Shalat Maghrib Tuntunan Lengkap Dari Niat Hingga Salam

Shalat Maghrib Tuntunan Lengkap Dari Niat Hingga Salam
  • Advertisements

  • Shalat Maghrib adalah Shalat Fardhu yang wajib dilakukan setiap hari saat terbenamnya matahari. Dan tiada pengecualian apapun untuk tidak mengerjakannya. Dan Shalat merupakan bagian dari Rukun Islam.

    Akan tetapi seringkali kita melalaikannya, dikarenakan kesibukan, terjebak lalu lintas, malas dan hal lainnya yang akhirnya kita menunda untuk mengerjakannya bahkan sampai meninggalkannya. Padahal ini adalah ibadah wajib.

    Dalil mengerjakan Shalat Maghrib

    Firman Allah Ta’ala

    إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

    “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103].

    Balasan bagi yang mengerjakan Shalat Maghrib

    Mengerjakan Shalat Maghrib sebagai bagian Shalat Lima Waktu akan menjadikan cahaya dan keselamatan baik di dunia dan akhirat menurut pemberitaan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sohbihi Wa Sallam dan sebuah hadits.


    مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

    “Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Dan pada hari kiamat, orang yang tidak menjaga shalatnya itu akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” [HR. Ahmad dalam kitab al-Musnad, 2/169 dan ad-Darimi, 2/301. Imam al-Mundziri dalam kitab at-Targhib wat Tarhib, 1/440 mengatakan, “Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang jayyid.”]

    Ancaman bagi yang meninggalkan Shalat Maghrib

    Allah Ta’ala mengancam mereka yang melalaikan Shalat dalam salah satu ayat Al’Qur’an berikut ini:

    فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

    “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60).

    Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31). (Sumber).

    Tuntunan dan tata cara shalat Maghrib

    Sebelum melaksanakan Shalat Maghrib maka pastikan anda menunaikan syarat syah Shalat terlebih dahulu.

    Syarat syah shalat:

    1. Suci tubuh dari najis dan hadas.
    2. Menutup aurat dan berpakaian yang rapi dan sopan.
    3. Berada ditempat yang bersih dan suci dari najis dan kotoran.
    4. Sudah masuk shalat. Lihat jadwal shalat Maghrib.
    5. Menghadap kiblat.

    Setelah itu silahkan langsung menuju langkah-langkahnya: Berikut adalah langkah-langkah melaksanakan Shalat Maghrib dari niat hingga salam.

    Saat melaksanakan Shalat maka pandangan mata anda tertuju kepada tempat sujud dan namun apabila anda melaksanakannya di depan Ka’bah maka mata menghadap atau menatap Ka’bah.

    Rakaat Pertama

    Membaca Niat Shalat Maghrib

    Meskipun tiada riwayat Shahih mengenai perlunya membaca niat secara lisan. Namun para Ulama Syafi’i membolehkan membacanya dalam hati untuk meneguhkan fikiran dan hati untuk shalat. Adapun niat dibaca dalam hati sebelum memulai shalat Maghrib.

    Niat Sholat Maghrib Shalat Sendiri (Munfarid)

    أُصَلِّىْ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَرَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ اَدَاءًلِلهِ تَعَا لَى

    Latin: ”Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahita’aalaa”

    Artinya :
    “Aku berniat shalat fardhu magrib tiga raka’at, menghadap kiblat karena allah ta’ala.”

    Niat Sholat Maghrib Untuk Makmum

    أُصَلِّىْ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَرَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ مَأْمُوْمًالِلهِ تَعَا لَى

    Latin: “
    Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati ma’muman lillaahita’aalaa.”

    Artinya: Aku berniat shalat fardhu magrib tiga raka’at, menghadap kiblat mengikuti imam karena allah ta’ala.

    Niat Sholat Maghrib Untuk Imam

    أُصَلِّىْ فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَرَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ اِمَامًالِلهِ تَعَا لَى

    Latin: “Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lillaahita’aalaa”

    Artinya: Aku berniat shalat fardhu magrib tiga raka’at, menghadap kiblat menjadi imam karena allah ta’ala.

    1. Takbiratul Ikhram

     Yaitu mengangkat kedua tangan

    Gerakan shalat setelah membaca niat ialah Takbiratul Ikhram, yakni mengangkat kedua tangan keatas sembari mengucap Allahu Akbar.

    Gerakan Takbiratul Ikhram

    2. Sedakep

    Sedakep Shalat
    Menyedakepkan kedua tangan atau menumpuk kedua tangan, dimana posisi tangan kanan diatas tangan kiri, dan jari-jari lurus merenggang tidak tegang.

