Tata Cara Shalat Isya’ Lengkap Niat Hingga Salam Dan Doa

Paket Umroh Akhir Tahun

Shalat Isya’ merupakan salah satu dari lima shalat Fardhu yang wajib untuk dilakukan setiap harinya, kecuali ada alasan yang dibenarkan menurut Syariat untuk meninggalkannya.

Dan Shalat Isya’ terdiri dari empat rakaat dan dua kali tahiyat dan satu salam, dikerjakan pada malam hari setelah Shalat Maghrib hingga pertengahan malam.

Shalat ini salah satu dari dua Shalat yang amat berat dilakukan terutama bagi mereka yang munafik (Lihat HR. Bukhari no. 657) selain Shalat Subuh. Dikarenakan waktu malam merupakan waktu beristirahat sedangkan waktu Subuh adalah waktu menikmati istirahat. Dan tentu saja bagi mereka yang mendirikannya akan mendapat banyak keutamaan yang akan didapat sebanding dengan Shalat sebanyak setengah malam.

Dan di artikel ini kita akan membahas mengenai tata cara Shalat Isya’ dari Niat hingga Salam, untuk kita semua menimba dan memetik manfaatnya.

Dalil mengerjakan Shalat Isya’

Mengenai dalil Syar’i untuk mengerjakan Sholat Isya’ sudahlah jelas dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam berikut ini.

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat Isya’ secara berjamaah, maka dia seperti telah melaksanakan shalat malam selama separuh malam.

Balasan bagi yang mengerjakan Shalat Isya’

Shalat Isya’ amat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, dan pahala yang akan didapat bagi mereka yang mengerjakannya adalah sebagai berikut.

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa melaksanakan shalat Isya’ secara berjamaah, maka dia seperti telah melaksanakan shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa melaksanakan shalat Subuh secara berjamaah, maka dia seperti telah shalat seluruh malam.”

Ancaman bagi mereka yang meninggalkan

Shalat Isya’ merupakan salah satu dari lima Shalat Fardhu yang telah ditetapkan waktunya, dan bagi mereka yang meninggalkannya akan mendapat hukuman.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60).

Menurut penjelasan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, bahwa Al Ghoyya dalam ayat Al Qur’an ini berarti neraka Jahanam, lihat Ash Sholah, hal. 31.

Oleh karenanya jangan pernah meninggalkan Shalat Fardhu karena berat sekali hukuman yang akan kita derita di akhirat kelak.

Waktu mengerjakan Shalat Isya’

Awal waktu mengerjakan Shalat Isya’

Untuk ini tentu saja jika kita telah mendengar kumandang Adzan Isya maka sudah waktunya untuk melaksanakannya.

Akhir waktu mengerjakan Shalat Isya’

Akhir waktu Shalat Isya’ adalah sebelum masuk waktu Sholat Subuh, berdasarkan penjelasan Hadits berikut ini.

Jibril datang kepada beliau untuk shalat isya, ketika sudah berlalu sepertiga malam pertama. Beliau mengatakan, ‘Kerjakanlah shalat isya’.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat. Kemudian datang lagi untuk shalat subuh ketika langit sudah sangat menguning. Beliau mengatakan, ‘Lakukanlah shalat subuh.’ Kemudian beliau mengatakan, “Di antara dua batas ini adalah waktu shalat.” (HR. ad-Daruquthni 1019, Nasai 531, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Tuntunan dan tata cara shalat Isya’

Persiapan kita sebelum memulai melakukan Shalat Isya’ adalah memenuhi syarat syah Shalat berikut ini.

Syarat syah shalat:

  1. Tubuh kita telah suci dari najis dan hadas kecil dan besar. Untuk hadas kecil silahkan ikuti cara Wudhu.
  2. Berpakaian rapi dan aurat tertutup.
  3. Tempat untuk Shalat bersih dan suci dari najis dan kotoran.
  4. Sudah masuknya waktu untuk mengerjakan Shalat Isya’. Lihat jadwal shalat Isya’.
  5. Posisi menghadap ke kiblat.

