Tayamum (Niat, Tata Cara Tayamum, Dan Syaratnya)

Paket Umroh Akhir Tahun

Di artikel ini akan didapati mengenai tata cara Tayamum, apakah Tayamum, kondisi yang membolehkan bertayamum dan juga syarat sah dan apa yang akan membatalkan Tayamum kita.

Silahkan saudara-saudari seiman Islam yang masih terasa asing mendengar nama Tayamum untuk dengan seksama mempelajari keseluruhan artikel berupa informasi tentang Tayamum ini. Dan semoga memberikan manfaat.

Tayamum merupakan cara menyucikan anggota tubuh apabila tidak ada air yang dapat ditemukan. Tayamum merupakan alternatif dari Wudhu yang digunakan khusus di situasi di mana air tidak dapat ditemukan.

Tayamum merupakan kemudahan sekaligus kelebihan yang diberikan Allah Ta’ala kepada Nabi dan umatnya dimana begitu besar kemudahan yang Allah berikan agar Nabi dan umatnya mudah dalam melaksanakan ibadah.

Dan proses melaksanakan Tayamum amatlah mudah, sejauh tanah dan pasir yang akan kita gunakan adalah suci dari berbagai kotoran yang menajiskan.

Dilihat dari tujuan, maka Tayamum tiada bedanya dengan Wudhu yakni sama-sama untuk mensucikan anggota tubuh kita dari hadas kecil—air seni, buang angin, buang air besar dan seterusnya—guna melaksanakan ibadah seperti Shalat Fardhu dan Shalat Sunnah.

Apakah Tayamum

Secara bahasa Tayamum artinya adalah menyengaja. Akan tetapi secara Syar’i Tayamum adalah kegiatan mengambil tanah yang suci (dari kotoran) guna mengusap muka dan kedua tangan dengan niat di hati sebagai upaya menghilangkan hadats dikarenakan tidak mendapat air atau karena satu dan lain halnya.

Jadi Tayamum adalah aktivitas mensucikan anggota tubuh dari hadas kecil dengan tanah apabila tidak ada air yang dapat ditemukan. Karena bukan mustahil kita berada dalam situasi tidak dapat menemukan air, ataupun air yang ada terlalu sedikit, juga karena sakit yang memaksa kita tidak boleh berinteraksi dengan air untuk proses kesembuhan dan alasan lainnya.

Keadaan orang yang setelah melakukan Tayamum sama seperti keadaan orang yang telah ber-wudhu yakni suci dari hadas kecil.

Tayamum merupakan hadiah dari Allah sebagai kemudahan bagi umat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, seperti yang tertulis dalam ayat-Nya bahwa agama ini untuk memudahkan bukan untuk menyempitkan.

“Dan Dia (Allah) tidaklah sekali-kali menjadikan untuk kalian suatu kesempitan dalam agama.” (QS. Al Hajj: 78).

Dalil mengerjakan Tayamum

Setiap aktivitas ibadah tentu harus ada dalilnya jika tidak maka haram untuk dikerjakan, berbeda dengan urusan dunia dimana awalnya halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Begitupun dengan Tayamum dilaksanakan karena memang ada dalil Syar’i yang menghalalkan dan membolehkan untuk melakukannya.

Keberadaan Tayamum merupakan hasil dari realita dimana ada bagian di bumi Allah ini yang tidak ada air, atau sulit menemukannya atau karena manusia dalam kondisi dan situasi tertentu sehingga ia harus bertayamum.

Mensucikan diri dengan air adalah perintah Allah dan wajib bagi setiap Muslim selama air tersedia. Namun apabila seseorang dalam situasi tidak menemukan air, maka dibenarkan bagi orang tersebut untuk ber-Tayamum.

Dalil untuk menggunakan Tayamum sebagai penyucian anggota tubuh adalah Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 6:

فَلَمۡ تَجِدُوۡا مَآءً فَتَیَمَّمُوۡا صَعِیۡدًا طَیِّبًا فَامۡسَحُوۡا بِوُجُوۡہِکُمۡ وَ اَیۡدِیۡکُمۡ مِّنۡہُ

Artinya:

“Apabila kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.”

