Tata Cara Sholat Jumat Beserta Sunnah Dan Niatnya

Seperti halnya umat Kristen yang ke gereja pada hari Minggu beramai-ramai, maka untuk kaum Muslim ada hari Jumat dimana pada hari itu seluruh umat Islam menunaikan Shalat Jumat secara berjamaah dan mendengarkan Khutbah. Shalat Jumat dilaksanakan secara berjamaah di Masjid, dan juga Shalat Fardhu 5 waktu sangat ditekankan untuk dilaksanakan di Masjid secara berjamaah.

Namun begitu Shalat Jumat merupakan ibadah khusus yang dilakukan pada hari Jumat dan terdapat Khutbah sebelum melaksanakannya.

Dalil melaksanakan Sholat Jumat

Shalat Jumat adalah ibadah spesial dan diharuskan, dalam sebuah ayat Al Qur’an, Allah Azza Wa Jalla menekankan pada umat Islam untuk melaksanakan Shalat ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat , maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. [Al Qur’an 62:9].

Ayat diatas memberikan bukti berupa penggambaran jelas betapa penting dan utamanya Shalat Jumat. Ini merupakan Shalat dimana Allah memerintahkan umat Islam untuk meninggalkan segala urusannya dan memastikan diri mereka berangkat ke Masjid.

Selain itu, ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa Shalat Jumat bukan semata melaksanakan Shalat namun untuk mengingat Allah, yang adalah Khutbah, yang juga merupakan bagian menyatu dalam Shalat Jumat dan seharusnya tidak dianggap enteng atau sebelah mata.

Mengenai Shalat Jumat . ada sejumlah aturan yang disunnahkan oleh baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam untuk kita ikuti. Dan diantara Sunnah pergi ke Masjid untuk Shalat Jumat itu adalah untuk memastikan bahwa setiap Muslim melaksanakan ibadah ini sekaligus merayakan harinya sebaik mungkin menurut aturan Sunnah.

Sunnah dan adab Shalat Jumat

Berikut adalah Sunnah untuk melaksanakan Shalat Jumat yang direkomendasikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Mandi dan memakai wewangian

Disunnahkan untuk terlebih dahulu mandi membersihkan diri dan memakai wewangian sebelum berangkat ke Masjid untuk melaksanakan Shalat Jumat, hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى

Apabila seseorang mandi pada hari Jumat, dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak dan harum-haruman dari rumahnya kemudian ia keluar rumah, lantas ia tidak memisahkan di antara dua orang, kemudian ia mengerjakan shalat yang diwajibkan, dan ketika imam berkhutbah, ia pun diam, maka ia akan mendapatkan ampunan antara Jumat yang satu dan Jumat lainnya.” [HR. Bukhari no. 883].

Berangkat ke Masjid pada awal waktu

Pada Shalat Jumat, Khutbah dilaksanakan sebelum melaksanakan Shalat dan semakin awal seseorang tiba di Masjid, semakin besar besar kemungkinan ia mendengarkan lebih banyak khutbah. Untuk hal ini, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam menjelaskan.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

“Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut)”. [HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850].

Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjelaskan berbagai hal mengenai Shalat Jumat. Hal yang pertama yang harus diingat ialah perbedaan pahala yang didapat, dimana yang tiba lebih awal mendapatkan pahala lebih awal dibandingkan yang kemudian. Yang kedua, jikalau seseorang memasuki Masjid di saat Khutbah sudah dimulai, maka dirinya tidak mendapatkan pahala khusus, kecuali pahala yang diberikan kepada mereka yang melaksanakan Shalat Dhuhur. Oleh karenanya, jikalau kita ingin mendapatkan pahala lebih besar, maka pastikan tiba di Masjid seawal mungkin dan mendengarkan Khutbah yang dilaksanakan sebelum Shalat.

Shalat Sunnah Masjid

Diriwayatkan disaat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberikan Khutbah Jumat, maka seorang pria masuk ke Masjid kemudian duduk. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam bertanya padanya.

“Sudahkah anda melaksanakan Shalat?”

Pria tersebut menjawab tidak, saat itu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda.

“Bangun dan laksanakan Shalat dua Rakaat (Yakni Shalat Tahiyatul Masjid)”. [Bukhari].

Hadits ini menunjukkan barangsiapa yang Shalat Jumat, kemudian mendengarkan Khutbah lalu melaksanakan Shalat Jumat wajib, maka dia juga harus menunaikan Shalat Tahiyatul Masjid sebanyak dua rakaat. Ini merupakan Shalat yang didirikan ketika masuk Masjid. Namun perlu diingat bahwa melaksanakannya hanya diperkenankan ketika Khutbah belum dimulai, namun jikalau Khutbah sudah dimulai maka dirinya harus menahan diri untuk tidak melaksanakan Tahiyatul Masjid. Oleh karena itulah seorang Muslim harus tiba di Masjid seawal mungkin dan melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid sebelum melakukan hal apapun.

