Inilah Waktu Dimana Pintu Taubat Telah Ditutup

  • Advertisements

  • Para ulama menjelaskan bahwa taubat dari setiap dosa merupakan perkara wajib. Jikalau dosa yang dilakukan hanya kepada Allah Ta’ala seperti melalaikan shalat Fardhu (Wajib), dan urusan syariah lainnya, maka taubat yang perlu dilakukan hanya memohon ampunan Allah, dan Insya Allah akan diampuni.

    Anda hanya cukup melakukan 5 perkara agar taubat diterima Allah. Namun pastikan kita melakukannya sesegera mungkin dengan tulus dan setelah bertaubat kita terus memperbaiki diri dan tidak kembali mengulangi kesalahan dan dosa.

    Allah memang amat luas dan besar ampunan-Nya namun bukan berarti tanpa batas waktu. Setiap hamba-Nya yang datang memohon ampun-Nya, pastilah akan diampuni. Karena Allah amat menyukai hamba-hamba-Nya yang bertaubat.


    إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al Baqarah: 222).

    Maka bertaubatlah, seberapapun besar dosa dan kesalahanmu, jangan berputus asa akan Rahmat dan Ampunan-Nya, karena Allah tidak menyukai orang yang berputus-asa.


    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    “Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

    Oleh karena itulah jangan berputus asa, dengan tidak segera bertaubat, karena anda meyakini bahwa dosa kita terlalu besar sehingga anda tidak bertaubat. Ingat! Seperti yang saya sebut sebelumnya, Allah memang Maha Luas dan Maha Besar ampunannya, namun tidak tanpa batas waktu.

    Ada waktu dimana pintu ampunan Allah ditutup untuk siapapun yang bertaubat, makanya segeralah memohon ampun sebelum waktu itu datang kepada anda. Waktu apakah yang membuat pintu taubat tertutup? Simak terus kawan.

    2 Waktu dimana pintu taubat tertutup

    1. Saat sakaratul maut

    Tiada pintu maaf bagi mereka yang bertaubat saat ajal sudah menjemput.

    إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.

    “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai ke kerongkongan.”[Musnad Imam Ahmad (IX/17-18, no. 6160) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”]

    وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

    “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku bertaubat sekarang…’” ( An-Nisa’ (4) : 18 ).

    Contohnya seperti kasus Firaun dimana taubatnya ditolak saat nyawa sudah di tenggorokan. Dan kasus Firaun ini memberi gambaran jelas kepada kita bahwa taubat saat sakaratul maut tiada lagi diterima.

    قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    Berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    Kemudian Allah menjawabnya.

    آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

    Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

    Jelas sudah bahwa taubatnya Firaun di menit terakhir percuma.

    2. Disaat matahari terbit di barat

    Di saat matahari terbit dari barat, maka taubat tidak lagi diterima oleh Allah Ta’ala meskipun anda taubat dengan tulus bahkan dengan shalat Taubat dengan doa taubat sekalipun.

    يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا

    “… pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidaklah berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dengan imannya itu…” [Al-An’aam: 158]

    “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

    Maka bersegeralah bertaubat, apapun kondisinya, jangan berpikir dua kali, jangan pernah berfikir dosa anda terlalu besar dan terlalu berat, biarkanlah Allah Ta’ala yang memutuskan yang penting bagi kita hanyalah melakukan yang diperintahkan-Nya yakni bertaubat. Maka bertaubatlah sebelum terlambat dan pintu taubat masih terbuka untuk kita semua.


    Tinggalkan komentar