Tata Cara Shalat Witir (Niat Dan Doa Witir)

Paket Umroh Akhir Tahun

Tata cara Shalat Witir sesuai Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sahbihi Wa Sallam akan dibahas disini dengan lengkap dari Niat hingga Salam.

Shalat Witir merupakan salah satu dari Shalat Sunnah, derajat Shalat ini adalah Sunnah Muakkadah (Amat dianjurkan) bahkan Imam Abu Hanifah Rahimahullah menegaskan bahwa Shalat Witir hukumnya wajib. Akan tetapi pendapat yang lebih kuat adalah hukum Shalat ini adalah Sunnah Muakkadah.

Tata cara Shalat Witir

Berikut adalah tata cara Shalat Witir, dari mulai dalil mengerjakannya, keutamaannya, kapan waktu mengerjakannya, jumlah rakaat, niat Shalat Witir, cara mengerjakannya, dan doa setelah Shalat Witir.

Dalil mengerjakan Shalat Witir

Menurut riwayat Nabi Muhammad selalu mengerjakan Shalat ini dan tidak pernah meninggalkannya, mungkin karena hal inilah Imam Abu Hanifah menekankan hukum wajib. Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mewasiatkan kepada seorang sahabatnya Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu agar selalu mengerjakannya.

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Kekasihku, Shallallahu Alaihi Wa Sallam. mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur.”

Silahkan pula di baca doa sebelum tidur.

Allah memerintahkan kita untuk memelihara Shalat Witir

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.”[HR. Ahmad dalam kitab Musnadnya no. 6654]

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kita untuk menjadikan Witir sebagai akhir Shalat di waktu malam.

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا.

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir”.[HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Liyaj’al Aakhira Shalaatihi Witra, no. 998]

Shalat Witir amat utama kedudukannya hingga Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah dalam satu kesempatan menekankan bahwa mereka yang meninggalkan Shalat Witir, adalah orang buruk dan kesaksiannya tidak diterima.

من ترك الوتر فهو رجل سوء لا ينبغي أن تقبل له شهادة

“Siapa yang selalu meninggalkan sholat witir, dia seorang yang buruk, persaksiannya tidak diterima”.

Keutamaan Shalat Witir

Adapun mengenai keutamaan Witir adalah sebagai berikut.

Karena Allah mencintai Witir

وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil”. (HR. Muslim).

Rasulullah mewasiatkan agar mengerjakan Shalat Witir setiap hari.

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

“Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kapan waktu mengerjakan Shalat Witir?

Mengenai waktu mengerjakan Shalat Witir tentu kita langsung merujuk dari arahan sebaik-baiknya manusia yakni pada hadits berikut.

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh”. [HR. Ahmad no. 6880].

Maka waktu untuk mengerjakan Shalat Witir adalah setelah Isya’ hingga masuk Shalat Subuh.

Berapa jumlah Raka’at Shalat Witir?

Witir (الوتر) berarti ganjil. Dan ini merupakan Shalat yang dilakukan pada malam hari sebagai penutup shalat-shalat sebelumnya, dan jumlah rakaatnya ganjil. Adapun waktu permulaan melakukan shalat ini adalah setelah melaksanakan Shalat Isya’ dan hingga masuk waktu Subuh.

Minimal rakaat Shalat Witir adalah satu rakaat saja, seperti yang tertulis dalam sebuah hadits berikut.

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Jika khawatir bangun kesubuhan, maka Witirlah dengan satu raka’at, sebagai penutup shalat-shalat sebelumnya”. (HR. Bukhori dan Muslim)

Sedangkan maksimal jumlah rakaat dari Shalat Witir adalah tidak terbatas, karena tidak ada dalil yang membatasinya, maka kita dapat melaksanakan Shalat Witir berapapun jumlah rakaatnya sejauh berjumlah ganjil.

Baca juga tata cara Shalat Tahajud.

Niat Shalat Witir

Adapun niat Shalat Witir adalah berdasarkan rakaat adalah sebagai berikut:

Bacaan Niat Shalat Witir satu rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’aalaa

“Saya niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”.

Bacaan Niat Shalat Witir satu rakaat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa roka’atin lillahi ta’ala.

“Saya niat shalat sunah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”.

Keterangan 1:

  1. Untuk rakaat pertama setelah selesai membaca surat Al Fatihah maka membaca surat Ala’la.
  2. Untuk rakaat kedua setelah selesai membaca AlFatihah maka membaca surat Al Kafirun.
  3. Untuk rakaat ketiga maka membaca Surat Al-Ikhlas dan Al Mu’awwidzatain.

Keterangan 2:

  1. Apabila mengerjakan Shalat Witir pada bulan Puasa Ramadhan, maka sangat dianjurkan untuk mengerjakannya secara berjamaah setelah melaksanakan Shalat Tarawih.
  2. Dan membaca doa Qunut saat pertengahan bulan Ramadhan.

Cara melaksanakan Shalat Witir

Mengenai shalat Witir dapat dilaksanakan dengan dua rakaat-dua rakaat diakhiri dengan satu rakaat penutup, masing-masing dengan satu tasyahud dan juga satu kali salam. Dibolehkan juga mengerjakan seluruhnya sekaligus dengan satu kali salam saja.

Sedangkan untuk Shalat Witir yang dikerjakan dengan tiga rakaat atau lebih dengan 1 salam, boleh pula dengan dua tasyahud sekali salam, dan dibolehkan pula dengan 1x tasyahud di rakaat terakhir saja, seperti yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah Radhiyallahu Anha berikut ini.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ بِخَمْسٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam”. (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Doa setelah Shalat Witir

Adapun doa yang dibaca Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam setelah Shalat Witir adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil Qudduus (Dibaca sebanyak 3x)”.

Artinya: “Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”. (HR. Abu Daud no. 1430, An-Nasai no. 1735, dan Ahmad 3: 406).

Keterangan lanjutan:

Saat ucapan ketiga (Subhaanal Malikil Qudduus) Rasulullah memanjangkan ucapannya (HR. An-Nasa’i no. 1700, Ibnu Majah no. 1182.) dan mengeraskan ucapannya (HR. An-Nasa’i no. 1733 dan Ahmad 3: 406) Sumber RumaySho.

Allahu a’lam Bishawab.

Akhirul Kalam

Shalat Witir merupakan Shalat Sunnah yang amat ditekankan dikarenakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah mengerjakannya dan para sahabatnya pun mengikuti apa yang ia lakukan. Oleh karenanya kita sebagai pengikut beliau (S.A.W) sudah sewajarnya untuk terus mengikuti dan mengabadikan Sunnahnya yang sudah pasti akan memberikan manfaat amat positif bagi kita di dunia dan di akhirat…..Aaamiiin Allahuma Aaamiiin.

Silahkan beritahukan kepada keluarga, teman, saudara dan kerabat mengenai informasi tata cara Shalat Witir, beserta Niat dan Doa yang saya paparkan sejelas mungkin. Dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam dari Aitarus.com selanjutnya.

Tinggalkan komentar