Dan adapun dalil dari perkataan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam dapat ditemui pada sebuah hadits dimana Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda sebagai berikut.

« وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ »

“Dijadikan bagi kami (Ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besuci[Taudhihul Ahkam min Bulughil Maroom oleh Syaikh Abdullah Alu Bassaam rohimahullah hal. 412/I terbitan Maktabah Asaadiy, Mekkah, KSA] (tayammum) jika kami tidak menjumpai air”.[HR. Muslim no. 522].

Dalil Tayamum adalah lengkap dimana terdapat dalil dari Al Qur’an Al Karim dan Hadits dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam yang membolehkan kita bertayamum sejauh menemukan syarat-syarat untuk melakukannya.

Dan syarat-syarat Tayamum akan dapat anda temui di bagian bawah dengan lengkap dan tersusun dengan rapi guna memudahkan anda mempelajarinya dengan benar.

Cara Tayamum dengan gambar

Cara bertayamum amatlah singkat dan sangatlah mudah untuk dilakukan oleh siapa saja, hanya beberapa gerakan untuk membersihkan wajah dan kedua tangan kita, selanjutnya kita sudah suci dari hadats dan siap untuk melaksanakan Shalat Fardhu maupun Shalat Sunnah.

Adapun mengenai keseluruhan langkah-langkah untuk melaksanakan Tayamum adalah berurutan dengan gambar sebagai berikut.

  1. Pertama-tama Niat dalam hati bahwa Tayamum anda lakukan dimaksudkan untuk melaksanakan Shalat dan kemudian ucapkan: “Bismillah.”
  2. Siapkan tanah, debu, batu atau pasir yang bersih.
  3. Kemudian pukul dengan kedua telapak tangan.

    Cara Tayamum
    Cara Tayamum
  4. Kemudian tiup kedua telapak tangan untuk membersihkannya dari debu.
  5. Lalu usap seluruh wajah dengan kedua telapak tangan tadi.Cara Tayamum
  6. Pukul kembali tanah. pasir atau batu dengan kedua telapak tangan seperti langkah 2 diatas.
  7. Kemudian kemudian usap bagian belakang / punggung tangan kanan dari punggung telapak tangan kanan hingga siku menggunakan tangan kiri.Cara Tayamum
  8. Kini usap bagian belakang / punggung tangan kanan dari punggung telapak tangan kiri hingga siku menggunakan tangan kanan.

Itulah keseluruhan langkah-langkah dalam tata cara Tayamum lengkap dengan gambar yang Insya Allah memudahkan saudara-saudari seiman Islam untuk mengikutinya dengan jelas dan mudah.

Tayamum boleh digunakan jika

Pastikan anda sudah menemukan kondisi-kondisi berikut ini agar sah Tayamum anda.

  1. Tidak dapat menemukan air, atau jumlah air yang ada tidak mencukupi.
  2. Tidak memiliki akses ke tempat air berada.
  3. Menyimpan air untuk kebutuhan yang lainnya.
  4. Orang sakit yang tidak dapat menggunakan air.
  5. Jika menggunakan air akan membahayakan atau membuat penyakit diderita makin bertambah parah, atau menunda kesembuhan,
  6. Boleh meninggalkan Wudhu dan melakukan tayamum sebagai pengganti Wudhu, apabila khawatir akan ketinggalan Shalat Jamaah seperti Shalat Jum’at atau Shalat Ied.

Jika saudara-saudari seiman mendapati atau dalam situasi diatas maka silahkan melakukan Tayamum dengan sebenar-benarnya.

Bolehkah mengganti mandi junub dengan Tayamum?

Tentu kita juga bertanya pada diri kita apakah dibolehkan bertayamum sebagai pengganti mandi junub. Untuk itu jawabnya adalah boleh sejauh air tidak tersedia untuk digunakan sebagai Wudhu anda.

Syarat Syarat Tayamum

Pastikan pula anda memenuhi Syarat Sah Tayamum agar sempurna Tayamum anda, adapun syarat Sah Tayamum adalah sebagai berikut ini.