Jika semua syarat Syah Shalat Isya’ diatas telah anda penuhi maka bisa langsung mengikuti aturan berupa urutan langkah untuk melaksanakan Shalat Isya dari niat hingga Salam.

Ingat saat kita melaksanakan Shalat Isya’ pastikan pandangan mata anda tertuju kepada tempat sujud dan jika kita melaksanakannya di depan baitullah Ka’ab maka mata hadapkanlah mata atau menatap ke Ka’bah.

Rakaat Pertama

Membaca Niat Shalat Isya’

Meskipun tiada riwayat Shahih mengenai perlunya membaca niat secara lisan. Namun para Ulama Syafi’i membolehkan membacanya dalam hati untuk meneguhkan fikiran dan hati untuk shalat. Adapun niat dibaca dalam hati sebelum memulai shalat Isya’.

Niat Sholat Isya’ Shalat Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol ‘isyaa-i arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya : “Aku berniat shalat fardhu Isya empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Isya’ Untuk Makmum

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol ‘isyaa-i arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala

Artinya : “Aku berniat shalat fardhu Isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Isya’ Untuk Imam

اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol ‘isyaa-i arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala

Artinya : “Aku berniat shalat fardhu Isya empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

1. Takbiratul Ikhram

 Yaitu mengangkat kedua tangan

Gerakan shalat setelah membaca niat ialah Takbiratul Ikhram, yakni mengangkat kedua tangan keatas sembari mengucap Allahu Akbar.

Gerakan Takbiratul Ikhram

2. Sedakep

Sedakep Shalat
Menyedakepkan kedua tangan atau menumpuk kedua tangan, dimana posisi tangan kanan diatas tangan kiri, dan jari-jari lurus merenggang tidak tegang.

3. Membaca doa Iftitah Isya’

Terdapat sejumlah doa Iftitah yang bisa anda pilih yang mana untuk dibaca saat shalat Fardhu maupun shalat Sunnah, namun yang umum dipakai di masyarakat Islam di Indonesia adalah yang berikut ini.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Artinya : “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

4. Membaca surat Al Fatihah

Setelah membaca doa Iftitah, selanjutnya membaca surat Al Fatihah

5. Membaca surat Al Qur’an lainnya

Setelah membaca surat Al Fatihah, selanjutnya membaca surat Al Qur’an. Bebas surat apa saja sesuai yang kita hafal.

6. Ruku’

1. Posisi dari berdiri ke ruku

Bergerak dari berdiri ke posisi ruku, sambil mengangkat kedua tangan menuju ruku sambil mengumandangkan:

Allahu Akbar

Berdiri Lalu Ruku'

2. Posisi ruku’

Posisi Ruku'

Posisi kedua tangan saat ruku’ adalah diatas dengkul, dan semua jari dalam keadaan lurus.

Selanjutnya kita ruku dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana Rabbiyal ‘Adhimi Wabihamdi.

Artinya: Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.

7. I’tidal

Setelah ruku maka lakukan I’tidal yakni berdiri tegak setelah ruku’.

1. Posisi dari ruku’ ke I’tidal

Posisi Ruku Lalu Berdiri Itidal

Saat bergerak dari Ruku’ ke I’tidal maka baca:

Sami’allahu Liman Hamidah.

2. Posisi berdiri i’tidal

Saat berdiri I’tidal mata menghadap ke tempat sujud, maka baca:

Posisi I'tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbana lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah].

8. Sujud

Setelah itu bersujud. Bergerak dari I’tidal ke sujud membaca:

Allahu Akbar

Posisi Sujud.

Posisi Sujud

Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

Artinya:

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

9. Duduk Diantara Dua Sujud (Iftirasy)

Setelah sujud pertama, maka lakukan duduk diantara dua sujud atau Iftirasy yang artinya duduk diatas kaki kiri disaat kaki kanan berdiri tegak:

Posisi Duduk Iftirosy Duduk Diantara Dua Sujud

Duduk Diantara Dua Sujud

Dan membaca yang berikut ini:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِِْ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

10. Sujud

Setelah duduk, maka lakukan sujud kembali.

