Advertisements

Tuntunan Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha Sesuai Sunnah Nabi

Idul Fitri dan Idul Adha merupakan kedua hari raya umat Islam yang selalu hadir setiap tahun, dimana Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah Ramadhan berakhir, sedangkan Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah yaitu hari raya kurban.

Dan disetiap hari raya tersebut kita disunnahkan melakukan Shalat Ied, dan derajatnya adalah Shalat Sunnah Muakkadah yakni Sunnah yang amat dianjurkan sekali dikarenakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Shahbihi Wa Sallam tidak pernah meninggalkan Shalat ini selama hidupnya.

Dan di artikel ini saya akan mengajak anda untuk mempelajari Sunnah apa saja yang dilakukan oleh Nabi dan para Sahabatnya saat sebelum melaksanakan Shalat Ied hingga selesai melaksanakannya.

Insya Allah artikel ini bermanfaat apalagi kedatangan Ied tinggal menghitung hari saja, sudah sewajarnya kita sebagai umat Islam mengetahui apakah yang Nabi dan para Sahabatnya lakukan di hari Raya. Silahkan dipelajari keseluruhan artikel tuntunan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha sesuai Sunnah Nabi yang Insya Allah dapat memberikan manfaat dan petunjuk bagi kita semua yang selalu mencarinya Aaamiiin Allahumma Aaamiiin.

Tuntunan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha sesuai Sunnah Nabi

Metode Sunnah dan mengenai Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Berikut adalah apa saja yang nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lakukan di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

1. Disunnahkan untuk mandi

Di Dianjurkan untuk mandi, memakai parfum dan memakai pakaian terbaik saat ingin melaksanakan Shalat Ied.

 

وعن الحسن السبط، قال: أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في العيدين، أن نلبس أجود ما نجد، وأن نتطيب بأجود ما نجد، وأن نضحي بأثمن ما نجد

Artinya:

Al-Hassan as-Sibt meriwayatkan: “Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wa Sallam) memerintahkan kami untuk mengenakan pakaian terbaik yang dapat kita temui untuk dua Idul dan juga memakai wangi-wangian yang dapat kita temui dan mengorbankan binatang terbaik yang kita dapat temui.” [Hakim]

2 Disunnahkan untuk makan sebelum Shalat Idul Fitri (Akhir Ramadhan) namun tidak disunnahkan pada Shalat Idul Adha (Yaitu hari raya idul kurban).

Saat idul fitri disunahkan memakan beberapa kurma sebelum melaksanakn Shalat Idul Fitri namun tidak untuk Shalat Idul Adha, dianjurkan menunda untuk makan hingga pulang dari Shalat Idul Adha dan dirinya boleh makan apa yang ia kurbankan jikalau ia berkurban hewan pada hari raya Adha.

حدثنا ‏ ‏محمد بن عبد الرحيم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏سعيد بن سليمان ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏هشيم ‏ ‏قال أخبرنا ‏ ‏عبيد الله بن أبي بكر بن أنس ‏ ‏عن ‏ ‏أنس بن مالك ‏ ‏قال ‏

‏كان رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏لا يغدو يوم الفطر حتى يأكل تمرات ‏

‏وقال ‏ ‏مرجأ بن رجاء ‏ ‏حدثني ‏ ‏عبيد الله ‏ ‏قال حدثني ‏ ‏أنس ‏ ‏عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏ويأكلهن وترا ‏

Artinya:

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik (RA): Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wa Sallam) tidak pernah melewatkan memakan beberapa buah kurma sebelum menunaikan Shalat Idul Fitri. Anas (RA) juga meriwayatkan: Nabi (Sallallahu Alaihi Wa Sallam) biasa makan beberapa buah kurma. [Bukhari]

عن بريدة رضي الله عنه قال : ” كان النبي – صلى الله عليه وسلم – لا يخرج يوم الفطر حتى يأكل، ولا يأكل يوم الأضحى حتى يرجع فيأكل من أضحيته ” رواه أحمد

Artinya:

Buraidah (RA) meriwayatkan: “Nabi (Sallallahu Alaihi Wa Sallam) tidak akan keluar pada hari setelah puasa (Yaitu Idul Fitri) hingga ia telah makan dan pada hari raya kurban (Idul Adha) ia tidak memakan apapun hingga ia kembali (Dari Shalat). Dan beliau akan memakan dari apa yang telah ia kurbankan.” [Ahmad].

3. Kembali dari Shalat Idul Fitri dan Adha

Disunnahkan untuk mengambil jalan (rute) berangkat Shalat Id berbeda dengan rute pulangnya.

وعن أبي هريرة، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا خرج إلى العيد، يرجع في غير الطريق، الذي خرج فيه

Artinya:

Abu Hurairah (RA) meriwayatkan: “Ketika Nabi (Sallallahu Alaihi Wa Sallam) kembali dari Shalat Ied, ia mengambil jalan (rute) yang berbeda.” [Nail Al-Awtar].

4. Di manakah Shalat Idul Fitri dan Idul Adha dilaksanakan?

Shalat Idul Fitri dan Idul Adha dapat dilaksanakan di Masjid namun sangat dianjurkan di tempat terbuka (lapangan) dan di luar perkampungan tempat berdomisili, kecuali ada alasan yang memaksa untuk tidak melakukannya seperti karena hujan, dan penyebab lainnya.

Dikarenakan Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) melaksanakan dua Shalat Idul diluar Madinah dan tidak pernah melaksanakannya di dalam Masjid miliknya, kecuali hanya sekali dikarenakan turun hujan.