  1. Dengan tanah, debu, pasir dan batu yang bersih.
  2. Tidak sah bertayamum menggunakan debu, tanah, batu yang pernah dipakai untuk membasuh najis mugholadoh atau juga yang pernah digunakan untuk bertayamum.
  3. Debu dan tanah tidak tercampur oleh zat lain seperti tepung, dan lainnya.
  4. Air ada namun disitu ada musuh yang dapat membahayakan jiwa jika seseorang mendekati air, maka dibolehkan bertayamum sebagai keadaan darurat sebagai pengganti Wudhu.
  5. Niat Tayammum. Tayamum harus diniatkan.
  6. Mengusap wajah dan kedua tangan.
  7. Mengetahui kiblat.
  8. Masuk waktu Shalat. Tidak sah bertayamum diluar waktu masuk Shalat.
  9. Hanya untuk satu kali Shalat Fardhu. Tayamum hanya berlaku untuk satu shalat Saja, misalkan seseorang bertayamum untuk Shalat Dhuhur maka ketika masuk Waktu Ashar maka ia harus bertayamum untuk Shalat Ashar. Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa tidak perlu ber-tayamum lagi untuk Shalat berikutnya sejauh Tayamum-nya belum batal.

Itulah keseluruhan syarat sah bertayamum maka silahkan lanjut untuk membaca hal apa saja yang dapat membatalkan Tayamum kita berikut ini sekarang.

Kapan waktu melakukan Tayamum?

Tayamum hanya sah dilakukan jika sudah masuk waktu Shalat, seperti setelah Adzan, dan tidak sah jika dilakukan sebelum masuknya waktu Shalat. Ini dikarenakan Tayamum adalah solusi bersuci dalam keadaan darurat oleh karenanya tidak sah jika belum masuk waktu Shalat.

Oleh karenanya orang yang bertayamum di haruskan pula mengetahui masuknya waktu Shalat dengan keadaan yakin bukan dalam keadaan ragu-ragu.

Apa yang membatalkan Tayamum?

Sama seperti halnya Wudhu, bisa dibatalkan oleh karena hadats dan perkara lainnya, tepatnya yang membatalkan Tayamum adalah hal-hal berikut ini.

  • Buang air seni, buang angin dan hal lain seperti juga yang membatalkan Wudhu.
  • Hadats besar seperti Junub, Menstruasi dan pendarahan.
  • Ketika air tersedia.
  • Ketika tidak ada alasan medis atau kesehatan yang melarang penggunaan air bagi tubuh.

Itulah hal-hal yang dapat membatalkan Tayamum kita, oleh karenanya jika anda melakukan salah satu dari hal-hal diatas maka anda harus mengulang Tayamum anda dengan mengikuti langkah-langkahnya dibagian tata cara Tayamum di atas.

Akhirul Kalam

Tujuan saya memberitakan tentang Tayamum semata-mata dikarenakan fakta yang ada dimana ada sebagian saudara-saudari seiman Islam yang masih asing mengenai Tayamum dan belum tahu mengenai tata cara melakukannya disaat yang sama mereka dalam kondisi dan situasi yang mengharuskan mereka untuk ber-Tayamum untuk melaksanakan Shalat Wajib. Dengan begitu informasi ini Insya Allah dapat membantu mereka semua.

Dan segala puji bagi Allah Azza Wa Jalla melalui Nabi-Nya yang penuh suri tauladan mengajarkan kepada kita mengenai Tayamum bagi mereka yang kebetulan berada pada situasi itu.

Agar kedepannya kita semua sudah selalu siap untuk bersuci dari hadats kecil dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun situasinya guna melaksanakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan yakni Shalat Fardhu 5 waktu.

Bagaimana sudah mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkan mengenai Tayamum? Alhamdulillah. Jika begitu silahkan beritahukan keluarga, teman, saudara dan kerabat mengenai apa itu dan cara Tayamum untuk menyebarkan kebaikan. Dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel Dakwah Islam AiTarus.Com berikutnya di masa datang.

Tinggalkan komentar