Bergerak dari duduk ke sujud membaca:

Allahu Akbar

Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

Artinya:

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

Rakaat Kedua

11. Berdiri kembali / Qiyam

Bergerak dari Sujud ke Qiyam, dengan mengumandangkan:

Allahu Akbar

12. Posisi kedua tangan sedakep dan membaca Al Fatihah

Sedakep Shalat
Di rakaat kedua membaca Al Fatihah kembali.

13. Membaca Surat Al Qur’an

Setelah membaca Al Fatihah, lalu membaca surat Al Qur’an apapun yang dihafal.

14. Ruku

Bergerak dari berdiri sambil mengangkat kedua tangan setinggi kepala ke posisi ruku, maka mengumandangkan:

1. Gerakan dari berdiri ke ruku’

Bergerak dari berdiri ke posisi ruku, sambil mengangkat kedua tangan menuju ruku sambil mengumandangkan:

Allahu Akbar

Berdiri Lalu Ruku'

2. Posisi ruku’

Posisi Ruku'

Posisi kedua tangan saat ruku’ adalah diatas dengkul, dan semua jari dalam keadaan lurus.

Selanjutnya kita ruku dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana Rabbiyal ‘Adhimi Wabihamdi.

Artinya: “Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji”.

15. I’tidal

Setelah ruku maka lakukan I’tidal yakni berdiri tegak setelah ruku’.

1. Bergerak dari ruku’ ke I’tidal

Posisi Ruku Lalu Berdiri Itidal

Saat bergerak dari Ruku’ ke I’tidal maka baca:

Sami’allahu Liman Hamidah.

2. Posisi berdiri I’tidal

Posisi I'tidal

Saat berdiri I’tidal mata menghadap ke tempat sujud, maka baca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah].

16. Sujud

Setelah itu bersujud. Bergerak dari I’tidal ke sujud membaca:

Allahu Akbar

Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

Artinya:

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

17. Duduk Diantara Dua Sujud (Iftirasy)

Posisi Duduk Iftirosy Duduk Diantara Dua Sujud

Duduk Diantara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, maka lakukan duduk diantara dua sujud, dengan membaca yang berikut ini:

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِِْ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

18. Sujud

Setelah duduk, maka lakukan sujud kembali.

Bergerak dari duduk ke sujud membaca:

Allahu Akbar

Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

Artinya:

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

19. Tasyahhud Awal

Bergerak dari Sujud ke duduk Tasyahud Awal dengan mengumandangkan:

Allahu Akbar

Dan posisi duduk Tasyahud Awal seperti duduk diantara dua sujud  yakni Iftirosy. Saat duduk membaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.” Allahumma sholli ‘ala Muhammad.”

Rakaat Ketiga

Lakukan seperti Rakaat pertama namun tanpa niat, doa ifititah dan tanpa membaca surat Al Qur’an setelah Al Fatihah. Jadi yang perlu dilakukan di rakaat ketiga adalah:

  1. Berdiri setelah duduk Tasyahud Awal.
  2. Membaca alfatihah. (Dari berdiri ke Ruku’ sembari mengumandangkan Allahu Akbar).
  3. Ruku’. (Setelah ruku’ maka bergerak berdiri tegak untuk i’tidal sambil mengumandangkan Sami Allahu Liman Hamidah).
  4. I’tidal.
  5. Sujud (Setelah sujud bergerak duduk sembari mengumandangkan Allahu Akbar)
  6. Duduk diantara dua sujud.  (Setelah duduk maka lakukan sujud, saat bergerak dari duduk ke sujud maka kumandangkan Allahu Akbar).
  7. Sujud kembali.
  8. Lalu berdiri untuk melanjutkan ke rakaat keempat (Bergerak dari sujud lalu berdiri sembari mengumandangkan Allahu Akbar).

