bisa kita selalu amalkan, yang Insya Allah akan mendatangkan berkah dan kekhusyuan kita dalam beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla.

    Tinggalkan komentar