Menuju dan memasuki Masjid dengan tenang

Jumat merupakan hari khusus begitupun persiapan untuk melaksanakannya. Namun begitu kita sering temui banyak dari saudara seiman disaat hari Jumat menjadi berlebihan dalam persiapan dan mereka mengejar semua pahala secara tergesa-gesa. Ketika seseorang melaksanakan Shalat dengan tergesa-gesa, maka mereka mendapat teguran dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yaitu.

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun bersikap tenang dan khusyu’lah. Gerakan imam yang kalian dapati, ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” [HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602].

Hadits ini berlaku untuk semua Shalat yang dikerjakan berjamaah di Masjid, termasuk pula untuk mengerjakan Shalat Jumat.

Amaran yang ditekankan oleh hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam ini adalah.

  1. Jangan terburu-buru untuk Shalat di saat Iqamah telah terdengar atau khawatir akan tertinggal Shalat.
  2. Di saat Shalat telah dilaksanakan, maka masuk ke dalam Shaf, dan langsung mengikuti Imam meskipun sudah di rakaat tertentu atau apapun kondisinya, baik saat ruku’, duduk, sujud dan lainnya. Apabila Imam sudah sujud maka langsung takbiratul ihram kemudian Sujud mengikuti Imam.
  3. Untuk rakaat yang luput, maka digenapi sendirian setelah Imam mengucapkan Salam.
  4. Mengenai alasan kenapa dilarang untuk terburu-buru atau berjalan dan berlari cepat itu karena seseorang yang berjalan menuju Shalat terhitung sedang Shalat. Oleh karenanya sudah selayaknya ia khusyu’ dan tenang seperti halnya orang melaksanakan Shalat.

Mendengarkan Khutbah dengan penuh perhatian

Khutbah merupakan komponen menyatu dalam Shalat Jumat. Adalah Khutbah yang membedakan antara Shalat Jumat dan Shalat Dhuhur yang kita lakukan secara rutin setiap harinya. Khutbah adalah pengingat Allah dan kita seharusnya mendengarkan Khutbah dengan perhatian khusus. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda.

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, ‘Diamlah, khotib sedang berkhutbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia.”[HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851].

Dari Hadits ini jelas sudah jika Imam sudah memulai Khutbah maka kita harus mengacuhkan hal lainnya dan fokus mendengarkan Khutbah. Tingkat perhatian kita termasuk menahan diri untuk menegur siapapun bahkan untuk mengingatkan mereka untuk mendengarkan Khutbah, karena hal itu memecah konsentrasi orang lainnya.

Langkah-langkah Sholat Jumat

Ini adalah langkah-langkah lengkap untuk melaksanakan Shalat Jumat untuk Imam dan Makmum yang bisa anda ikuti sekarang.

Syarat sah Shalat

  • Mengetahui masuknya waktu Shalat.
    Berdasarkan firman Allah Ta’ala.
    إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
    “… Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An-Nissa’: 103].
  • Suci dari hadats besar pula kecil.
    أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah…” [Al-Maa-idah: 6].
  • Baju dan badan yang suci bersih.
    “Dan Pakaianmu bersihkanlah.” [Al-Muddatstsir: 4].
    “Wuddhu’ dan basuhlah kemaluanmu.” [Silahkan baca cara dan niat Wudhu].

Niat Shalat Jumat

Berikut adalah niat Shalat Jumat untuk Imam dan Makmum.

Niat Shalat Jumat untuk Imam

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman Lillaahi Ta’aala.

Aku niat melakukan shalat Jumat 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta’ala.

Niat Shalat Jumat untuk Makmum

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman Lillaahi Ta’aala.

Aku berniat melaksanakan Shalat Jumat sebanyak 2 rakaat, menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta’ala.

Tuntunan Sholat Jumat

UrutanRakaat PertamaRakaat Kedua
1Membaca niatMembaca al-Fatihah
2Takbiratul Ihram, kemudian membaca doa iftitahMembaca surah al-Qur'an
3Membaca al-FatihahRuku' (Membaca Subhana rabbiyal 'adzhimi wa bihamdihi )
4Membaca surah al-Qur'anI'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)
5Ruku' (Membaca Subhana Rabbiyal 'Adzhimi Wa Bihamdihi )Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
6I'tidal (Membaca Sami’Allaahu liman hamidah kemudian Rabbana Lakalhamdu Mil Assamawati Wamil Ardhi Wamil a’maasyita Min Syai i’nba’du)Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)
7Sujud (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)
8Duduk diantara dua sujud (Membaca Rabbighfirli Warhamni Wajburni Warfa’kni Warzuqni Wahdini Wa’afini Wa’fu ‘anni)Tahiyat akhir
9Sujud ke 2 (Membaca Subhana Rabbiyal A'la Wa Bihamdihi)Salam
10Berdiri berlanjut ke rakaat keduaMembaca doa Setelah Shalat

Akhirul kalam

Singkatnya, hari Jumat merupakan hari paling barokah dibandingkan hari lainnya dan Shalat Jumat seibarat mutiara pada hari itu. Seorang Muslim harus mengikuti adab dan Sunnah beserta tata cara Shalat Jum’at dan mendengarkan Khutbah sebagai bagian menyatu dari keseluruhan ibadah Shalat Jum’at guna mendapatkan pahala sebanyak mungkin di hari penuh berkah ini.

Tinggalkan komentar