    3. Membaca doa Iftitah Maghrib

    Terdapat sejumlah doa Iftitah yang bisa anda pilih yang mana untuk dibaca saat shalat Fardhu maupun shalat Sunnah, namun yang umum dipakai di masyarakat Islam di Indonesia adalah yang berikut ini.

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

    Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

    Artinya : “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

    4. Membaca surat Al Fatihah

    Setelah membaca doa Iftitah, selanjutnya membaca surat Al Fatihah

    5. Membaca surat Al Qur’an lainnya

    Setelah membaca surat Al Fatihah, selanjutnya membaca surat Al Qur’an. Bebas surat apa saja sesuai yang kita hafal.

    6. Ruku’

    1. Posisi dari berdiri ke ruku

    Bergerak dari berdiri ke posisi ruku, sambil mengangkat kedua tangan menuju ruku sambil mengumandangkan:

    Allahu Akbar

    Berdiri Lalu Ruku'

    2. Posisi ruku’

    Posisi Ruku'

    Posisi kedua tangan saat ruku’ adalah diatas dengkul, dan semua jari dalam keadaan lurus.

    Selanjutnya kita ruku dengan membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana Rabbiyal ‘Adhimi Wabihamdi.

    Artinya: Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.

    7. I’tidal

    Setelah ruku maka lakukan I’tidal yakni berdiri tegak setelah ruku’.

    1. Posisi dari ruku’ ke I’tidal

    Posisi Ruku Lalu Berdiri Itidal

    Saat bergerak dari Ruku’ ke I’tidal maka baca:

    Sami’allahu Liman Hamidah.

    2. Posisi berdiri i’tidal

    Saat berdiri I’tidal mata menghadap ke tempat sujud, maka baca:

    Posisi I'tidal

    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

    Rabbana lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah].

    8. Sujud

    Setelah itu bersujud. Bergerak dari I’tidal ke sujud membaca:

    Allahu Akbar

    Posisi Sujud.

    Posisi Sujud

    Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    ”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

    Artinya:

    Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

    9. Duduk Diantara Dua Sujud (Iftirasy)

    Setelah sujud pertama, maka lakukan duduk diantara dua sujud atau Iftirasy yang artinya duduk diatas kaki kiri disaat kaki kanan berdiri tegak:

    Posisi Duduk Iftirosy Duduk Diantara Dua Sujud

    Duduk Diantara Dua Sujud

    Dan membaca yang berikut ini:

    رَبِ ّاِغْفِرْلِيِِْ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya:

    Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

    10. Sujud

    Setelah duduk, maka lakukan sujud kembali.

    Bergerak dari duduk ke sujud membaca:

    Allahu Akbar

    Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    ”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

    Artinya:

    Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

    Rakaat Kedua

    11. Berdiri kembali / Qiyam

    Bergerak dari Sujud ke Qiyam, dengan mengumandangkan:

    Allahu Akbar

    12. Posisi kedua tangan sedakep dan membaca Al Fatihah

    Sedakep Shalat
    Di rakaat kedua membaca Al Fatihah kembali.

    13. Membaca Surat Al Qur’an

    Setelah membaca Al Fatihah, lalu membaca surat Al Qur’an apapun yang dihafal.

    14. Ruku

    Bergerak dari berdiri sambil mengangkat kedua tangan setinggi kepala ke posisi ruku, maka mengumandangkan:

    1. Gerakan dari berdiri ke ruku’

    Bergerak dari berdiri ke posisi ruku, sambil mengangkat kedua tangan menuju ruku sambil mengumandangkan:

    Allahu Akbar

    Berdiri Lalu Ruku'

    2. Posisi ruku’

    Posisi Ruku'

    Posisi kedua tangan saat ruku’ adalah diatas dengkul, dan semua jari dalam keadaan lurus.

    Selanjutnya kita ruku dengan membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana Rabbiyal ‘Adhimi Wabihamdi.

    Artinya: “Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji”.

    15. I’tidal

    Setelah ruku maka lakukan I’tidal yakni berdiri tegak setelah ruku’.

    1. Bergerak dari ruku’ ke I’tidal

    Posisi Ruku Lalu Berdiri Itidal

    Saat bergerak dari Ruku’ ke I’tidal maka baca:

    Sami’allahu Liman Hamidah.

    2. Posisi berdiri I’tidal

    Posisi I'tidal

    Saat berdiri I’tidal mata menghadap ke tempat sujud, maka baca:

    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

    Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah].

