Waktu Melaksanakan Shalat 5 Waktu

Waktu melaksanakan Shalat 5 waktu. Shalat adalah tiang agama, dan tiang secara harfiah berarti alat penyanggah sebuah bangunan. Alat penyanggah memegang peranan amat penting untuk kokohnya dan tidak robohnya sebuah bangunan.

Dan shalat dinamakan sebagai tiang agama menunjukkan betapa pentingnya peranan shalat.

Dalam konteks Islam maka bangunan yang perlu di sanggah di diri setiap Muslim adalah iman, artinya jika seorang Muslim tidak mengerjakan shalat maka dia dengan sengaja merobohkan bangunan iman yang dimilikinya.

Di dalam Islam kita diwasiati untuk melaksanakan shalat Fardhu / wajib sebanyak 5 waktu dalam sehari yang ditentukan waktunya, hal ini teredaksi dalam sebuah ayat al-Qur’an sebagai berikut:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103].

Baca juga tentang shalat Sunnah.

Waktu-waktu melaksanakan shalat Wajib / Fardhu

Sholat Shubuh / shalat Fajar

Fajar secara harfiah berarti cahaya putih. Selain fajar disebut juga shalat Subuh atau juga shalat Ghodah.

Dan Fajar ada dua variasi yakni:

  1. Fajar kadzib atau fajar pertama dimana pancaran sinar putih merujuk ke atas lalu hilang dan warna langit kembali menjadi langit.
  2. Fajar shodiq atau fajar kedua dimana cahaya putih mengarah ke ufuk, dan cahayanya akan terus terang sampai terbitnya matahari.

Lalu kapan awal waktu shalat Subuh / Fajar?

Mayoritas ulama telah sepakat bahwa awal waktu shalat Subuh adalah saat awal terbitnya fajar Shodiq atau fajar kedua.

Kapan berakhirnya waktu shalat Subuh / Fajar?

Mayoritas ulama sepakat berakhirnya waktu sholat Fajar / shalat Subuh adalah saat matahari terbit.

Baca juga tata cara Shalat Subuh dan Shalat Rawatib / Qabliyah dan Ba’diyah.

Sholat Dzhuhur

Shalat Dhuhur berarti Zawal artinya waktu saat tergelincirnya matahari—waktu dimana matahari bergerak dari tengah langit) menuju ke barat untuk tenggelam.

Maka sholat Zhuhur berarti shalat yang dilaksanakan saat Zawal. Nama lain shalat Zhuhur adalah sholat Al Uulaa (الأُوْلَى) dikarenakan ini adalah shalat pertama yang Nabi SAW laksanakan bersama malaikat Jibril AS. Selain itu shalat ini dinamakan pula Al Hijriyah [الحِجْرِيَةُ].

Awal waktu mengerjakan sholat Dhuhur

Waktu Dhuhur masuk disaat matahari telah bergerak dari tengah langit menuju barat yakni arah tenggelamnya. Dan ini sudah menjadi kesepakatan ulama, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam berikut ini:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ……..

“Waktu Sholat Zhuhur adalah ketika telah tergelincir matahari (menuju arah tenggelamnya) hingga bayangan seseorang sebagaimana tingginya selama belum masuk waktu ‘Ashar……….”.

Waktu berakhirnya Sholat Zhuhur

Mengenai akhir waktu Zhuhur telah disepakati menurut jumhur ulama adalah saat panjang bayang-bayang seseorang semisal dengan tingginya atau masuknya waktu Ashar. Pendapat ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam diatas.

Shalat ‘Ashar

Menurut bahasa ‘Ashar berarti waktu sore hingga memerahnya matahari sebagai tandi akhir waktu dalam satu hari.

Maka sholat ini dilakukan setelah masuknya waktu Ashar. Sholat Ashar dinamakan pula sebagai sholat Wustho (الوُسْطَى).

Awal waktu mengerjakan Sholat ‘Ashar

Menurut jumhur ulama adalah saat bayangan sesuatu sama dengan tingginya. Dalilnya berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُولِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ وَوَقْتُ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ…….

“Waktu Sholat Zhuhur adalah ketika telah tergelincir matahari (menuju arah tenggelamnya) hingga bayangan seseorang sebagaimana tingginya selama belum masuk waktu ‘ashar dan waktu ‘ashar masih tetap ada selama matahari belum menguning………”.

