Advertisements

Penjelasan Tentang Syirik Dan Jenisnya

Penjelasan awal: Syirik adalah persekutuan yang didalamnya terdapat dua atau lebih pihak. Sedangkan menurut istilah, Syirik adalah tindakan yang menjadikan sekutu atau tandingan kepada Allah, atau menjadikan tandingan dan sekutu bagi Allah. Definisi ini berdasarkan dari Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهْوَ خَلَقَكَ

…Engkau menjadikan sekutu bagi Allah sedangkan Dia yang menciptakanmu.”[HR. Bukhari: 7520, dan Muslim: 86].

Pertanyaan: Saya sering mendengar perkataan yang berbunyi “Ini adalah perbuatan Syirik besar” dan “Ini perbuatan Syirik kecil”. Dapatkah anda menjelaskan kepada saya mengenai kedua jenis Syirik ini?

Segala Puji Hanya Bagi Allah

Setiap Muslim sudah seharusnya mengetahui dan juga memahami apa itu Syirik menurut Islam, dan dampak dari Syirik beserta jenis dari Syirik, agar Tauhid (Iman kepada ke-Esaan Allah dan silahkan baca Rukun Iman) dan keIslaman kita sempurna, dan iman kita teguh berikrar bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Allah adalah sumber dari segala daya dan upaya juga segala petunjuk berasal hanya dari-Nya.

Ketahuilah bahwa kata Syirik dalam bahasa Arab ialah mengambil persekutuan, semisal seseorang mengambil persekutuan dengan orang lainnya. Contohnya dalam kalimat bahasa Arab adalah Baynahuma (Dia bergabung bersama (dalam persekutuan))” disaat dirinya menganggap mereka memiliki status yang setara; atau Asharak Fi Amrihi Ghayrahu [Dia menggabungkan yang lain dalam urusannya]” disaat dirinya melibatkan kedalam urusannya.

Lalu dalam istilah Syariah atau istilah Islam, Syirik adalah mengakui sekutu atau tandingan Allah dalam penciptaan, penyembahan atau sifat dan nama-Nya yang menggugurkan atau membatalkan Syahadat seorang Muslim.

Sekutu adalah rekanan atau juga tandingan. Oleh karenanya Allah melarang kita menjadikan sekutu bersama atau selain diri-Nya dan mengutuk mereka yang mengambil tuhan-tuhan lain sebagai tandingan sepadan atau rekanan Allah dan hal ini dapat ditemui dalam sejumlah ayat di Al Qur’an. Allah Azza Wa Jalla berfirman.

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” [al-Baqarah 2:22].

وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۗ

“Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya.” [Ibraaheem 14:30].

Dalam sebuah Hadits, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan meyakini Allah memiliki sekutu, maka akan masuk neraka.” [Al-Bukhaari, 4497 dan Muslim, 92.]

Jenis-jenis Syirik

Dari teks Al Qur’an dan As Sunnah kita mendapat berita bahwa Syirik dan mengakui sekutu selain Allah terkadang menjadikan pelakunya keluar dari Islam namun juga tidak. Oleh karenanya para ulama membagi Syirik menjadi dua macam yaitu Syirik besar (Akbar) dan Syirik kecil (Asghar). Dan berikut adalah penjelasan singkat dari definisi kedua macam Syirik itu.

1—Syirik Akbar (Syirik Besar)

Syirik ini dilakukan jika seseorang mengakui seseorang atau sesuatu sebagai sekutu atau tuhan selain Allah dalam urusan penciptaan, pengaturan beserta nama-nama dan sifat-Nya.

Syirik Akbar bisa di tampakan, yaitu dengan menyembah patung dan kuburan, atau orang mati dan sebagainya.

Atau Syirik yang disembunyikan, yaitu mereka yang didalam hatinya meyakini ada tuhan-tuhan selain Allah, atau Syirik dan kekafiran munafik. Meskipun kesyirikan mereka membawanya keluar dari agama Islam yang artinya mereka akan menjadi penghuni neraka kekal, namun mereka menyembunyikan kesyirikannya, karena mereka menampakan dirinya sebagai Muslim namun hatinya telah kafir dan melakukan kesyirikan, maka mereka tergolong sebagai orang-orang Musyrik secara tersembunyi.

Contoh Syirik Besar

Berikut ini adalah contoh-contoh dari Syirik Besar atau Syirik Akbar yang dapat anda pelajari dan identifikasi untuk menjauhkan diri dari Syirik ini.

Syirik yang menjadi kepercayaan

Yaitu kepercayaan bahwa ada selain Allah yang menciptakan, menghidupkan dan mematikan, atau berdaya atau mengendalikan seluruh urusan alam semesta selain Allah.