    16. Sujud

    Setelah itu bersujud. Bergerak dari I’tidal ke sujud membaca:

    Allahu Akbar

    Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:


    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    ”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

    Artinya:

    Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

    17. Duduk Diantara Dua Sujud (Iftirasy)

    Posisi Duduk Iftirosy Duduk Diantara Dua Sujud

    Duduk Diantara Dua Sujud

    Setelah sujud pertama, maka lakukan duduk diantara dua sujud, dengan membaca yang berikut ini:

    رَبِ ّاِغْفِرْلِيِِْ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya:

    Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

    18. Sujud

    Setelah duduk, maka lakukan sujud kembali.

    Bergerak dari duduk ke sujud membaca:

    Allahu Akbar

    Saat sujud membaca doa berikut sebanyak 3 kali:

    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    ”Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi” (Sebanyak 3 kali).

    Artinya:

    Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya.

    19. Tasyahhud Awal

    Bergerak dari Sujud ke duduk Tasyahud Awal dengan mengumandangkan:

    Allahu Akbar

    Dan posisi duduk Tasyahud Awal seperti duduk diantara dua sujud  yakni Iftirosy. Saat duduk membaca:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

    “At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.” Allahumma sholli ‘ala Muhammad.”

    Rakaat Ketiga

    Lakukan seperti Rakaat Kedua namun tanpa tanpa membaca surat Al Qur’an setelah Al Fatihah. Jadi yang perlu dilakukan di rakaat keempat adalah:

    1. Berdiri setelah sujud.
    2. Membaca alfatihah. (Dari berdiri ke Ruku’ sembari mengumandangkan Allahu Akbar).
    3. Ruku’. (Setelah ruku’ maka bergerak berdiri tegak untuk i’tidal sambil mengumandangkan Sami Allahu Liman Hamidah).
    4. I’tidal.
    5. Sujud (Setelah sujud bergerak duduk sembari mengumandangkan Allahu Akbar)
    6. Duduk diantara dua sujud. (Setelah duduk maka lakukan sujud, saat bergerak dari duduk ke sujud maka kumandangkan Allahu Akbar).
    7. Sujud kembali. (Kemudian duduk Tasyahud Akhir sembari mengumandangkan Allahu Akbar).
    8. Duduk Tasyahud Akhir. Lihat posisi duduk Tasyahud Akhir dan bacaannya dibawah ini.

    Posisi duduk Tasyahud akhir

    Pada Tasyahud akhir posisi kaki kiri melewati pinggir badan sebelah kanan, dan kaki kanan miring.

    Posisi Kaki Di Tasyahud Akhir

    Kemudian saat duduk tasyahud, membaca:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    “At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

    “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

    Setelah itu, sebelum salam, mintalah doa agar dilindungi dari 4 perkara: 1. Siksa Jahanam, 2. Siksa Kubur, 3. Penyimpangan ketika hidup dan mati, 4. Kejelekan Dajjal, doanya berikut ini:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal. [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal].” (HR. Muslim no. 588]

    Doa diatas berdasarkan Hadits Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah, matannya sebagai berikut:

    إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

    Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. An Nasai no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

    20. Salam

    Akhiri shalatmu dengan mengucap Salam, karena Salam merupakan tindakan menghalalkan hal-hal yang diharamkan saat anda mengucapkan Takbiratul Ihram.

    مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

    “Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ”[HR. Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301.]

    Ucapan salam terbagi menjadi 2

    1. Salam pertama

    Ucapkan salam pertama: “As Salam Alaikum bergerak kepala dan leher kekanan:

    Gerakan Salam Ke Kanan

    Kemudian diteruskan bagian akhirnya salamnya: Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu” sembari menengok kekanan.

    Keterangan tambahan: Jadi pas saat Assalamu Alaikum baru kepala bergerak kekanan, setelah dikanan baru baca Warahmatullahi Wabarakatuh.

    2. Salam kedua

    Ucapkan salam kedua: “Assalamualaikum” kepala bergerak kekiri.

    Gerakan Salam Ke Kiri

    Kemudian diteruskan bagian akhirnya salamnya: Wa Rahmatullahi Wa Barakatuhu” sembari menengok kekiri.

    Keterangan tambahan: Jadi pas saat Assalamu Alaikum baru kepala bergerak kekiri, setelah dikanan baru baca Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Doa dan dzikir

    Selanjutnya silahkan baca doa dan dzikir setelah Shalat sesuai tuntunan Nabi S.A.W.

    Video tata cara shalat oleh Habib Ali Zainal Abidin Al Hamid

    Insya Allah bermanfaat.

    Tinggalkan komentar