Advertisements

Tata Cara Shalat Tarawih (Niat Shalat Tarawih, Dalil Dan Jumlah Rakaat)

Tata cara dan niat Shalat Tarawih. Tarawih merupakan shalat yang dilaksanakan pada malam bulan Ramadhan. Melaksanakan Shalat Tarawih hukumnya Sunnah Al-Muakkadah (Sangat dianjurkan) bagi setiap Muslim, baik pria dan wanita, terkhusus di malam bulan Ramadhan.

Adapun Tarawih berarti istirahat duduk, disebabkan orang yang melakukan Shalat ini duduk istirahat setelah menyelesaikan shalat empat Raka’at. Dan Tarawih tergolong kepada aktivitas ibadah malam (Qiyamul Lail). Akan tetapi hanya dilaksanakan pada malam dibulan Ramadhan saja.

Berbeda dengan Shalat Tahajud yang dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, untuk Tarawih tidak ada kewajiban untuk tidur. Seperti sudah saya singgung di paragraf sebelumnya bahwa Shalat Tarawih hanya dilakukan di malam bulan Ramadhan saja.

Silahkan saudara dan saudari dalam Iman Islam untuk membaca seluruh informasi mengenai tata cara dan niat Shalat Tarawih berikut ini dan saya berharap dapat membawa manfaat bagi kita semua….Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

Shalat Tarawih, Dalil dan Niat Shalat Tarawih

Berikut adalah penjelasan lengkap seputar Shalat Nafilah Tarawih ini dari dalil melaksanakannya, jumlah rakaat, niat Shalat Tarawih dan tata cara melaksanakan Shalat Tarawih silahkan dipelajari.

Dalil melaksanakan Shalat Tarawih

Mengenai hukum dan dalil mengerjakan Shalat Sunnah Tarawih adalah Sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim dan Muslimah. Dan sebagai Syi’ar Islam.

Berikut ini adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Adapun makna Qiyam Ramadhan pada Hadits ini adalah Shalat Tarawih seperti yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan melaksanakan Shalat malam dibulan Ramadhan akan tetapi tidak mewajibkannya seperti hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan supaya mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau bersabda: “Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Muslim).

Keutamaan Shalat Tarawih

Adapun keutamaan-keutamaan dari Shalat Tarawih adalah.

1. Allah mengampuni dosa-dosa kita

Apabila kita mengerjakan Shalat Tarawih dengan hati ikhlas dan mengharapkan Ridho Allah, maka pengampunan yang kita akan dapatkan. Dosa-dosa terdahulu Insya Allah akan diampuni seperti yang dikabarkan oleh baginda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengarapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Muslim).

2. Merupakan Shalat Sunnah yang sangat utama

Nama lain dari Shalat Tarawih adalah Shalat Qiyam Ramadhan. Dan merupakan Shalat Sunnah yang dilaksanakan disaat malam di bulan Ramadhan. Dan keutamaan dari Shalat malam ini diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. An Nasa’i).

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Mengenai jumlah Rakaat Shalat Tarawih yang dikerjakan oleh umat Islam sekarang ini yang paling populer adalah ada yang 8 rakaat dan 20 Rakaat. Dan masing-masing memiliki landasan dalil sendiri-sendiri.

Dalil Shalat Tarawih 8 rakaat

Adapun mereka yang ber-tarawih sebanyak sebelas Rakaat berlandaskan kepada hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah Radhiyallahu Anha, dimana beliau menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melaksanakannya 11 Rakaat (8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir).

‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738).

Namun sebagian ulama menilai hadits ini membahas mengenai tata cara Shalat Witir bukan mengenai Shalat Tarawih.

Dalil Shalat Tarawih 20 rakaat

حدثنا علي أنا بن أبي ذئب عن يزيد بن خصيفة عن السائب بن يزيد قال : كانوا يقومون على عهد عمر في شهر رمضان بعشرين ركعة وإن كانوا ليقرءون بالمئين من القرآن

“Telah menceritakan kepada kami ‘Ali, bahwa Ibnu Abi Dzi’b dari Yazid bin Khoshifah dari As Saib bin Yazid, ia berkata, “Mereka melaksanakan qiyam lail di masa ‘Umar di bulan Ramadhan sebanyak 20 raka’at. Ketika itu mereka membaca 200 ayat Al Qur’an.” (HR. ‘Ali bin Al Ja’d dalam musnadnya, 1/413 dan Syaikh Musthofa Al ‘Adawi men-Shahih-kan Hadits ini, lihat: Adadu Rakaat Qiyamil Lail, hal. 36).

Mengenai jumlah 20 rakaat bersandar kepada peristiwa Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu, dan semua sahabat yang hadir tidak ada yang menentangnya. Dan juga disetujui oleh Imam Malik bin Anas dalam salah satu pendapatnya, kemudian Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan begitu pula Dawud azh Zhahiri (Sumber NU).

Niat Shalat Tarawih

Adapun mengenai niat Shalat Tarawih berdasarkan Imam dan Makmum adalah sebagai berikut.

Niat Shalat Tarawih untuk Imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Latin.

“Usholli Sunnat-Tarawihi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Imaman Lillahi Ta’ala”.

Artinya.

“Aku niat Shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat menjadi imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Shalat Tarawih Untuk Makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin.

“Usholli Sunnatat Tarawihi Rok’ataini Mustaqbilal Qilblati Ma’muman Lillahi Ta’ala”.

Tinggalkan komentar