Apakah Salafi Wahabi Adalah Seburuk-Buruk Makhluk?

Apakah Salafi Wahabi Adalah Seburuk-Buruk Makhluk?
  • Advertisements

  • Apakah Salafi Wahabi adalah seburuk-buruknya makhluk seperti yang Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, peringatkan dalam sebuah al-Hadits Shahih? Mari kita bahas disini.

    Bukan pertanyaan yang berasal fikiran ngasal—sebaliknya terlahir setelah membaca sumber kredibel yakni Hadis—dimana nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, memberikan ciri-ciri fisik dan tindakan dari golongan seburuk-buruknya makhluk.

    Haditsnya shahih menjelaskan peringatan keras Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, terhadap golongan yang beliau sebut sebagai seburuk-buruk makhluk.

    Di dalam hadis itu, beliau Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, memaparkan ciri-ciri mereka secara detail dan jelas.

    Setelah saya baca dengan seksama ternyata ciri-ciri seburuk-buruknya makhluk amat sangat cocok dengan kaum Salafi Wahabi!!

    Tidak percaya? Masa saya berbohong, ingat! Fitnah dan berbohong itu dosa besar. Alhamdulillah saya masih takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karenanya saya menjauhi diri dari kedua tindakan tercela itu.

    Hadis tentang seburuk-buruknya makhluk

    Kembali ke topik, mengenai ciri-ciri seburuk-buruknya makhluk yang Rasulullah paparkan dapat kita baca di hadis berikut ini:

    Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri Ra berkata : “Saat Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam) sedang membagi-bagikan ghanimah (rampasan perang), datanglah seseorang dari Bani Tamim dengan pakaian yang pendek (bagian bawahnya), di antara kedua matanya ada tanda bekas sujud yang menghitam, lalu ia berkata: “Berbuat adillah wahai Rasulullah!”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Celakalah engkau, siapa yang akan berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Maka engkau akan binasa dan rugi jika aku sendiri tidak berlaku adil.”

    Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Akan datang suatu kaum kelak seperti dia, baik perkataannya, tapi buruk kelakuannya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Mereka mengajak kepada Kitabullah, tetapi mereka sendiri tidak mengambil darinya sedikitpun. Mereka membaca Al Quran, tetapi tidak melebihi kerongkongannya. Kalian akan mendapatkan bacaan al-Quran mereka lebih baik dari kalian dan shalat dan puasa mereka lebih baik dari kalian. Mereka akan melesat meninggalkan Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Mereka mencukur kepala serta mencukur kumisnya, pakaian mereka hanya sebatas setengah betis mereka.

    Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam menjelaskan ciri-ciri mereka, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, bersabda: “Mereka akan membunuh para pemeluk Islam dan melindungi penyembah berhala!”[Diriwayatkan dalam kitab: Bukhari fi kitab dad’ al-khalq Bab “Alamah An-Nubuwwah”, An-Nisai’ fi khasa-is hal 43, 44, Muslim fi Kitab Az-Zakah Bab At-Tahdzir Min Zinah Ad-Dun-ya, Musnad Imam Ahmad juz I hal 78, 88, 91].

    Sudah membacanya? Masih belum jelas? Baiklah akan saya bimbing di seksi berikut.

    Persamaan ciri seburuk-buruk makhluk dan ciri Salafi Wahabi

    1. Tanda bekas sujud hitam diantara kedua matanya

    Di kalangan Salafi Wahabi, mungkin semakin hitam (Gosong) jidatnya semakin tinggi status sosialnya, karena diyakini semakin banyak dan lama sujudnya.

    Akan tetapi tanda hitam diantara kedua mata yang dianggap banyak sujud malah ciri dari orang yang mempertanyakan keadilan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam.

    Bahkan tanda hitam sujud tidak dikenal di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam dan para Sahabatnya. Ini terbukti dari perkataan Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu, berikut ini:

    Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.

    Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bersahabat dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radiallahu ‘anhuma. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

    Jidat gosong / tanda hitam bekas sujud adalah bid’ah dan tidak dikenal oleh para Sahabat, namun menjadi ciri dari orang dari bani Tamim yang mengatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, tidak adil.

    2. Pakaian hingga sebatas setengah betis

    Pakaian Setengah Betis Salafi

    Pakaian setengah betis, lebih populer disebut non-isbal atau juga diberi panggilan miring yakni cingkrang, adalah trend busana di kalangan Wahabi Salafi.

    Subhanallah pakaian jenis inilah yang kata Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam, sebagai pakaian khas seburuk-buruknya makhluk.

    3. Mencukur kepala dan mencukur kumis

    Cukur rambut dan kumis juga menjadi model berpenampilan para Salafi. “Asatidz” mereka secara umum berpenampilan tanpa rambut/sedikit rambut dan tanpa kumis.

    Dan lagi-lagi ini adalah ciri dari seburuk-buruk Makhluk. Karena di dalam al-Hadis tadi disebutkan bahwa mereka mencukur rambutnya dan di al-Hadis lainnya disebutkan bahwa mereka gundul kepalanya.

    يَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ“Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka adalah seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak kepada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikit pun dari al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

    Dan ciri kepala gundul merupakan ciri khas orang-orang Khawarij, seperti penjelasan Ibn Hajar Rahimahullah  berikut ini:

    …أَنَّ الْخَوَارِج سِيمَاهُمْ التَّحْلِيق ، وَكَانَ السَّلَف يُوَفِّرُونَ شُعُورهمْ لَا يَحْلِقُونَهَا ، وَكَانَتْ طَرِيقَة الْخَوَارِج حَلْق جَمِيع رُءُوسِهِمْ .
    “Sesungguhnya orang-orang khawarij ciri khas mereka adalah gundul, dan dahulu para salaf membiarkan rambut mereka dan tidak menggundulnya, dan cara orang khawarij adalah mencukur habis kepalanya.” (Fathul Bary 8/68-69).

    Dan umumnya “para Ustadz” Salafi Wahabi berkepala plontos dan ini sudah menjadi hal lazim bagi mereka.

    Penutup

    Kelompok Salafi ialah mereka yang mengikuti prinsip dan akidah Tauhid yang dirumuskan oleh Muhammad Bin Abdul Wahab an-Najed, Najd yang merupakan tempat dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam mengatakan akan muncul tanduk setan (Baca Najd di Arab Saudi bukan di Irak).

    Mereka selalu mengajak kembali kepada al-Quran dan as-Sunnah namun mereka memiliki kelakuan buruk, seperti kita lihat semua pelaku teroris dan pembunuh umat Islam adalah dari mereka yang mengikuti pemahaman Wahabi, seperti ISIS, Jabt al-Nusra, dan kelompok teroris lainnya.

    Baca juga: Bid’ah kaum Salafi Wahabi.


    Tinggalkan komentar