Atau kepercayaan bahwa ada selain Allah yang wajib dipatuhi secara mutlak selain Allah, maka mereka mengikutinya untuk urusan haram dan halal menurut kehendaknya, meskipun hal itu bertentangan dengan aturan syariat dan ajaran Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam.

Atau mereka menyekutukan selain Allah dalam hal mengagumi dan pemujaan, dengan mencintai ciptaan sebagaimana mencintai Allah. Syirik jenis ini yang tidak diampuni Allah, dan Syirik inilah yang dipaparkan dalam Firman-Nya berikut ini.

“وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰ”

Artinya: Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. [al-Baqarah 2:165].

Atau kepercayaan bahwa ada yang tahu urusan ghaib sebanyak pengetahuan Allah. Hal ini banyak ditemui di tengah kaum Rafidhah (Syiah) dan Baatinis secara umum. Rafidah percaya bahwa imam mereka mengetahi hal Ghaib dan Baatinis percaya hal serupa kepada orang-orang suci mereka, dan seterusnya.

Ada juga tipe syirik yang meyakini bahwa orang suci mereka dapat memberikan ampunan selain yang Allah berikan, orang yang mereka puja dipercaya dapat memberikan ampunan seperti halnya Allah dan menghapus dosa dan memaafkan amal buruk para pemujanya.

Jenis syirik dalam perkataan

Yaitu mereka yang berdoa kepada seseorang selain Allah, atau memohon bantuan atau berlindung kepada selain Allah, padahal semua itu hanya kuasa Allah saja, orang-orang yang di puja itu bisa jadi seorang Nabi, seorang Wali, Malaikat atau Jin dan lainnya. Ini merupakan jenis Syirik besar yang membuat pelakunya keluar dari agama Islam.

Atau juga mereka yang mengolok-olok agama atau menyamakan Allah seperti ciptaan-Nya, atau berkata ada pencipta selain Allah, atau penyedia dan pengendali selain daripada Allah. Semua ini adalah Syirik besar dan pelakunya telah melakukan dosa besar yang tiada ampun baginya.

Syirik dalam tindakan

Yaitu mereka yang mengorbankan hewan kepada selain Allah, atau berdoa dan menyembah kepada sesuatu selain Allah, atau menyebar-luaskan hukum untuk menggantikan hukum Allah dan menetapkan hukum tersebut wajib sebagai keputusan hukum dunia akhirat, atau mendukung Kafir dan membantu mereka melawan orang beriman, dan tindakan lainnya yang melawan iman, maka orang ini telah keluar dari Islam.

Syirik besar akan membawa pelakunya keluar dari Islam, oleh karenanya mereka yang melakukan Syirik jenis ini akan diadili sesuai Syariat dan dianggap telah murtad, maka dirinya adalah seorang kafir dan seorang murtad.

2—Apa itu Syirik Kecil (Syirik Asghar)?

Semua yang termasuk dalam Syirik Besar, dan menentang nash kitab suci, namun belum masuk kedalam kategori Syirik Besar.

Ada dua jenis Syirik kecil:

1 – Terikat secara emosional kepada sesuatu yang tiada landasan Syar’i dan tidak mendapat Izin dari Allah, seperti menggunakan azimat, atau mengatur posisi ruangan dan alat-alat karena meyakini akan mendatangkan perlindungan atau mendatangkan bencana. Namun faktanya, Allah tidak menjadikan tindakan mereka itu benar, baik menurut  Syariah atau bahkan menurut ilmu alam.

2 – Memuja seseorang atau benda namun tidak sampai menyembahnya selain Allah, seperti bersumpah atas nama sesuatu selain Allah, seperti mengatakan; “Jika bukan karena Allah dan karena “nama seseorang”, “nama benda”, maka saya tidak akan pergi kesana.”

Para ulama telah menetapkan aturan untuk membedakan yang mana Syirik besar dan Syirik kecil berdasarkan deskripsi yang ditemui dalam nash-nash Syariah. Aturan ini adalah sebagai berikut.

(i) – Riya’ adalah Syirik kecil yang dikhawatirkan sekali oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dimana dirinya dengan jelas menyatakan bahwa Riya’ (Memamerkan diri) sebagai Syirik kecil, seperti pada Hadits  berikut ini yang diriwayatkan oleh Mahmud bin Labid:

عَنْ مَحْمُودِ بْنِ لَبِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ». قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِىَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِى الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً »

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’ (HR. Ahmad 5: 429. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

(ii) – Ketika istilah Syirik digunakan dalam teks-teks Al Qur’an dan juga Sunnah nyaris semuanya dalam bentuk umum tanpa penjelasan detail. Namun biasanya mengacu kepada Syirik kecil, dan didukung banyak contoh, seperti halnya ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Jampi-jampi, jimat dan pelet adalah Syirik”. [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, 3883, diklasifikasikan Sahih oleh Al Bani dalam Al-Silsilah Al-Sahihah, hal 331].