Akhir waktu mengerjakan Sholat ‘Ashar

Mengenai akhir waktu mengerjakan shalat Ashar ialah saat matahari terbenam dan masuk waktu Maghrib. Berdasarkan hadis berikut:

Diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu ketika Jibril ‘alaihissalam menjadi imam bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ زَالَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ قُمْ يَا مُحَمَّدُ فَصَلِّ الظُّهْرَ حِينَ مَالَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ مَكَثَ حَتَّى إِذَا كَانَ فَيْءُ الرَّجُلِ مِثْلَهُ جَاءَهُ لِلْعَصْرِ فَقَالَ قُمْ يَا مُحَمَّدُ فَصَلِّ الْعَصْرَ ثُمَّ مَكَثَ حَتَّى إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ……مَا بَيْنَ هَذَيْنِ وَقْتٌ كُلُّهُ

“Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam ketika matahari telah tergelincir ke arah tenggelamnya kemudian dia mengatakan, “Berdirilah wahai Muhammad kemudian sholat dhuhur lah. Kemudian ia diam hingga saat panjang bayangan seseorang sama dengan tingginya. Jibril datang kemudian mengatakan, “Wahai Muhammad berdirilah sholat ‘ashar lah”. Kemudian ia diam hingga matahari tenggelam…..

Sholat Maghrib

Maghrib adalah waktu dan tempat matahari tenggelam atau arah tenggelamnya matahari. Maka shalat Maghrib merupakan shalat yang dilakukan saat matahari terbenam.

Kapan awal waktu mengerjakan Sholat Maghrib

Seluruh umat Islam sepakat bahwa awal waktu melaksanakan Shalat Maghrib adalah ketika matahari tenggelam sampai benar-benar tenggelam secara sempurna.

Kapan akhir waktu Sholat Maghrib

Berbeda dengan awal waktu mengerjakannya dimana umat Islam sepakat, namun mengenai waktu Maghrib berakhir terdapat selisih pendapat diantara para ulama.

Pendapat 1. Menurut Imam Syafi’i, Al Auza’i dan Malikiyah menjelaskan bahwa waktu Maghrib adalah satu waktu saja, dimana saat itu dibutuhkan orang untuk berwudhu untuk sholat, melakukan adzan, iqomah, kemudian shalat Maghrib. Pendapat 1 ini berdasarkan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was salam sholat:

ثُمَّ جَاءَهُ لِلْمَغْرِبِ حِينَ غَابَتْ الشَّمْسُ وَقْتًا وَاحِدًا لَمْ يَزُلْ عَنْهُ فَقَالَ قُمْ فَصَلِّ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ…..

“Kemudian Jibril mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika matahari telah tenggelam (sama dengan waktu ketika Jibril mengajarkan shalat kepada Nabi pada hari sebelumnya) kemudian dia mengatakan, “Wahai Muhammad berdirilah laksanakanlah sholat maghrib………..”[11].

Pendapat 2. Menurut sebagian Mazhab Syafi’i, Imam Ahmad, Ishaq, Mazhab Hanafi dan Sufyan Ats Tsauri akhir waktu Maghrib ialah disaat sinar merah telah sirna / hilang pada waktu matahari tenggelam. Dan pendapat kedua ini dianggap tepat oleh An Nawawi rahimahullah berdasarkan hadits diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu berikut:

….وَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ…..

“Waktu sholat maghrib adalah selama belum hilang sinar merah ketika matahari tenggelam”.

Pendapat ke 2 ini yang dinilai lebih akurat. Allahu a’lam Bishawab.

Sholat ‘Isya’

Arti dari ‘Isya adalah disaat awal langit mulai gelap (Setelah usai waktu Maghrib) hingga sepertiga awal malam. Inilah kenapa Sholat ini disebut Isya’.

Kapan awal waktu mengerjakan Sholat ‘Isya’

Seluruh ulama sepakat bahwa awal waktu mengerjakan sholat Isya’ adalah jika sinar warna merah di langit telah sirna.

Kapan akhir waktu mengerjakan Sholat ‘Isya’

Untuk akhir waktu mengerjakan sholat Isya yakni  sepertiga malam menurut Imam Syafi’i dalam kitab al Qoul Jadid, berserta Abu Hanifah dan sebagian pendapat masyhur dalam Mazhab Maliki. Mereka merujuk pada hadis Nabi saat Jibril mengimami shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

….ثُمَّ جَاءَهُ لِلْعِشَاءِ حِينَ ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَوَّلُ…..

“……Kemudian Jibril mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melaksanakan sholat ‘isya’ ketika sepertiga malam yang pertama………..”.

Dari semua penandaan waktu Shalat ini maka ditetapkanlah jadwal Shalat untuk setiap wilayah di Indonesia untuk kita jadikan petunjuk dan AiTarus sudah membuat halaman khusus membantu seluruh umat Islam, silahkan menuju ke . Lihat jadwal Shalat.

Insya Allah artikel berkenaan shalat Fardhu ini bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa lagi di artikel saya berikutnya.

Tinggalkan komentar