Rakaat Keempat

Lakukan seperti Rakaat Kedua namun tanpa tanpa membaca surat Al Qur’an setelah Al Fatihah. Jadi yang perlu dilakukan di rakaat keempat adalah:

  1. Berdiri setelah sujud.
  2. Membaca alfatihah. (Dari berdiri ke Ruku’ sembari mengumandangkan Allahu Akbar).
  3. Ruku’. (Setelah ruku’ maka bergerak berdiri tegak untuk i’tidal sambil mengumandangkan Sami Allahu Liman Hamidah).
  4. I’tidal.
  5. Sujud (Setelah sujud bergerak duduk sembari mengumandangkan Allahu Akbar)
  6. Duduk diantara dua sujud. (Setelah duduk maka lakukan sujud, saat bergerak dari duduk ke sujud maka kumandangkan Allahu Akbar).
  7. Sujud kembali. (Kemudian duduk Tasyahud Akhir sembari mengumandangkan Allahu Akbar).
  8. Duduk Tasyahud Akhir. Lihat posisi duduk Tasyahud Akhir dan bacaannya dibawah ini.

Posisi duduk Tasyahud akhir

Pada Tasyahud akhir posisi kaki kiri melewati pinggir badan sebelah kanan, dan kaki kanan miring.

Posisi Kaki Di Tasyahud Akhir

Kemudian saat duduk tasyahud, membaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

Setelah itu, sebelum salam, mintalah doa agar dilindungi dari 4 perkara: 1. Siksa Jahanam, 2. Siksa Kubur, 3. Penyimpangan ketika hidup dan mati, 4. Kejelekan Dajjal, doanya berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal. [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588]

Doa diatas berdasarkan Hadits Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah, matannya sebagai berikut:

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An Nasai no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

20. Salam

Akhiri shalatmu dengan mengucap Salam, karena Salam merupakan tindakan menghalalkan hal-hal yang diharamkan saat anda mengucapkan Takbiratul Ihram.

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ”[HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301.]

Ucapan salam terbagi menjadi 2

1. Salam pertama

Ucapkan salam pertama: “As Salam Alaikum bergerak kepala dan leher kekanan:

Gerakan Salam Ke Kanan

Kemudian diteruskan bagian akhirnya salamnya: Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu” sembari menengok kekanan.

Keterangan tambahan: Jadi pas saat Assalamu Alaikum baru kepala bergerak kekanan, setelah dikanan baru baca Warahmatullahi Wabarakatuh.

2. Salam kedua

Ucapkan salam kedua: “Assalamualaikum” kepala bergerak kekiri.

Gerakan Salam Ke Kiri

Kemudian diteruskan bagian akhirnya salamnya: Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu” sembari menengok kekiri.

Keterangan tambahan: Jadi pas saat Assalamu Alaikum baru kepala bergerak kekiri, setelah dikanan baru baca Warahmatullahi Wabarakatuh.

Doa dan dzikir

Selanjutnya silahkan baca doa dan dzikir setelah Shalat sesuai tuntunan Nabi S.A.W. Pastikan kita mengikuti doa dan dzikir yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam lakukan.

Video tata cara shalat oleh Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid

Akhirul Kalam

Mendirikan Shalat 5 waktu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim apapun kondisinya, karena perintah Shalat begitu jelas dan tegas bahkan Allah Ta’ala langsung menyerukannya kepada Rasulullah tanpa perantaraan malaikat Jibril A.S. Dan shalat didaulat sebagai penolong bagi umat Islam seperti yang dijelaskan pada surat Al Qur’an berikut:

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya : ”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (QS. Al Baqarah : 45).

Yang terbaik ialah seorang Muslim yang istiqomah mendirikan shalat 5 waktu, ditambah pula dengan melaksanakan pula Shalat Sunnah dikarenakan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Alaa Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam juga mengerjakannya.

Insya Allah artikel berjudul tuntunan dan tata cara shalat Isya’ ini bermanfaat bagi kita semua….Aamiin Allahumma Aamiin. Sampai jumpa lagi di artikel-artikel saya berikutnya.

Tinggalkan komentar