حدثنا ‏ ‏هشام بن عمار ‏ ‏حدثنا ‏ ‏الوليد ‏ ‏ح ‏ ‏و حدثنا ‏ ‏الربيع بن سليمان ‏ ‏حدثنا ‏ ‏عبد الله بن يوسف ‏ ‏حدثنا ‏ ‏الوليد بن مسلم ‏ ‏حدثنا ‏ ‏رجل من ‏ ‏القرويين وسماه ‏ ‏الربيع ‏ ‏في حديثه ‏ ‏عيسى بن عبد الأعلى بن أبي فروة ‏ ‏سمع ‏ ‏أبا يحيى عبيد الله التيمي ‏ ‏يحدث عن ‏ ‏أبي هريرة ‏

‏أنه ‏ ‏أصابهم مطر في يوم عيد فصلى بهم النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏صلاة العيد في المسجد ‏

Artinya:

Abu Hurairah (RA) meriwayatkan bahwa saat hujan pada hari raya Ied, maka Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) membiarkan mereka Shalat Ied di dalam Masjid. [Abu Dawud].

5. Haruskah para wanita menghadiri dan melaksanakan Shalat Ied?

Saat di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam para wanita menghadiri Shalat Ied, dan hal ini seperti yang terdapat dalam sebuah riwayat Hadits berikut ini.

حدثني ‏ ‏إسحاق بن إبراهيم بن نصر ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏عبد الرزاق ‏ ‏قال حدثنا ‏ ‏ابن جريج ‏ ‏قال أخبرني ‏ ‏عطاء ‏ ‏عن ‏ ‏جابر بن عبد الله ‏ ‏قال سمعته يقول ‏

‏قام النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يوم الفطر ‏ ‏فصلى فبدأ بالصلاة ثم خطب فلما فرغ نزل فأتى النساء فذكرهن وهو يتوكأ على يد ‏ ‏بلال ‏ ‏وبلال ‏ ‏باسط ثوبه يلقي فيه النساء الصدقة ‏ ‏

Artinya:

Artinya:

Diriwayatkan Ibn Juraij (RA) : ‘Ata’ (RA) mengatakan padaku bahwa dirinya pernah mendengar dari Jabir bin ‘Abdullah (RA) mengatakan, “Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Sallam) berdiri untuk mendirikan Shalat Idul Fitri. Ia melaksanakan Shalat terlebih dulu kemudian memberikan Khutbah. Setelah selesai ia turun (dari anak tangga mimbar) dan menghampiri para wanita dan menasehati mereka sambil bersandar pada lengan Bilal. Bilal (Saat itu) membeberkan pakaiannya dimana para wanita menaruh sedekahnya….[Bukhari].

Dan para wanita amat sangat dianjurkan untuk menghadiri Shalat Ied.

وَالْحُيَّضَ لِيَشْهَدْناَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَعْتَزِلَ الْحُيَّضُ الْمُصَلِّى

Artinya:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh kami keluar menghadiri shalat Ied bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Dan bagi wanita yang sedang haid disuruh menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari: 313, Muslim: 1475).

Dan mereka diwajibkan memakai jilbab saat menghadiri Shalat ied.

يَا رَسُوْلَ اللهِ لاَ تَجِدُ إِحْدَنَا جِلْبَابًا تَخْرُجُ فِيْهِ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا

Artinya:

Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbab.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: “Hendaklah saudaranya memberikan (meminjamkan) jilbab kepadanya.” (HR. Ahmad: 19863).

Berdasarkan penjelasan diatas maka tidak ada keraguan mengenai penekanan tegas agar para wanita menghadiri Shalat Ied agar mereka juga dapat menyaksikan kebaikan-kebaikan dan keberkahan saat hari itu.

6. Mengumandangkan takbir

Saat menuju ke tempat melaksanakan Shalat Ied Fitri maka takbir harus dikumandangkan dengan pelan namun untuk Shalat Idul Adha takbir harus keras-keras.

وعن ابن عمر رضي اللَّه تعالى عنهما: (أنه كان إذا غدا إلى المصلى كبر فرفع صوته بالتكبير) وفي رواية: (كان يغدو إلى المصلى يوم الفطر إذا طلعت الشمس فيكبر حتى يأتي المصلى ثم يكبر بالمصلى حتى إذا جلس الإمام ترك التكبير).[ رواهما الشافعي ]

Artinya:

Ibnu Umar (RA) biasa menuju Shalat Ied awal pagi dan biasa mengumandangkan Takbir sembari meninggikan suaranya. Riwayat lainnya menyatakan bahwa dirinya biasa menuju tempat Shalat Ied di pagi hari (Sebagaimana terbitnya matahari) dan mengumandangkan Takbir hingga mencapai tempat Shalat. Dan kemudian ia biasa mengumandangkan Takbir di tempat Shalat hingga Imam berada pada tempatnya dan ia biasa berhenti bertakbir. [Musnad Imam Syafi’i (RA)].

7. Kapankah Shalat Ied dilaksanakan?

Waktu pelaksanaan Shalat Ied adalah setelah terbitnya matahari namun untuk Shalat Idul Fitri ditunda sebentar pelaksanaannya namun untuk Shalat Idul Adha harus disegerakan.

أخرجه الحسن بن أحمد البناء، من حديث جندب، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي بنا الفطر، والشمس على قيد رمحين ، والأضحى على قيد رم

Artinya: